Saat Marvin memasuki lorong gelap tersebut keadaan tempat itu bertambah sunyi.
“Aku tidak menyukai hal ini. Perasaan ini seperti waktu melawan Horsa tadi. Kalau begitu terus bisa - bisa aku kehabisan tenaga seperti itu.”
“Apa yang kau lakukan disini makhluk menjijikkan?” Terdengar suara dari balik kegelapan mengejutkan Marvin.
Saat dia ingin berubah mode tempur, entah kenapa jubahnya tidak muncul dan senjatanya tidak aktif.
“Sangat menggelikan makhluk sepertinya dapat menjadi seorang Medallion. Apakah orang - orang diluar sana sudah buta sehingga tidak bisa membedakan antara manusia dan bukan manusia. Tapi sayang sekali di tempat ini kau tidak akan bisa menggunakan kemampuan Medallion itu.”
“Apa maksud perkataanmu? Siapa kau? Tunjukkan dirimu!” Marvin bersiaga dan mencari - cari kesana kemari tapi tidak dapat melihat apapun akibat tertutup oleh kekelaman yang sangat pekat.
“Di tempat ini disegel kegelapan abadi yang dapat menekan kemampuan seorang Medallion. Sekuat apapun dirimu tidak akan bisa berbuat apa - apa dengan kemampuan itu.”
“Lalu apa maksudmu dengan diriku yang tidak pantas untuk menjadi seorang Medallion tadi?”
“Hahahaha, apakah kalian melihatnya teman - teman? Makhluk yang lebih busuk daripada kita ini tidak mengetahui siapa dirinya.”
“Kau benar. Pantas saja identitasnya tersamarkan dari para manusia itu.”
“Aku adalah manusia dan selamanya adalah manusia. Kalian pasti berbohong.”
“Untuk apa kami berbohong pada makhluk rendah yang derajatnya lebih rendah daripada kami.”
Mendengar ucapan itu membuat Marvin kehabisan kesabaran. Kekuatan yang aneh mengalir dari tubuh dan perlahan membuat Marvin kehilangan kesadaran.”
“Wah...wah...wah, akhirnya kau menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya. Aku mau tahu apa yang bisa dilakukan oleh kalian pada zaman ini.”
“Hey, apakah tidak apa - apa membiarkannya berbuat seenaknya disini. Walaupun dia seorang diri pasti akan berbahaya untuk keberadaan kita.”
“Apa maksudmu berbahaya? Dia hanya makhluk dunia bawah yang tidak mengetahui jati dirinya. Memangnya apa yang bisa dia lakukan seorang diri?”
“Rrr…! Ternyata kalian disitu.” Marvin berbalik dan menatap kegelapan yang seolah melihat sesuatu di hadapannya.
“Ternyata kau benar - benar seorang Temple Wolf. Makhluk yang diciptakan untuk menjaga gerbang dunia bawah jauh sebelum Medallion ada.”
“Sstt…,aku tidak tahu apa yang telah terjadi tapi sepertinya aku mengerti mengapa kalian begitu ketakutan.”
“Tidak mungkin!”
“Mengapa tidak. Aku bahkan dapat melihat wujud kalian yang sebenarnya dibalik bayangan yang menyelubungi itu. Untuk makhluk berpenampilan menyedihkan seperti kalian terlalu berani mengusik latihanku.”
Saat mereka sedang berbicara, tanpa disadari Marvin mengendap - endap perlahan mendekati makhluk - makhluk itu.
“Memangnya ada apa dengan wujud kami?”
“Kalian bukanlah makhluk tidak kasat mata tapi hanya makhluk yang tidak ingin menampakkan diri. Ada apa? Apakah kalian begitu malu dengan wujud itu?”
“Apakah dia benar - benar serius dengan kata - katanya?” Salah satu dari bayangan itu berbisik kepada temannya.
“Aku juga tidak yakin akan hal itu. Tapi tatapan itu tidak mungkin bohong. Aku merasakan kontak mata dengannya walau sesaat. Tenang saja, dia tidak akan bisa berbuat apa - apa terhadap kita.”
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Marvin kembali menatap bayangan yang berada paling dekat dengannya.
“Ternyata kau tidak hanya menggertak ternyata. Tapi apa yang kau lihat saat ini tidak seperti yang kau pikirkan anak muda. Cobalah untuk melihat lebih dalam lagi di sekelilingmu.”
Marvin merasakan kekuatan kegelapan dalam jumlah besar mendekatinya dari segala arah. Suasana yang tadi sunyi menjadi bergemuruh akibat manifestasi kegelapan yang begitu besar.
“Aku penasaran mengapa kalian bisa hidup di tempat seperti ini selama begitu lama. Tapi itu bukan urusanku.”
Insting haus darah yang dimiliki Marvin semakin menguasai dirinya karena dikelilingi ancaman yang semakin mendekat.
Bukan hanya Marvin, tapi bayangan yang sudah ada disana dari tadi pun sebenarnya terkejut akan kehadiran penghuni lainnya.
“Sangat jarang mereka menampakkan diri setelah sekian lama sampai - sampai aku merasa hanya kita yang mendiami lorong sempit ini.”
“Kau benar. Satu - satunya kemungkinan yang memancing mereka keluar adalah hawa keberadaan makhluk ini.”
“Kita tidak bisa mengganggu mereka.”
“Kau benar. Sebaiknya kita mundur terlebih dahulu sampai mereka selesai dengan urusannya.”
Salah satu dari penghuni lorong gelap yang baru saja datang maju mendatangi Marvin.
“Apakah kau benar - benar seorang Temple Wolf? Penjaga gerbang dunia lain yang sesungguhnya?”
Marvin terkejut mendengar suara berat seperti seorang pria dewasa di depannya tapi tidak bisa melihat wujudnya.
“Kau tidak perlu takut dengan keberadaan kami disini. Kami hanya ingin menyapamu saja.”
“Makhluk ini berbeda dengan makhluk yang sebelumnya,” kata Marvin dalam hatinya.
“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan tapi makhluk yang sepertinya juga berkata seperti itu. Apakah kau bisa menjelaskannya kepadaku kalau tidak keberatan?”
“Temple Wolf adalah makhluk yang dapat hidup di dunia dunia dan berdampingan dengan semua jenis makhluk. Mereka adalah makhluk netral yang tidak memihak kepada siapapun tidak peduli apa motivasinya.”
“Baiknya sekarang aku agak mengerti dengan hal itu. Tapi wujudku masih seperti manusia.|
“Tentu saja karena kau saat ini hidup di dunia manusia. Akan tiba saatnya begitu kau menginjakkan kau di dunia lain, wujudmu pun akan menyesuaikan dengan dunia itu.”
“Mengapa aku tidak pernah menyadari itu sejak dulu?”
“Aku sudah hidup begitu lama tapi tidak pernah tahu kalau ada kekuatan yang mempan terhadap seorang Temple Wolf. Tubuhmu memiliki kemampuan anti sihir yang sangat tinggi. Bahkan penyihir yang sudah berlatih selama ribuan tahun sekalipun belum tentu bisa menggores tubuhmu”
“Kalau begitu aku akan mencari tahunya sendiri. Yang terpenting sekarang aku harus keluar dari tempat ini.”
“Oh ternyata kau adalah Medallion yang dikirim kesini untuk menjalani latihan. Sebagai hadiah kami akan membukakan jalan bagimu sebagai rasa hormat atas pengabdianmu selama beberapa generasi. Tapi kami punya satu permintaan.”
“Apa yang kalian inginkan dariku?”
“Kami sadar akan kesalahan - kesalahan kami di masa lalu dan ingin menebus. Tapi masalahnya kami tidak bisa keluar dari tempat ini.”
“Lalu apa maksud perkataan itu?”
“Biarkan kami masuk ke dalam dirimu dan menjadi bagian dari kekuatanmu. Aku yakin dengan cara itu kami dapat keluar dari tempat ini.”
“Apakah hal itu benar - benar bisa dilakukan?”
“Tentu saja bisa karena kau adalah seorang Temple Wolf. Bagaimana keputusanmu?”
“Baiklah aku setuju karena ada musuh yang harus aku kalahkan diluar sana.”
“Kalau begitu kami akan tunduk kepada kehendakmu. Gunakanlah kekuatan kami untuk menegakkan keadilan di dunia ini. Silahkan lewat sini.”
Setelah Marvin menyetujui permintaan itu maka satu persatu bayangan yang ada disitu pun masuk ke dalam tubuh Marvin.
Tiba - tiba Marvin melihat cahaya kecil di ujung lorong tersebut. Begitu cahaya itu menyentuh tubuhnya, dia merasakan kekuatan besar yang mengalir. Kini dia harus berhati - hati agar tidak diketahui oleh Horma akan kebenaran dirinya.