Jeremy Yang Berbeda

1163 Kata
“Dasar orang - orang tidak berguna! Mengapa mereka membiarkan Medallion itu keluar dari tempat ini dengan mudah. Padahal hanya itu hiburan yang kita dapatkan sejak disegel di tempat ini.” “Walau kau berkata seperti itu tetap saja kita adalah berbeda dengan mereka.” “Tunggu dulu! Aku merasakan ada seseorang yang mau masuk lagi. Sepertinya hari ini memang keberuntungan bagi kita.” “Aneh sekali karena aku tidak pernah merasakan aura keberadaan seperti ini dari seorang Medallion.” “Siapa peduli dengan hal tidak penting seperti itu. Apapun kemampuan yang dimilikinya, para Medallion tidak akan menggunakan kemampuannya di tempat ini seperti yang lainnya.” Tak lama kemudian Jeremy sampai di tempat para Makhluk Bayangan itu. “Mengapa disini begitu gelap? Selain itu sepertinya aku tidak sendirian di dalam sini.” “Hey, dia menyadari keberadaan kita disini.” Mereka bergerak memutari Jeremy untuk mencari kelemahan darinya. Walau Jeremy dapat melihat pergerakan mereka tapi dia tidak begitu memperdulikan apa yang mereka lakukan. Di samping itu dia terus melanjutkan langkahnya untuk mencari jalan keluar. Sesekali Jeremy menepi ke dinding untuk memeriksa apa yang di tempat itu. “Sama saja dengan tempat lainnya. Aku bisa mengerti mengapa disini sangat lembab. Rasanya seperti di jalan bawah tanah saat datang ke Benteng Galesia. Yang membedakan hanya makhluk - makhluk ini.” Bagi Jeremy tanpa cahaya sekalipun bukan masalah karena dia memiliki mata yang sangat peka. “Hey kalian yang ada disana! Apakah kalian mengetahui jalan keluar dari tempat ini? Aku sedang dikejar waktu saat ini. Oleh karena itu tidak ada waktu untuk bermain kejar - kejaran atau apapun itu.” “Kaulah yang sudah berani main - main dengan kami dengan berkata tidak sopan seperti itu sebagai seorang Medallion pemula.” “Ayolah, apa yang kalian inginkan dariku?” Jeremy menanti apa yang akan dikatakan oleh mereka. “Tidak banyak. Kami hanya menginginkan kau tinggal di tempat ini untuk menemani kami.” “Jangan bercanda! Aku kan sudah bilang harus meninggalkan tempat ini.” “Kalau begitu hadapilah ketakutan terbesar di dalam hidupmu!”  Kegelapan disitu pun semakin lama bertambah tebal. Bahkan lebih gelap dibandingkan saat menutup mata sekalipun. “Jeremy, apakah kau disitu?” Terdengar suara Marvin dari balik kegelapan. Suara itu terdengar seperti seseorang yang sedang menderita begitu parah. Sesekali terdengar suara batuk yang memuntah darah. “Marvin, apa yang terjadi? Jeremy melihat ke arah datangnya suara tersebut. “Semua ini adalah perbuatan mereka. Aku tidak sanggup bertarung dengan mereka karena tidak dapat menggunakan kekuatan Medallion di tempat ini.” “Oh kalau begitu mereka juga berpikir aku tidak dapat menggunakan kekuatanku,” pikir Jeremy. “Lalu apa yang kau inginkan?” Tanya Jeremy. “Temani aku disini sampai semua luka ini pulih sepenuhnya.” “Bukankah nona Horma memerintahkan kita untuk keluar dari tempat ini?” “Kau benar. Tapi apakah kau tega meninggalkan temanmu yang berharga seperti di dalam sini seorang diri?” “Kau benar. Tapi tetap saja kau harus keluar dari tempat ini.” “Mengapa kau melakukan itu Jer?” “Karena kau bukanlah Marvin yang sebenarnya. Caramu berbicara sangat menjijikkan untuk seorang Marvin. Bahkan Marvin sendiri tidak akan berbicara seperti itu kepadaku. Memangnya ada pria mana yang mau berduaan dengan seorang pria di tempat gelap seperti ini.” “Kurang ajar! Ternyata dari awal kau sudah menyadari siapa aku sebenarnya.” “Tentu saja. Bahkan aku dapat melihat wujudmu yang sebenarnya dengan mataku.” “Hey kalian yang ada disana jangan hanya berdiam diri menonton! Bantu aku menghalangi orang ini keluar!” “Dasar bodoh. Kau memang tidak berguna. Menghadapi seorang Medallion pemula saja membutuhkan bantuan kami.” “Bukan begitu. Tapi kalau kalian ingin dia keluar dari tempat ini aku pun tidak masalah.” “Tidaaak!” Beberapa makhluk itu berteriak bersamaan. Udara di tempat ini menjadi lebih lembab seiring dengan angin yang berhembus dengan kencang sampai dapat menerbangkan bebatuan seukuran kepalan tangan. “Baiklah aku akan bermain - main sebentar dengan kalian.” Jeremy berubah ke Mode King dan memegang senjatanya. Begitu Jubah itu muncul langsung memancarkan cahaya yang terang benderang sampai menerangi setiap sudut dari lorong gelap tersebut. Dengan begitu wujud dari makhluk Bayangan itu pun tersingkap.  “Ternyata kalian hanya makhluk kecil yang lucu. Ditambah lagi dengan ukuran itu kalian memiliki suara berat seperti pria dewasa. Apakah kalian tidak bermasalah dengan hal menggelikan itu.” Mereka saling memandang satu sama lain dan terkejut oleh karena perubahan suasana di tempat itu. “Jangan bilang kalian pun terkejut dengan wujud itu.” “Memangnya apa yang lucu?” Bentak salah seorang dari mereka. “Maafkan aku karena telah mengatakan hal yang tidak sopan.” “Apa katamu tadi?” “Kataku Maaf.”  “Hahaha...hahaha....hahaha, hal ini lebih menggelikan.” “Kau benar. Mendengar seorang Medallion sepertimu meminta maaf kepada kami setelah melihat wujud ini.” “Memang apanya yang aneh?” “Eh ternyata dia serius teman - teman.” “Baiklah kami memaafkanmu anak muda. Tapi mengapa kau memiliki kekuatan ini. Bukankah kau terlalu cepat seorang pemula memiliki kekuatan sebesar ini?” “Aku tidak mengerti apa yang kau maksud.” “Menarik sekali. Aku punya penawaran kepadamu. Apakah kau mau bekerjasama dengan kami?” “Apa yang tujuan kalian melakukan hal itu?”  “Untuk membalas perbuatan para Dokoon yang telah mengkhianati kami. Mereka telah mengorbankan kami kepada para Medallion untuk mencapai tujuannya.” “Cukup adil. Lalu bagaimana caraku menolong kalian?” “Bawalah cincin ini. Kami akan bersemayam di dalamnya untuk membantumu dalam kesulitan.” “Ternyata hanya seperti itu. Aku akan melakukannya. Tapi ada satu hal yang mungkin membuat kalian kecewa nanti.” “Apa maksudmu?” Mereka terkejut mendengarkan Jeremy. “Masalahnya aku sangat jarang mengalami kesulitan seperti yang kalian pikirkan.” “Dia benar teman - teman. Dengan kekuatan seperti itu rasa sangat sulit untuk mengalami kesulitan. Apakah keberadaan kita akan benar - benar berguna kedepannya?” “Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Mungkin suatu hari kalian cukup beruntung untuk dapat membantuku.” “Mau bagaimana lagi. Sepertinya kami telah memilih seorang yang terlalu kuat kali ini. Padahal dulu para Dokoon itu sangat bergantung pada kekuatan yang kami miliki. Tapi sekarang malah kami terlihat sangat tidak berguna di hadapan seorang Medallion.” “Apakah kalian benar - benar makhluk kegelapan?”  “Benar. Tapi kami adalah kegelapan murni dari dunia ini. Tidak ada baik dan jahat di dalam kegelapan murni. Walaupun kekuatan yang kami miliki terlihat berbeda dengan pengguna kekuatan cahaya seperti kalian, bukan berarti kami jahat. Tapi kami juga tidak mengatakan kalau kami baik.” “Perkataanmu sangat membingungkan. Kita lihat nanti saja apa yang bisa kalian lakukan. Setidaknya kalian dalam menyediakan makan bagi kami dalam perjalanan.” “Perjalanan? Kalian mau kemana?” “Kami mau menjadi ketujuh Elemen Suci dan Elemen Kegelapan.” “Oh ternyata kalian mau mencari benda - benda legendaris itu. Perjalanan itu pasti sangat berbahaya bagi manusia. Kami sangat menyukai keadaan seperti itu.” “Lucu sekali. Baiklah ayo kita keluar.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN