Kebohongan Yang Dilakukan Marvin

1010 Kata
Kini keadaan malah berpaling merugikan Jona yang mau kehabisan waktu untuk mengendalikan kegelapan yang begitu kuat mengalir di dalam dirinya. Kalau dia memaksakan lebih dari ini maka kegelapan itu akan sepenuhnya menguasai jiwanya. “Tunggu dulu anak muda! Bagaimana kalau aku membantu kalian mengalahkan Horsa dan Soka. Sebagai gantinya kau harus membantu aku kabur dari tempat ini.” “Mengapa aku harus melakukan hal itu? Lagi pula kau juga pasti akan mengkhianatiku seperti kau yang ingin mengkhianati kedua orang itu bukan? Sayang sekali aku tidak akan termakan oleh hasutan busukmu itu.” Dari dalam diri Marvin kembali terdengar suara.”Cepat selesaikan pertarungan ini karena kami merasakan ada orang Medallion mendekat kesini.” “Apa? Jangan - jangan itu mereka.”  Dan benar sekali, ternyata orang yang dimaksudkan oleh suara tersebut adalah Nadine yang ingin membantu.  “Sudah saatnya kita mengakhiri semua ini pak tua. Sebenarnya akupun tidak ingin berurusan dengan orang sepertimu. Tapi aku punya alasan yang kuat agar sekarang untuk melanjutkan perjalananku. Keberadaanmu adalah penghalang yang harus disingkirkan sebelum tujuanku tercapai.” “Jangan lakukan itu! Aku berjanji akan melakukan apapun yang kau mau anak muda. Hanya saja aku belum mau berakhir di tempat ini.” “Kami punya saran. Bagaimana kalau kau memasukan orang itu ke dalam senjatamu sebagai tambahan kekuatan untuk meningkatkan kekuatan sampai dia benar - benar bisa berguna sebagai dirinya sendiri? Kau cukup menebas udara, maka akan terbuka suatu celah yang akan membawa orang itu ke dalam dimensi yang terhubung dengan sabit ini.” Ujar suara tersebut. “Aku baru tahu ada cara seperti itu.” “Baiklah pak tua, aku akan membiarkanmu tetap hidup. Sampai kau harus masuk ke dalam dimensi ini sampai aku mengeluarkan kamu kembali dan menunjukkan kegunaanmu bagiku.”  Marvin melakukan tetap seperti yang diberitahu oleh suara tersebut.  “Baiklah aku mempercayaimu.” Maka masuklah Jona ke dalam celah dimensi yang dibuat oleh kekuatan dari sabit tersebut. Sebelum Nadine sampai ke tempatnya, Marvin langsung mengubah wujud dari senjatanya ke bentuk semula agar tidak ada yang menyadarinya. “Marvin, apa yang telah terjadi disini? Dimana Jona si penghianat itu? Aku datang kesini untuk membantumu setelah memastikan June dan tuan Suki dalam keadaan aman.” “Hey! Setidaknya biarkan aku menjawab salah satu dari pertanyaanmu baru kau menanyakan hal yang lain. Mengapa para wanita dapat berbicara begitu panjang dalam satu tarikan nafas yang terengah - engah sekalipun.” “Aku sedang tidak bercanda. Katakan padaku bagaimana situasinya? Aku yakin kalau kita berdua pasti bisa menghadapi orang itu.” Melihat Nadine yang begitu bersemangat membuat Marvin tidak tega untuk mengatakan kebenarannya. “Sepertinya akan lebih baik kalau dia terus meremehkan kemampuan seperti ini,” pikir Marvin. “Aduh sayang sekali kau sedang tidak beruntung. Aku juga tidak mengerti apa yang telah terjadi padanya. Tapi tiba - tiba dia pergi dengan begitu tergesa - gesa. Sepertinya hari ini aku sedang beruntung karena dia tidak sempat mengeluarkan teknik terkuatnya.” “Baguslah kalau begitu. Kau benar, aku pun curiga kalau dia pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Tapi aku curiga kalau kepergiannya berkaitan dengan rencana mereka untuk mengambil alih benteng Galesia.” Marvin tidak menyangkah apa yang dikatakan oleh Nadine. Malah persepsi tersebut dapat menguatkan kebohongan akan kepergian Jona tersebut. “Oleh karena itu kita harus secepatnya bergegas membantu Jeremy dan nona Horma. Pasti mereka sebentar lagi telah menyelesaikan persiapan untuk rencana kita berikutnya.” “Ya ampun aku hampir lupa akan hal itu. Untung saja kau mengingatkanku. Baiklah kita akan melihat keadaan tuan Suki terlebih dahulu, baru setelah itu kita menuju tempat guruku.” Saat Marvin bertemu dengan June dan tuan Suki. Keadaan pak tua itu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Pernapasan yang satu sangat tidak teratur kini sudah mulai lega akibat teknik yang digunakan oleh June. “Vin, kemana aja lo tadi? Eh…, jangan - jangan lo beneran menang melawan Jona ya?” “Benarkah? Aku tidak menyangka seorang anak muda sepertimu dalam mengalahkan mantan Medallion tingkat tinggi seperti dirinya. Walau dia seorang Priest, Jona yang aku kenal memiliki kemampuan bertahan yang sangat kuat.” Mendengar apa yang dikatakan oleh June dan Suki membuatnya salah tingkah dan bingung harus berkata apa untuk menjawab kekaguman mereka. Di samping itu dia juga menyesal mengapa tidak sekalian saja membunuh Jona agar dia tidak perlu berbohong seperti ini. “Kalian salah paham. Marvin tidak mungkin sanggup menghadapi orang dengan kekuatan besar seperti Jona. Sepertinya dia tiba - tiba meninggalkan pertarungan dengan alasan yang belum diketahui.” “Jadi Nadine juga tidak sempat berhadapan dengan Jona ya?” “Begitulah June, walau sepertinya aku pun tidak begitu yakin dapat mengalahkan orang itu setelah menggabungkan kekuatan dengan Marvin.” “Nadine, kau tidak perlu terlalu berkecil hati seperti itu. Aku yakin suatu hari kau pasti yakin melampaui kemampuan dari nona Horma.” “Terima kasih atas motivasi yang anda berikan tuan Suki.” “Saudara sekalian, sepertinya sudah waktunya kita menerus rencana untuk menggagalkan perbuatan mereka.” “Baiklah Nadine, oya tuan Suki, apakah kami perlu mengantarkan anda ke tempat yang lebih aman. Apabila terjadi sesuatu yang buruk terhadap kami, setidaknya anda bisa selamat yang meneruskan perjuangan ini.” “Jangan bercanda. Aku adalah seorang Medallion yang tidak pernah melarikan diri dari tugas. Selain itu semua ini terjadi karena kelalaianku yang tidak bisa menjaga gerbang atas, ditambah lagi aku dapat ditipu dengan cara murahan seperti itu.” Melihat keteguhan tekad Suki sehingga membuat yang lain sungkan untuk melarangnya. Tapi Nadine masih agak khawatir dengan kekuatannya yang belum sepenuh pulih setelah apa yang telah terjadi padanya. “Apakah anda sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk bertarung nantinya. Jujur saja kami tidak mungkin bisa melindungi anda disaat nyawa kami pun sedang terancam.” “Ketakutan kalian itu terlalu berlebihan. Akulah yang paling mengetahui keadaanku saat ini. Jangankan untuk bertarung, kekuatanku saat ini sudah lebih dari untuk untuk meratakan keberadaan mereka dari muka bumi.” “Baiklah tuan, tapi sekiranya anda tidak sanggup mungkin lebih baik anda mundur ke tempat June berada,” sahut Marvin. “Aku akan menjaga diriku sebaik mungkin sampai bisa membalaskan penghinaan yang diberikan oleh Soka.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN