Memukul Beban Dosa

1052 Kata
Begitu makhluk itu kembali ke bentuk aslinya, Elemen Kegelapan pun langsung terpisah darinya bersama dengan tubuh Henri yang sudah tidak sadarkan diri lagi.  "Tuan, apa yang harus kita lakukan dengan orang ini?" "Sepertinya dia bukan orang biasa apabila dilihat dari pancaran kekuatan. Bahkan dalam keadaan tidak sadar pun kami dapat merasakan kekuatan suci yang besar darinya. Bahkan dengan menyatukan kekuatan kami belum tentu bisa menang melawannya. Mungkin lebih baik kami kembali ke dalam senjata itu saja." "Baiklah kalau itu yang terbaik. Tapi apakah mereka berdua tidak apa - apa?" Marvin melihat juga kepada Nadine.  "Tenang saja, kalau wanita itu hanya kehabisan tenaga akibat penggunaan banyak kekuatan saat bertarung tadi." Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Henri pun tersadar dari pingsannya. "Pasti aku telah melakukan perbuatan yang tidak termaafkan bukan?" Henri lirih mencoba untuk bangkit dari tanah dengan tubuh yang penuh luka akibat pertarungan.  "Bukan salah anda kalau diperalat oleh makhluk itu. Yang terpenting kita menyadari ada musuh yang lebih berbahaya selain para Dokoon." "Kau benar Marvin, tapi tetap saja apa sudah terjadi tidak bisa dianggap lewat begitu saja." "Apakah anda tidak keberatan kalau dianggap musuh oleh para Medallion?" "Mungkin begitu lebih baik daripada hidup memikul beban tanggung jawab terhadap semua yg telah terjadi. Ini sudah menjadi hukuman bagiku yang salah membuat keputusan. Aku terlalu menganggap remeh musuh dan membiarkan mereka mengelabuhiku.” Henri melihat kekacauan akibat perbuatannya yang membuat benteng Galesia menjadi luluh lantak. “Seorang yang membanggakan rumahnya ternyata menjadi penghancurnya. Oya aku penasaran bagaimana caranya kalian mengalahkan aku?" “Aku juga tidak begitu memahaminya tuan. Saat aku kembali kesini kalian berdua sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Mungkin Makhluk itu sudah keluar dan merencanakan sesuatu yang lebih buruk lagi.” “Benarkah? Sepertinya aku harus keluar dan mencegah hal buruk yang akan terjadi akibat ulahnya.” “Apa? Saya rasa anda tidak perlu melakukan hal itu untuk saat ini. Biar saya yang melakukannya. Selain ini sebaiknya kita melanjutkan rencana untuk mengumpulkan Elemen Kegelapan tersebut.” “Untung saja kau mengingatkanku akan hal itu.” “Benda ini? Mengapa benda ini bisa berpindah tempat?” “Apakah yang anda maksud adalah gelas yang berbentuk aneh ini tuan?” “Ya kau benar. Maaf kalau aku tidak mengatakan kepada kalian tentang gelas ini.” “Memangnya ada apa dengan benda ini?” “Gelas ini sebenarnya adalah salah satu elemen kegelapan yang aku sembunyikan di benteng ini. Dari dulu tidak ada yang dapat memindah benda ini. Konon katanya hanya orang - orang terpilih yang dapat mengangkatnya.” “Benarkah? Apakah itu juga berlaku untuk semua benda yang merupakan Elemen Kegelapan?” “Aku tidak begitu memahaminya Marvin. Tapi gelas ini memang sudah merupakan tanggung jawab pemimpin benteng Galesia turun - temurun.” “Berarti tidak ada yang mengetahui keberadaan benda ini selain anda sendiri bukan?” “Begitulah. Hanya orang yang memiliki sumber kegelapan sejati yang dapat menggunakan kekuatan dari benda ini.” “Sepertinya ketika anda diperalat dapat menggunakan kekuatan tersebut.” “Tidak mungkin. Kalau itu benar seharusnya benteng ini pun sudah hancur dan rata oleh tanah. Kemungkinan benar dia hanya menggunakan sedikit dari kekuatan elemen kegelapan sendiri. Kau bisa melihat apa yang terjadi pada kotamu sendiri. Betapa mengerikannya kekuatan Elemen Kegelapan bukan?” “Anda benar tuan. Lalu apa yang akan kita lakukan terhadapnya?” “Sebaiknya kita menggali tanah dibawahnya dan menimbun benda ini ke dalam tanah agar tidak diketahui orang lain.” “Aku setuju dengan saran anda.” Saat Henri sedang menggali tanah, Marvin berbicara dengan jiwa kegelapan yang berdiam di dalam dirinya. “Hey, apakah kalian mengetahui akan keberadaan benda ini?” “Apakah benda yang anda maksud adalah gelas yang berisi kekuatan gelap itu?” “Benar. Apakah kalian dapat melakukan sesuatu dengan benda itu?” “Benda itu adalah wadah jiwa - jiwa roh jahat yang pernah mengamuk pada masa lalu. Kami menyebutnya sebagai sisi jahat dari dunia ini. Berbeda dengan kami yang hanya penghuninya dunia kegelapan. Makhluk ini bisa disebut sebagai leluhur kami yang memiliki kekuatan yang melampaui akal. Sebaiknya jangan sampai membiarkan benda ini jatuh ketangan orang jahat.” “Memangnya apa yang akan terjadi?” “Kami tidak bisa membayangkannya tuan. Apabila satu dari mereka terlepas ke dunia ini, maka tidak ada yang dapat menghentikannya.” “Kalau begitu siapa yang menyegel mereka di dalam benda - benda itu?” “Oh kami pernah mendengar pada masa lalu ada seorang pahlawan yang diberkahi oleh kekuatan cahaya. Walau tidak bisa membunuh mereka, dia akhirnya menyegel keberadaan mereka dalam benda - benda itu dan menyebarkannya ke seluruh dunia agar tidak mudah ditemukan oleh siapapun.” “Sejujurnya benda ini adalah elemen kegelapan kedua yang aku temukan. Yang pertama berada di kota asalku. Oleh karena benda itu membuat kotaku kacau balau.” “Sudah kami duga kekuatannya terlalu berbahaya untuk dunia masa ini. Pada zaman yang sudah didominasi kedamaian seperti ini sangat sudah menemukan orang yang mampu mengalahkannya.” “Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian tidak bisa mengendalikan kekuatan itu?” “Mustahil, ya hal itu sangat mustahil. Bahkan apabila kami menggabungkan semua kekuatan.” “Lalu bagaimana pahlawan itu menyegelnya pada masa lalu?” “Roh Cahaya!”  “Ya tuan. Roh Cahaya adalah wujud kebaikan sejati dari dunia ini. Kedua kekuatan itu tercipta seimbang di dunia ini pada awalnya. Tapi seiring perkembangan manusia, pada suatu masa kegelapan pernah menjadi tidak terkendali akibat roh - roh jahat itu. Jadi pahlawan memiliki kemampuan untuk membangkitkan Roh Cahaya sehingga dapat menetralkan kekuatan kegelapan sampai titik yang terkendali lagi.” “Oh jadi saat itulah kegelapan disegel pada benda - benda itu.” “Anda cerdas tuan.” “Tapi mengapa Roh Cahaya juga disegel?” “Apa? Bagaimana mungkin? Kami tidak mengetahui hal itu.” “Kami diberi tugas untuk mencari elemen cahaya yang tersebar di seluruh dunia.” “Ada harapan, ya ada harapan bagi dunia ini. Tapi ada masalah baru tuan.” “Masalah? Apa itu?” “Hanya seorang pahlawan terpilih yang dapat menggunakan kekuatan cahaya.” “Kalian tidak perlu khawatir. Aku sepertinya mengenal seseorang yang memiliki potensi tersebut. Tidak ada masalah lain bukan?” “Ada tuan. Tapi kemungkinannya sangat kecil.” “Katakan padaku. Sekecil apapun lebih baik kita mengantisipasinya.” “Kebalikan dari pahlawan. Apabila ada orang yang mampu menggunakan Elemen Kegelapan, maka akan sangat sulit membayangkannya.” 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN