“Oh ternyata kau sudah bisa bicara sekarang. Aku terkesan dengan kemampuan penyembuhan kalian yang sangat cepat. Tapi sepertinya untuk memulihkan tubuh dengan ukuran sebesar itu akan lebih menguras waktu dan kekuatan bukan?”
Raksasa itu menyadari dengan ukuran sebesar dan kuat seperti itu ternyata memiliki kelemahan yang “Oh ternyata kau sudah bisa bicara sekarang. Aku terkesan dengan kemampuan penyembuhan kalian yang sangat cepat. Tapi sepertinya untuk memulihkan tubuh dengan ukuran sebesar itu akan lebih menguras waktu dan kekuatan?”
Raksasa itu menyadari dengan ukuran sebesar dan kuat sepertinya ternyata memiliki kelemahan yang tidak disangka - sangka.
“Bodoh sekali orang yang mengubah kalian menjadi besar. Mungkin daya hancur kalian sangat kuat. Tapi kecepatan dan waktu pemulihan lebih lemah dibanding dengan ukuran normal.”
“Sejak kapan kau menyadari hal itu?”
“Untuk seseorang yang memiliki pengalaman bertarung dengan berbagai musuh bukanlah susah menyadari hal itu.” Nekon menatap Dokoon tersenyum sambil tersenyum sinis.
“Hehehe, kau pikir dapat menang hanya dengan memotong tubuh kami? Apa kau lupa dengan esensi kekuatan kegelapan yang sesungguhnya? Kami tidak akan mati dengan mudah.”
“Untuk makhluk yang meminjam kekuatan dari kegelapan dan menggunakannya dengan cara yang tidak berkelas seperti kalian berani berkata kepadaku akan esensi dari kegelapan?”
“Apa maksudmu?”
“Bahkan setelah aku mengatakannya kalian tetap tidak bisa mengenaliku. Generasi ini memang sudah mengalami kemunduran yang terlalu jauh. Aku akan menunjukkan kepada kalian betapa bodohnya cara kalian bertarung. Bahkan dengan kekuatan kegelapan yang kalian tidak akan bisa menyentuhku.”
“Sombong sekali kau kucing!”
Nekon terdiam sejenak kemudian melihat ke atas.
“Ini pasti akan agak berlebihan. Tapi hasilnya sama saja.”
“Hey makhluk besar! Aku memberikan kepadamu kesempatan untuk menyerangku sebanyak 10 kali. Setelah itu giliranku menyerangmu.”
“10 kali? Padahal dalam satu kali saja kau pasti sudah mati.”
“Kalau begitu buktikan perkataanmu bocah!”
“Terimalah kekuatan seorang Dokoon yang sebenarnya!”
Aura kegelapan yang sangat pekat memenuhi ruangan itu sehingga keberadaan Dokoon itu pun dapat dilihat oleh mata biasa.
“Ternyata kalian bisa melakukan ini. Menarik!”
Tiba - tiba Nekon melompat ke atas untuk menemukan dimana keberadaan dari Dokoon tersebut.
“Sudah kuduga kau akan melompat kucing bodoh. Dengan begitu kau tidak akan bergerak dengan bebas di udara.”
Dalam sekejap serangan dalam bentuk pukulan beruntun datang dari balik kegelapan. Oleh karena begitu banyak jumlah pukulan tersebut sampai mengunci jalur pelarian. Dalam keadaan tidak bisa bergerak dan benar - benar terkunci Nekon malah tidak menunjukkan kecemasan.
“Siapa bilang aku tidak bisa bergerak? Tapi karena kau sudah menutup jalur pelarian maka aku tidak punya pilihan selain ….”
“Jangan - jangan!”
“Kau benar sekali bocah bodoh. Aku sengaja melompat untuk memancingmu keluar dari persembunyian. Selain itu kau pun sudah melakukan lebih dari 10 serangan bukan? Sekarang giliran aku untuk menyerang.”
Dengan sedikit pergerakan Nekon langsung membalas serangan tersebut dengan cara menusuknya berkali - kali. Semakin lama serangan Nekon menjadi semakin cepat. Kini serangan Nekon lebih pantas disebut sebagai hujan pedang.
Akibat serangannya membuat kegelapan yang ciptakan oleh Dokoon tersebut terkikis layaknya air hujan yang menyibakkan asap. Kini yang tersisa dari tempat itu hanya lantai dan dinding yang berantakan akibat serangan tersebut.
Nekon mendapat dengan kedua kakinya di hadapan lawannya yang tubuhnya sudah dipenuhi dengan lubang karena serangan itu menggunakan ujung dari pedang.
“Satu kali serangan harus dibalas dengan seribu serangan adalah bentuk penghormatan. Seharusnya kau merasa terhormat karena aku melakukan hal ini. Ya walau mungkin terlihat sedikit berlebihan dengan seratus serangan lagi. Mungkin karena aku sudah lama tidak menggunakan teknik ini.”
“Dengan luka - luka ini aku khawatir bahkan dengan kemampuan pemulihanmu tidak akan selesai dalam waktu satu hari. Kalau kau memaksakan lebih dari ini hanya kematian yang menunggu. Tapi aku yakin kau sangat ingin membalas bukan? Kasihan sekali kau tidak akan bisa berbuat apa.”
Dengan nafas putus - putus Dokoon tersebut mempertahankan kesadarannya karena kemampuan pemulihan yang menyebar keseluruh tubuhnya. Walau dia tidak merasakan sakit sama sekali, tapi semakin banyak luka yang diterimanya membuat kekuatannya sangat lemah. Hanya beberapa otot yang dapat digunakan dalam keadaan seperti itu. Ditambah lagi kedua mata yang tidak berfungsi akibat saraf di kepala hampir semuanya terputus begitu saja.
Tiba - tiba darah hitam keluar dari setiap lubang yang terkena tusukan pedang Nekon tadi. Sepertinya dia benar - benar melakukan apa yang dikatakan oleh Nekon. Dokoon itu memaksakan kekuatannya untuk mempercepat penyembuhan. Tapi yang terjadi bukan penyembuhan, malah sebaliknya luka - lukanya bertambah parah.
Peristiwa itu hanya terjadi dalam beberapa menit saja. Bahkan para Dokoon lain yang melihatnya belum bisa mencerna apa yang baru saja terjadi. Walau mereka sangat ingin membantu tapi tubuh mereka tidak bisa bergerak dengan cepat.
Dengan tatapan yang penuh amarah akhirnya mereka memaksakan diri dan maju menyerang Nekon untuk menyerang temannya.
Ketika melihat apa akan mereka perbuat Nekon hanya tetap berdiri pada tempatnya tanpa bersiap untuk pertarungan berikut.
Begitu para Dokoon itu mendekat dengan pukulan yang langsung mengarah ke tubuhnya yang jauh lebih kecil, tiba - tiba mereka terhenti lalu tersungkur di lantai rusak tersebut.
“Kalian kira kami akan membiarkan kalian mengganggu seseorang yang bertarung dengan kehormatan?”
Kedua makhluk bayangan yang sedari tadi hanya berdiri menyaksikan apa yang terjadi maju menghadang para Dokoon yang bermaksud menyerang Nekon.
Tapi kali ini mereka langsung memotong kaki kedua raksasa tersebut sehingga tidak bisa berjalan sama sekali.
Kedua makhluk itu berbeda jenisnya dengan Nekon.
“Perkenalkan aku adalah Inu yang berasal dari ras anjing gembala.”
Walau dia berjalan seperti manusia, tapi seperti dari tubuhnya seperti seekor anjing dengan telinga panjang dan tegak.
“Kalau aku adalah Pigi yang berasal dari ras merpati pengembara.”
Sama seperti kedua temannya, tapi sepertiga dari tubuhnya seperti burung merpati pengantar surat.
Jeremy yang melihat dari jauh malah merasa agak aneh karena melihat ada hewan yang bisa berbicara layaknya manusia. Tapi dia menahan tawanya untuk menghormati tekad ketiga makhluk bayangan tersebut.
Dokoon raksasa yang sudah berlumuran darah kemudian tumbang di depan mata teman - temannya yang masih terbaring di tanah. Di saat - saat terakhirnya kekuatan kegelapan yang berbentuk asap hitam keluar dari tubuh Dokoon tersebut.
“Itulah yang akan terjadi kalau kalian masih berniat untuk melawan kami.” Inu menatap mata kedua raksasa yang belum sanggup berdiri itu.