Kerjasama Horsa dan Horma

1156 Kata
“Hahaha…!” Tiba - tiba Henri dengan sengaja memancarkan kekuatan kegelapan terpancar dari tubuhnya. Kedua orang yang ada di hadapannya pun terkejut dengan perubahan kekuatan Henri tersebut. Horma mulai mengerti mengapa instingnya menekan untuk tidak melakukan kontak mata dengan Henri. “Horsa, apa yang telah terjadi pada tuan Henri?”  “Kalau kau bertanya padaku lalu aku harus bertanya pada siapa lagi? Kau tahu kalau dari tadi aku ada disini bersamamu bukan? Jangan - jangan tuan Soka….” Horsa berlari memeriksa apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut. Betapa dia terkejut karena melihat Soka sudah tergeletak di antara puing - puing dalam keadaan mengenaskan. “Apa yang telah kau lakukan kepada orang tua itu Henri?” Horsa berteriak begitu keras. Yang kulakukan padanya akan kulakukan juga padamu sebentar lagi. Jangan salahkan aku karena dialah yang memancingku keluar setelah sekian lama tertidur di dalam tubuh ini.” Horsa melihat bekas tangan Soka yang ada pada jubah bagian dengan Henri.  “Hahaha…!” Tiba - tiba Henri dengan sengaja memancarkan kekuatan kegelapan terpancar dari tubuhnya. Kedua orang yang ada di hadapannya pun terkejut dengan perubahan kekuatan Henri tersebut. Horma mulai mengerti mengapa instingnya menekan untuk tidak melakukan kontak mata dengan Henri. “Horsa, apa yang telah terjadi pada tuan Henri?”  “Kalau kau bertanya padaku lalu aku harus bertanya pada siapa lagi? Kau tahu kalau dari tadi aku ada disini bersamamu bukan? Jangan - jangan tuan Soka….” Horsa berlari memeriksa apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut. Betapa dia terkejut karena melihat Soka sudah tergeletak di antara puing - puing dalam keadaan mengenaskan. “Apa yang telah kau lakukan kepada orang tua itu Henri?” Horsa berteriak begitu keras. Yang kulakukan padanya akan kulakukan juga padamu sebentar lagi. Jangan salahkan aku karena dialah yang memancingku keluar setelah sekian lama tertidur di dalam tubuh ini.” Horsa melihat bekas tangan Soka yang ada pada jubah bagian dengan Henri.  “Orang tua itu pasti mengira dapat mengendalikanmu setelah memancing kegelapan keluar dari dalam alam bawah sadarmu. Tapi ternyata yang terjadi bertolak belakang dari harapannya.” “Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?” Tanya Horma dengan penasaran. “Itulah yang terjadi padaku dan Soka. Tapi kami dapat mengendalikan kegelapan dan menjadikannya kekuatan untuk bisa digunakan. Sepertinya kegelapan yang ada di dalam Henri terlalu kuat sampai - sampai jiwanya tidak dapat bertahan.” “Lucu sekali mendengar kalian yang dapat mengendalikan kekuatan kegelapan. Kekuatan kegelapan sejati adalah unsur dari dunia ini yang bersifat mendominasi tanpa sisa. Dengan kata lain yang kau anggap sebagai kegelapan di dalam dirimu hanya sebagian kecil keegoisan manusia saja. Berbeda denganku yang terlahir bersama dengan tubuh dengan kepribadian nyata.” “Aku tidak pernah mendengar kegelapan memiliki kekuatan yang begitu besar. Pasti kau sedang mengada - ada saja,” sahut Horsa. “Kalau begitu coba lakukan ini dengan kekuatan kegelapan milikmu itu.” Henri mengeluarkan kekuatan kegelapan yang sangat besar sampai memenuhi tempat tersebut. Horsa terkejut menyaksikan kekuatan absolut yang terpancar begitu dahsyat di hadapannya sehingga membuat jiwa menjadi gentar. “Bagaimana caramu mendapatkan kekuatan yang begitu besar?” “Oh kau jadi ingin tahu. Selain aku yang terlahir dengan kekuatan yang besar, di dalam sana aku mendapatkan kekuatan dari benda yang kalian sebut sebagai Elemen Kegelapan. Tapi sepertinya aku juga mengingini kegelapan yang ada di dalam dirimu.” “Horza, jangan biarkan dia menyerap kekuatanmu atau semua yang ada disini termasuk dirimu pasti akan binasa tanpa arti.” Mendengar peringatan Horma, Horsa berusaha menjauh dan keluar dari jangkauan serang Henri dengan sigap. “Memangnya kalian mau lari kemana? Selama kalian berada di dalam benteng ini takkan ada tempat untuk lari. Jangan lupa kalau tubuh ini memiliki kuasa penuh disini.” “Lari? Kami tidak akan pergi kemana - mana. Kau tidak boleh dibiarkan pergi dari tempat ini karena pasti akan membawa bencana di dunia,” kata Horma. “Walau aku tidak menyukai alasan itu tapi membiarkanmu ke dunia luar seperti akan menjadi masalah besar bagiku di kemudian hari.” Horsa bersiap untuk menyerang Henri bersama. “Kalau begitu majulah kalian berdua dan terima akhir dari perjalanan hidup kalian di tempat ini.” Maka kedua kakak beradik itu bersama - sama menyerang dengan serangan jauh menggunakan bola airnya masing - masing. Tapi sayangnya serangan itu tidak mempan terhadap serangan Henri. Dia masih berdiri tanpa berpindah tempat sedikit pun. “Apakah kalian hanya ingin mengukur kekuatanku. Sungguh cerdik sebagai Medallion tingkat tinggi. Eh bukan kau bukan termasuk ke dalam bilangan seorang Medallion lagi? Apakah kau tidak malu masih mengunakan kekuatan itu?” Henri menatap Horsa. “Tutup mulutmu, kekuatan kegelapan tidak dapat menyerang pengguna kegelapan juga. Oleh karena itu aku terpaksa menggunakan kekuatan ini hanya untuk mengalahkanmu.” “Kau sudah banyak belajar ternyata bocah. Kalau begitu berarti aku juga akan menggunakan kekuatanku. Maksudku kekuatan kegelapanku.” Di hadapannya muncul sebuah pusaran dan keluarkan sebuah tongkat berwarna hitam. “Jadi kau adalah pengguna teknik jarak dekat.” Horma menyerang Henri dengan kekuatan yang lebih kuat berupa bola air dalam jumlah banyak secara beruntun. “Mengapa kau begitu terburu - buru.” Henri terkekeh. Dari ujung tongkat tersebut keluarlah sabit bermata dua pada kedua sisinya. Kemudian dia menyerang semua bola air yang ditembakkan oleh Horma dan mengembalikannya dengan warna berwarna hitam serta ukuran yang tiga kali lebih besar. “Nah sekarang bagaimana anak manis? Semoga kau tidak mati hanya dengan serangan pembukaan dariku.” “Bagaimana bisa? Tapi aku takkan kalah dengan serangan balik!” Horma menahan serangan tersebut dengan menciptakan tembok air yang sangat kokoh. Maka semua bola air hitam itu pun dapat ditahan dengan pengorbanan kekuatan yang lebih besar. “Jangan senang dulu anak manis. Tidak akan menarik kalau selesai hanya dengan cara seperti itu.” Bola air itu ternyata menyatu dengan dinding air tersebut sehingga mengubah semuanya menjadi berwarna hitam. “Apa?” Horma berusaha mengendalikan semua air itu tapi tidak bisa karena kekuatan gelap yang ada di dalamnya.  Dinding air itu bergerak mundur mengarah kepada penggunanya sendiri yang adalah Horma. Semua tempat yang dilewati oleh dinding tersebut langsung terkikis akibat kepadatannya yang bertambah. “Apakah kau tidak bisa berbuat sesuatu pada semua air itu Horma?” Horsa berteriak karena sebentar lagi Horma akan terhimpit olehnya ke dinding ruangan. “Aku sudah berusaha tapi kegelapan ini membatalkan semua perintah yang kuberikan,”jawab Horma sambil keluar dari jangkauan serang. “Sial, mengapa kau begitu bodoh sampai menyerang tanpa berpikir panjang.”  “Mana aku tahu dia memiliki kemampuan seperti itu. Lakukan sesuatu karena kau tidak akan mampu melawan orang sendirian.” “Kalau kau bertarung seperti ini maka kematian akan menghampirimu lebih cepat.”  Horsa mengambil beberapa serpihan padat yang ada disitu dan melemparkannya menggunakan air yang dibuat berbentuk pelontar. Begitu serangan tersebut mengarah kepada Henri, dinding air yang mengejar Horma langsung berhenti begitu Henri menahan serangan Horsa. “Kau berbeda dari wanita tidak berakal ini.” Henri menahan serangan Horsa dengan menggunakan sabit miliknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN