Study Tour(1)

1080 Kata
Di setiap tahunnya, SMPN 1 Maja selalu mengadakan kegiatan study tour yang hanya dikhususkan bagi kelas 8 saja. Study tour ini dilakukan untuk sarana refreshing dan sarana menghilang sttres setelah sekian lama melakukan KBM di kelas. SMPN 1 Maja biasanya berkunjung ke Yogyakarta ataupun ke Bali, tetapi tahun ini SMPN 1 Maja berkunjung ke Yogyakarta. Para siswa-siswi begitu antusias, kegiatan study tour adalah kegiatan yang paling dinanti-nanti oleh mereka semua sejak duduk di bangku kelas 7. Di kelas 8H, Bu Ajeng masuk ke dalam kelas. Saat Bu Ajeng masuk ke dalam kelas, sontak kelas itu menjadi sangat sepi, tidak ada yang bersuara sedikitpun. "Assalamualaikum!" "Waalaikumsalam ..." Bu Ajeng duduk di kursi dan mencatat siapa yang tidak hadir dan masuk sekolah di buku absennya. Bu Ajeng berdiri, sepertinya dia akan menjelaskan sesuatu. "Kalian sudah mendengar pengumuman tadi, bukan?" "Sudah, Bu." "Paham dengan apa yang disampaikan oleh pak Jahrudin?" "Paham, Bu." "Untuk nabung bisa mulai dari bulan ini, jangan sampai apa yang diucapkan sama pak Jahrudin tadi terjadi lagi di tahun ini ya. Tahun kemarin ada tuh salah satu siswa yang langsung minta ke orang tuanya pas beberapa hari sebelum hari-H. Langsung orang tuanya menelepon ke sekolah, menjelaskan semuanya, katanya mereka sesak sama biaya sebesar itu gara-gara anaknya langsung minta tanpa nabung sebelumnya, alhasil karena nggak ada uang, ya dia nggak jadi berangkat study tour." "Ibu nggak mau ya, kalau sampai anak-anak di kelas Ibu melakukan hal yang sama. Sepulang sekolah langsung ngomong dan bicarakan soal tabungan ke orang tua, jangan dinanti-nanti kalau bisa hari ini." "Oh iya, ada juga nih orang tua yang komplein tahun kemarin, katanya kenapa biayanya mahal dan setengah juta. Ibu akan jawab di sini ya, sekalian menjelaskan juga ke kalian semua. Biaya study tour sekolah kita bisa dibilang termurah di samping sekolah-sekolah lain, seperti SMP 2 dan SMP 3. Di SMP 2 study tour biayanya hampir 1 juta, sedangkan di SMP 3 biayanya 1 juta 500 ribu rupiah, itu pun belum bekal jajan, hanya biaya study tournya saja. Nah kalau sekolah kita hanya 580 ribu, itupun dengan fasilitas yang lengkap. Dimulai dari sewa bus PP, hotel yang nyaman, makan pagi, siang, sore enak-enak sampai destinasi wisata yang kemana-mana. Jadi sekolah kita ini, termasuk murah biayanya! Nabung 5000-5000 aja perhari, desember nanti tau-tau kekumpul banyak untuk study tour malah lebih. Mau menabung dari sekarang?" "Mau, Bu!" "Sip! Ibu ada cerita inspiratif, ada kakak kelas kalian, dia bawa celengannya yang penuh dengan uang 100 perak, 500 perak, 1000 perak ke koperasi. Kata dia itu untuk study tour, hasil ngumpulin dia dari kelas 7. Dan setelah dihitung hasilnya lebih, Ibu kaget dong lihat anak yang kaya gitu, ngumpulin sisa uang jajan dari 1 tahun yang lalu dan bisa ikut study tour tanpa menyusahkan kedua orang tua. Nah harusnya mah Ibu bilang ini ke kalian waktu kelas 7 ya, tapi Ibu lupa." "Ibu, izin bertanya, study tour kira-kira tanggal berapa sampai tanggal berapa ya?" tanya Bentar. "Setelah pembagian raport semester 1 ya. Berangkatnya sore tanggal 25, sampai pagi tanggal 26. Tanggal 26 sampai 28 full jalan-jalan dan tanggal 28 sore pulang, sampai lagi ke sini tanggal 29. Jadi kalau dihitung ada 5 harian, kalian jangan lupa makan yang banyak karena kita membutuhkan energi untuk menjalankan aktivitas di sana, apalagi di candi borobudur. Di candi borobudur itu nanjak sampai ke atas, tahun kemarin sampai ada yang pingsan." Desember 2018. 4 bulan kemudian, tibalah detik-detik menuju keberangkatan study tour. Pagi sampai sore hujan deras, Avika beserta Syera, Aisyah dan Nena ada di rumah Avika untuk menunggu hujan reda. Mereka berempat sudah siap untuk berangkat. Terlihat mereka semua memakai jaket, baju olahraga SMPN 1 Maja yang panjang dan tentunya memakai hijab. Mereka berempat membawa tas ransel dan menenteng tas kain yang berisi makanan untuk dimakan di bus saat perjalanan nanti. Sebelumnya mereka sudah menyiapkan banyak sekali barang bawaan yang mereka bawa nanti, di antaranya adalah snack, pakaian olahraga, study tour, busana muslim sekolah sampai tongsis untuk selfie nanti. Mereka sudah tidak sabar, rasanya ingin cepat-cepat berangkat ke Yogyakarta. "Kapan ya redanya? Udah dari tadi nunggu. Apa kita terobos aja pake payung ke alunnya?" tanya Aisyah. Bus sudah ada di alun-alun Maja, ada 9 bus yang sudah terparkir menanti kedatangan mereka. "Mendingan terobos aja, Neng. Daripada kalian terlambat, tapi kalian pakai jas hujan supaya nggak kehujanan." Suruh Nenek Sri, yang sudah menyiapkan 4 jas hujan pastik untuk mereka betempat. "Makasih, Nek! Ayo, kita terobos aja, Guys!" ajak Avika, sebari memakai jas hujan pemberian Nenek Sri. "Haturunuhun, Nek!" Syera tersenyum. "Sami-sami, Neng Geulis, ati-ati nya!" balas Nenek Sri dengan senyuman juga sebari melambai-lambaikan tangannya. Mereka berempat sudah memakai jas hujan dan payung, mereka sudah siap untuk berangkat! Sebelum berangkat mereka berdo'a dulu dan meminta restu Nenek Sri, Nenek Sri merestui mereka berempat mengikuti study tour. "Neng Geulis, selama perjalanan, jangan lupa terus berdzikir dan berdo'a, meminta perlindungan Allah SWT. Kalian juga harus jaga sikap, supaya bisa pergi dan pulang dengan selamat, kan inget kalian nanti ada di daerahnya orang lain." "Muhun, Nek." "Ieu, Nenek aya sakedik buat kalian, untuk jajan yeuh," Nenek Sri memberikan 4 amplop yang berisi sedikit uang untuk mereka berempat. "Eh, nggak usah, Nek. Nggak usah, kita udah ada bekal kok, Nek. Nggak usah, Nek, kami jadi nggak enak, hehe," Nena menolak pemberian Nenek Sri, dia begitu tidak enak hati dengan Nenek Sri yang memberikan mereka semua uang jajan lagi. "Udah-udah, kalian nggak usah kaya gitu ah, Nenek kan udah kaya Nenek kalian sendiri jadi udah santai aja." "Hehehe ..." Nenek Sri memang sering memaksa untuk memberikan uang kepada cucunya dan teman-teman cucunya yang datang ke rumah, seperti itulah sikap Nenek Sri. "Kita berangkat dulu ya, Nek. Sekali lagi haturnuhun pisan udah ngasih uang ke kami semua, hehe." Pamit Avika, cengengesan. "Iya, Avika. Tapi ingat ya perkataan Nenek kemarin," "Siap, Nek!" Mereka pun berangkat ke alun-alun Maja, mereka tampak bersemangat walaupun keadaanya hujan, ini sangat menyenangkan sekali untuk mereka. Sesampainya di alun, mereka langsung masuk ke bus nomor 8, bus 8 khusus untuk murid kelas 8H. Di dalam bus hanya ada Bu Ajeng dan Pak Joko yang tengah menatap ponselnya masing-masing untuk menginformasikan ke group kelas agar siswa-siswi segera menuju ke alun-alun Maja agar keberangkatan ke Yogyakarta segera dimulai, belum ada siswa-siswi yang masuk ke dalam bus. "Yang lain belum dateng nih?" tanya Bu Ajeng kepada Avika, Aisyah, Nena dan Syera. "Belum, Bu. Tapi tadi Bentar katanya lagi OTW kesini sama Ripal dan Rafli." "Oh, yaudah atuh, sok kalian duduk dulu wae bisa sambil makan bekal." Suruh Bu Ajeng. "Iya, Bu, hehe ..."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN