Study Tour(2)

1104 Kata
Mereka berempat duduk di jok yang sama, yang ada di paling belakang bersamaan dengan para guru pembimbing mereka yaitu Bu Ajeng dan Pak Joko. Pak Joko adalah guru bahasa inggris yang sangat ramah, dia sering sekali memanjakan para siswa-siswi yang ia ajar, misalkan mengajak kegiatan pembelajaran di luar kelas, bercerita dan lain sebagainya. Pak Joko bisa terbilang guru favorite SMPN 1 Maja. Bu Ajeng terlihat membawa anak perempuannya yang masih berusia 9 tahun, setiap tahun Bu Ajeng memang sering membawa anaknya untuk mengikuti study tour. "Hujannya masih deras ya," ujar Nena yang melihat ke kaca bus. "Iya, deras banget. Jadi takut deh di jalannya kalo hujan begini." Tutur Syera. "Ha'ah, pasti licin dah jalannya," ucap Aisyah, sebari membawa snack kentang dari tas tentengnya. "Udah-udah, kita do'a aja supaya hujannya cepat reda dan nggak ada apa-apa di jalan nanti, aamiin." "Aamiin, ya rabbal alamin ..." Beberapa menit kemudian, datanglah Bentar, Ripal, Rafli, Dita, Ilma, Levina, Alya dan Desti. Mereka semua duduk di jok masing-masing, sekarang bus 8 tinggal menunggu 13 siswa-siswi lagi yang belum sampai. "Hueeek! Hueeekkkk!" baru saja masuk ke dalam bus, mendadak Andra muntah-muntah. Andra datang bersama dengan Muadzin, Mamat, Deda, Riyan, Rijal, Chandra, Ikheu, Ilham, Verra, Nela, Sintia, Popon dan Indri. "Haduh, siapa yang muntah itu!" teriak Nena. "Andra, astaghfirullah! Ke toilet aja dulu, Ndra!" suruh Pak Joko. "Iya, Pak ..." Andra selalu muntah saat masuk ke bus yang terdapat pengharumnya, karena pengharum bus sangat menyengat. Andra ke kamar mandi dan melanjutkan muntahnya di sana. Andra keluar setelah beberapa lama ada di kamar mandi. "Ndra, kamu nggak sakit, kan?" Bu Ajeng memastikan keadaan Andra baik-baik saja. "Nggak, Bu. Saya cuman muntah gara-gara pengharum bus yang sangat menyengat sekali." Jawab Andra, ia kleyengan akibat muntah tadi. "Hueekkk! Hueekkk!" "Yaudah atuh, kamu duduk aja, makan yang hangat-hangat dan jangan lupa kasih minyak angin perutnya supaya agak mendingan ya." "I-iya, Bu." Andra duduk di jok paling depan bersama dengan Rijal, Chandra dan juga ilham. Sekarang bus 8 sudah terisi penuh oleh semua siswa-siswinya, bus 8 siap untuk berangkat, sekarang mereka tinggal menunggu bus lain saja. "Kamu bekal apa, Ndra?" tanya Rijal Kahpi. "Aku bawa bekal snack, roti dan minuman buah-buahan, ada yoghurt. Nih kalau mau," Andra memberikan yoghurt pada Rijal Kahpi. "Makasih ya, Ndra." "Pengen roti juga dong, roti keju lapis." Ujar Rijal Kahpi, sebari cengengesan kepada Andra. "Nih," Andra memberikan roti lapis pada Rijal Kahpi. "Haturthank yuuu!" "Ah, udah minta ngelunjak lagi!" sindir Chandra sebari memainkan ponsel. "Nyindir, ya?" Rijal Kahpi merasa tersindir. "Henteu, eta mah rumaos anu ngarasa wae ..." "Udah, nggak apa-apa, lagian nggak mungkin aku ngabisin bekal segini banyaknya." Ucap Andra dengan santai. "Nah, itu Andra nggak ribet, situ malah ribet." Sindir Rijal Kahpi kepada Chandra. Di jok barisan kedua, ada Verra, Sintia, Nela dan Popon. Nampak mereka berempat sedang merias wajah agar make upnya tidak luntur akibat hujan yang deras tadi. "Uhh, bener-bener hujan tadi bikin make up luntur!" ungkap Popon sebari memakan seblak. "Iya nih, huhu." Nela, sebari merapihkan bedak di pipi. "Eh, Guys. Mau es cincau mangga nggak? Ini nih aku jualan, siapa tau kalian mau beli," kata Popon, di bus ia membawa sebuah kotak es yang berisi es cincau mangga. "Wihh! Berapaan, Pon?" "1nya 15 ribu aja, isinya juga bisa untuk berdua lho!" ujar Popon, menawarkan produk esnya. "Ihh, mauu! Kayanya enak deh, btw isinya apaan?" tanya Nela. "Isinya ada cincau, mangga, mutiara, sarang burung, agar-agar, mie jelly! Terus kuahnya tuh enak banget karena terbuat dari s**u murni dan s**u kental manis vanilla lainnya yang lagi hits sekarang!" "Atuh, pengenn! Akoh beli 1 dong!" Nela langsung membeli es cincau buatan Popon. "Nih! Makasih ya." Popon memberikan es cincau, dan menerima uang 15 ribu dari Nela. "Pengenn, tapi diskon ya?" Verra, menawar. "Yaahh, nggak bisa diskon, Ver, takut mamah aku marah, hehe ..." "Yaudah deh, beli 1 ya." "Oke!" "Sintia, mau beli nggak?" "Nggak ah, lagi teu arenak kieu udaranya." Ucap Sintia. "Pon, Ibu beli 1, ini si Eneng mau'eun cenah, kabita jeung es cincau." Bu Ajeng membelo es cincau mangga Popon. "Wahh, boleh, Bu." Popon langsung memberikan es cincau dan menerima uang dari Bu Ajeng. "Makasih banyak ya, Bu." "Iya, Pon." Ikheu dan Indri ada di jok sebelah Popon beserta kawan-kawan, mereka berdua hanya duduk berdua karena tidak ada lagi siswa perempuan yang ada di kelas. Ikheu dan Indri menjadikan jok tengah sebagai tempat barang bawaan. Terlihat Indri membawa banyak sekali produk kecantikan dimulai dari skincare, masker wajah dan lain sebagainya, Indri rencananya akan berjualan di hotel ataupun di tempat-tempat ramai lainnya. Indri memang sangat suka berjualan, dia pun mendapatkan penghasilan dari jualannya itu walaupun hanya menjadi reseller kecil-kecilan. Sebelum keberangkatan, terlebih dulu Bu Ajeng mengabsen anak muridnya dari absen pertama sampai absen terakhir, hal ini dilakukan untuk mencegah kehilangan siswa-siswi. Setelah absensi selesai, ada telepon dari pak Jahrudin. "Halo, assalamualaikum?" "Waalaikumsalam. Ada apa, Pak?" "Bu, bus-bus sudah siap, sekarang saatnya berangkat!" "Oh, iya atuh. Baik, Pak." "Jangan lupa untuk berdo'a ya, Bu, sebelum keberangkatan." "Siap, Pak!" "Mohon perhatiannya, Anak-Anakku. Sekarang juga kita akan berangkat, sebelum keberangkatan marilah kita berdo'a kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan, kelancaran dan keselamatan dalam melakukan kegiatan ini, berdo'a dimulai!" "Bedo'a selesai." "Pak, berangkat!" ujar Bu Ajeng pada supir bus yang bernama Pak Tamrin. "Siap!" Ngengg! Bus 8 mulai berangkat, begitupula dengan bus-bus lainnya. Ada 9 bus yang berangkat di dalam keadaan hujan yang masih sangat deras dari tadi. Setiap bus pasti wali kelas dan 1 guru lainnya menemani. Bus 1 merupakan bus utama yang penuh karena banyak guru yang ada di sana. Selama keberangkatan study tour, ada yang makan snack, nasi rames, minum, selfie, ngerumpi, bercerita, yang membuat konten vlog perjalanan, diam saja, sampai ad yang menonton televisi. Di setiap bus ada televisi, mereka semua nampak menikmati tontonan televisi di dalam bus. Di dalam bus 8, nampak Avika, Aisyah, Nena dan Syera sedang berbincang-bincang seru. "Vik, aku mau nanya deh. Tadi nenek kamu bilang katanya kemarin kamu dikasih pesan, pesan apa? Aku penasaran, hehe," Nena, cengengesan. "Iya, pesan apa? Pesan oleh-oleh ya?" tebak Aisyah, yang sekarang sedang makan snack kentang. Sudah ada 2 bungkus snack kentang yang ia habiskan tadi, mungkin jajanan Aisyah akan habis sebelum sampai di Yogyakarta nanti. "Nggak, bukan oleh-oleh." "Terus apa dong, Vik?" tanya Syera, yang ikut penasaran juga. "Hmmm, tapi jangan kasih tau ke siapa-siapa, ya? Soalnya ini rahasia." "Ashiap, gampang itu mah, janji kita nggak akan kompor!" "Sebenernya nenek Sri ngasih tau ke aku kalau jangan sesekali dekat sama warga di Desa Zahreela, apalagi mengulik lebih jauh tentang apapun yang ada di Desa Zahreela." "Desa Zahreela? Itu kan desa yang banyak cagar alamnya dan salah satu destinasi wisata yang bakalan kita kunjungi," Aisyah, sangat serius.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN