Dimensi Lain

1023 Kata
Malam tiba kembali, Amanda terbangun di tengah gelapnya malam di sebuah kamar yang rumah sakit yang diskat gorden, kamar itu sangat sunyi. Terlihat Amanda diinfus, lalu kaki dan kepalanya diperban. Amanda tidak bisa bergerak karena badannya lemas, dan kakinya terasa perih. "I-Ini di mana?" Tanya Amanda, lemas. "Lo di rumah sakit, Da. Kemarin lo kan didorong Roshni." Ujar Athalla yang tiba-tiba saja datang dengan Amayra. Amayra dan Athalla nampak membawa satu piring besar yang berisi nasi dan laukpauk khas rumah sakit, untuk Amanda yang terbaring lemah di ranjangnya. "Eh, kalian. Makasih banget." Amanda, terharu dengan kedatangan Athalla dan Amayra. Namun, ada yang aneh. Athalla dan Amayra saat itu tidak ceria seperti biasanya, mereka malah datang dengan wajah yang datar, mungkin karena sudah malam, jadinya mereka seperti ini. "Ini makan dulu ya, Da." Athalla. "Gue suapin ya." Tambahnya. "Iya, Thal." Athalla menyuapi Amanda. "Gue aja deh, Thal. Gue bisa sendiri." Amanda bangkit dan membawa makanannya. "Thal, May, lo tau enggak, si Roshni itu memang saktimandraguna sekarang. Kita kayanya harus tobat deh, kita jangan ngelawan siapapun lagi, nanti malah kita sendiri yang bakalan dapat karma dari perbuatan kita." "Hmmm, jujur, pasti kalian berdua nganggap sikap gue aneh. Tapi, kalau terus dilanjutin si Roshni itu lama-kelamaan bakalan buat kita lebih parah dari ini." Tambah Amanda. "Maunya sih, setelah gue balik dari rumah sakit, gue bakalan minta maaf ke Roshni bareng lo berdua. Gimana? Setuju?" Tanya Amanda, kepada Athalla dan Amayra. Athalla dan Amayra diam, dengan perkataan Amanda. Mereka berdua tidak merespon apapun, bagaikan orang yang kehilangan arah. "Thal? May?" "Kalian sadar enggak sih?" Amanda mulai merasakan sesuatu yang janggal. "Woy!" Amanda, sedikit berteriak. "Hihihi ..." Athalla dan Amayra tertawa cekikikan serentak, mereka berdua tertawa bagaikan seorang makhluk ghaib. "May! Thal! Sadar! Ini udah malem, bukan waktunya bercanda!" Sentak Amanda, serius. "Hihihi ..." "May, Thal!!" Teriak Amanda, yang mulai ketakutan dengan tingkah kedua temannua itu. Athalla dan Amayra menyatu, mereka berdua menjadi siluman kuda dengan empat kaki sekaligus dan dua badan! Gompranggg! Makanan yang sedang dibawa oleh Amanda seketika terjatuh karena sangking kagetnya. "K-Kalian siluman kuda?" "Gue juga!" Tiba-tiba Amanda yang lain muncul dari tengah-tengah Athalla dan Amayra, sekarang mereka siluman kuda dengan tiga badan manusia yang menyatu! "Astaga! I-Itu gue!" Jerit Amanda, panik. "G-Gue harus pergi! Gue harus pergi!" Amanda melepas infusannya dengan keras, seketika darah mengucur dari tangannya, walaubegitu rasa sakit yang ia rasakan tak sebanding dengan ketakutannya yang melihat siluman kuda. Amanda berlari meninggalkan kamar, Amanda berlari di lorong-lorong rumah sakit yang gelap dan dipenuhi dengan kabut asap yang muncul secara tiba-tiba. "Tolong! Tolong! Tolongg!" Dug! Dug! Dug! Siluman kuda dengan tiga manusia tadi mengejar Amanda dengan sangat cepat. Amanda terus berlari ketakutan, anehnya ia tak kunjung menemukan orang-orang di rumah sakit, ditambah lagi ia lihat rumah sakit itu sangat kotor, banyak darah, tulang-belulang, obat-obatan yang membusuk dan juga semuanya berantakan bagaikan sudah ditinggalkan selama berpuluh-puluh tahun. Ini sangat aneh, apa jangan-jangan ini mimpi? Karena kelelahan, Amanda masuk ke dalam salah satu kamar rumah sakit yang kosong, ia mengunci rapat-rapat pintu kamar itu dengan sangat rapat. Ia lalu merebahkan dirinya dan bersembunyi di dalam selimut tebal. "Ini k-kenapa kok gue kaya sendirian di rumah sakit? Takut banget ..." batinnya, bergidik ketakutan. "Nak, buka, Nak." Di saat Amanda sedang dirundung ketakutan, ada seorang perempuan tua yang datang entah darimana. Ia mengelus-elus kepala Amanda yang ditutup selimut. "Mungkin dia manusia." Amanda sudah lega, ia membuka selimutnya. Akan tetapi ... "Nak ..." Amanda melihat dirinya sendiri yang kini wajahnya sangat tua bagaikan orang yang berusia 200 tahun, Amanda seketika berteriak dan menjauh. Ia membuka pintu kamar, dan berlari dari sana. Siluman kuda tadi lebih sigap, siluman itu langsung mencekik Amanda di saat Amanda keluar dari kamar. "Argh! Tolong! Lepasin! Lepasin!" Ujar Amanda, penuh kesakitan di lehernya. "Lo harus nanggung akibatnya!" Jerit hantu Amayra, Athalla dan Amanda yang menjadi siluman kuda, secara bersamaan. "Jangan-jangan, ini perbuatan Roshni! Argh!" Batin Amanda, kesal. Cekikan siluman kuda, lambat-laun membuat Amanda sempoyongan, lalu Amanda pingsan di lorong rumah sakit dengan memuntahkan busa yang berwarna hitam. "Amanda! Bangun, Da! Bangun!" Teriak suara remaja perempuan yang tak asing tetdemgar di telinganya. Amanda membuka kedua matanya secara perlahan-lahan. "Amayra?" Ternyata dia adalah Amayra. "Bangun, Da! Bangun!" Athalla, berteriak kecil. "Kita d-dimana?" Tanya Amanda, lemas. "Kita ada di dimensi lain, Da!" Ucap Amayra, memberitahu Amanda. "Hah? Dimensi lain?" "Iya, Da! Coba liat di sekeliling lo!" Athalla, dengan wajah yang penuh ketakutan. Amanda bangkit, dan melihat ke sekelilingnya. Oh, astaga, Amanda tersadar di kamar rumah sakit yang dindingnya penuh dengan darah degar! Lalu terlihat dari jendela banyak sekali suster-suster, dokter dan para pasien yang berlalu lalang. Muka mereka sangat menyeramkan, ada yang wajahnya sangat tua bagaikan sudah hidup 500 tahun, ada anak kecil yang sangat amat putih kulitnya bagaikan s**u dengan mata yang hitam dan kepala pelontos, ada seorang pocong yang terbang, ada seorang suster yang tanpa memiliki tangan, dan kaki, ada juga dokter berjalan tapi tanpa kepala. "Aaaaa!" Seketika Amanda langsung berteriak, karena melihat semua itu secara langsung. "K-Kenapa kita ada di sini, Thal? Kenapa?" Tanya Amanda, takut. "Gini, Da. Habis olahraga, kita berdua ke kelas, di kelas kosong melongpong, kagak ada orang. Tiba-tiba datang si Roshni yang jadi siluman kuda, terus dia cekik kita. Dan tau-tau kita ada di lorong rumah sakit ini yang ternyata berbeda dimensi. Pas kita sadar, kita dilewatin sama beberapa makhluk ghaib, sampe akhirnya kita kabur dan kita nemuin lo tergeletak juga di lorong rumah sakit paling ujung yang sepi tapi dengan keadaan lo muntah cairan busa yang berwarna hitam. Karena khawatir, kita bawa lo ke kamar ini." Jelas Athalla, dengan sangat detail. "Jadi ini semu perbuatan Roshni?" "Iya, Da! Ini semua kayanya dalangnya Roshni!" Tebak Athalla. "Aduh, bener-bener dia, Thal. Dia balas dendam tapi sampe segininya sama kita." "Bener, dia jahat banget." Amayra. "Hooh, nanti kita bales lagi aja kalo kita udah keluar dari sini!" Ujar Amanda. "Gimana caranya, Da?" "Dulu Kakek gue pernah bilang, kalo kita berada di dimensi lain, kita harus cari portal untuk kembali ke alam kita." Amanda. "Tapi dimana? Gue sama Amayra tadi ngelilingin rumah sakit ini, dan kita berdua kagak nemuin apapun!" Ungkap Athalla, putus harapan. "Kita keluar lagi, dan kita cari sampe ketemu." Amanda.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN