Labirin Dimensi Ghaib

1081 Kata
"Amanda! Bangun, Da! Bangun!" Teriak suara remaja perempuan yang tak asing tetdemgar di telinganya. Amanda membuka kedua matanya secara perlahan-lahan. "Amayra?" Ternyata dia adalah Amayra. "Bangun, Da! Bangun!" Athalla, berteriak kecil. "Kita d-dimana?" Tanya Amanda, lemas. "Kita ada di dimensi lain, Da!" Ucap Amayra, memberitahu Amanda. "Hah? Dimensi lain?" "Iya, Da! Coba liat di sekeliling lo!" Athalla, dengan wajah yang penuh ketakutan. Amanda bangkit, dan melihat ke sekelilingnya. Oh, astaga, Amanda tersadar di kamar rumah sakit yang dindingnya penuh dengan darah degar! Lalu terlihat dari jendela banyak sekali suster-suster, dokter dan para pasien yang berlalu lalang. Muka mereka sangat menyeramkan, ada yang wajahnya sangat tua bagaikan sudah hidup 500 tahun, ada anak kecil yang sangat amat putih kulitnya bagaikan s**u dengan mata yang hitam dan kepala pelontos, ada seorang pocong yang terbang, ada seorang suster yang tanpa memiliki tangan, dan kaki, ada juga dokter berjalan tapi tanpa kepala. "Aaaaa!" Seketika Amanda langsung berteriak, karena melihat semua itu secara langsung. "K-Kenapa kita ada di sini, Thal? Kenapa?" Tanya Amanda, takut. "Gini, Da. Habis olahraga, kita berdua ke kelas, di kelas kosong melongpong, kagak ada orang. Tiba-tiba datang si Roshni yang jadi siluman kuda, terus dia cekik kita. Dan tau-tau kita ada di lorong rumah sakit ini yang ternyata berbeda dimensi. Pas kita sadar, kita dilewatin sama beberapa makhluk ghaib, sampe akhirnya kita kabur dan kita nemuin lo tergeletak juga di lorong rumah sakit paling ujung yang sepi tapi dengan keadaan lo muntah cairan busa yang berwarna hitam. Karena khawatir, kita bawa lo ke kamar ini." Jelas Athalla, dengan sangat detail. "Jadi ini semu perbuatan Roshni?" "Iya, Da! Ini semua kayanya dalangnya Roshni!" Tebak Athalla. "Aduh, bener-bener dia, Thal. Dia balas dendam tapi sampe segininya sama kita." "Bener, dia jahat banget." Amayra. "Hooh, nanti kita bales lagi aja kalo kita udah keluar dari sini!" Ujar Amanda. "Gimana caranya, Da?" "Dulu Kakek gue pernah bilang, kalo kita berada di dimensi lain, kita harus cari portal untuk kembali ke alam kita." Amanda. "Tapi dimana? Gue sama Amayra tadi ngelilingin rumah sakit ini, dan kita berdua kagak nemuin apapun!" Ungkap Athalla, putus harapan. "Kita keluar lagi, dan kita cari sampe ketemu." Amanda. "Lo yakin?" "Yakin! Setau gue, kalo kita masuk ke demensi lain, maka kita yang bakalan jadi makhluk-makhluk ghaibnya, jadi kita bisa ngeliat mereka tapi mereka enggak bisa ngeliat kita." "Ohh, pantesan aja mereka semua enggak anggep kita berdua." "Yaudah ayo, Da." "Ayo!" Di sisi yang lain, yaitu alam kabut. Syera kembali dari alam bumi, ia menemui sang Ibu yaitu Shalaka di ruangan singgasana. "Ibu?" "Eh, Syera. Dimana Roshni?" Tanya Shalaka. "Maaf, Bu. Roshni di bumi malah melakukan tindakan pembalas dendam besar-besaran kepada Amanda, Athalla dan Amayra selama lima hari berturut-turut, sampai-sampai mereka bertiga terjebak di dalam dimensi alam ghaib." "Astaganaga! Ini gawat sekali! Ratu Roshni lalai! Kalau ia terus membalas dendam, maka Roshni akan mendapatkan dosa dan kerugian! Selain itu ... alam kabut juga tidak akan terawat!" "Oh iya, Bu. Syera lupa, di hari ke-4 Ratu Roshni menjadi Bhaisasuri dengan empat kaki kuda." "Hah? Ya ampun, Nak! Berarti ... berarti ... Bhaisasuri sudah bebas!" "Ini tidak mungkin, Bu. Syera lihat di ruang bawah tanah, pemakaman Nenek Ajeng masih ada, dan seperti biasa arwah Nenek Ajeng mencaci maki Syera." "Jadi bagaimana, Bu? Tidak mungkin terus kita biarkan." "Sekarang juga Ibu akan menemui Nenek Ajeng di ruangan bawah tanah dan mengintrogasi Saloni." Kembali lagi ke alam bawah tanah, Amanda bersama kawan-kawannya sedang mencari portal untuk kembali ke alam dunia mereka. Mereka bertiga terus mencari, sebari menutup hidung mereka masing-masing karena bau bangkai, rumah sakit dan darah yang menyatu. Bau-bau'an itu membuat mereka bertiga pusing bukan kepalang. Sampai pada akhirnya mereka sampai di lantai dua, dari lantai dua terligat sebuah kolam ikan yang ada di lantai satu. Kolam ikan itu sangat besar, dan dipenuhi dengan ikan-ikan yang hanya tulang-belulang saja sedang berenang di air yang sangat hitam dan keruh. "Girls, gue udah kagak tahan lagi mau keluar. Hueek!" Athalla memuntahkan sisa makannnya ke lantai rumah sakit. "Sama, Thal. Bawaannya mual, sama pusing, rasanya gue mau pingsan karena bau ini semua. Di rumah sakit di alam bumi aja udah keleyengan, apalagi ini di alam ghaib. Haduh ..." Amanda memegang kepalanya, ia tak tahan juga dengan bau-bau'an yang terus ia hirup. "Iya, tapi mau gimana lagi, Da, Thal. Gue juga lemes." Ungkap Amayra. "Hahahaha." Roshni dengan wajah yang penuh borok dan berkaki kuda. Mereka bertiga sempat kaget melihat wujud Roshni yang sangat amat menyeramkan seperti ini. Amayra mundur, dan bersembunyi di belakang Athalla. "Kalian pada tersiksa? Iya? Syukurin! Hahaha ..." "Tega amat ya lo, Roshni!" Amanda, melotot kepada Roshni "Iya, tega-teganya ya lo buat kami kaya gini." Athalla. "Dasar, Munafik! Lo pada kagak mau diginiin, tapi kemarin-kemarin sampe gue sujud di kaki kalian, kalian malah acuh dan nyiksa gue. Seperti kata pepatah, apa yang kau tanam maka itu yang akan kau tuai, jadi gue kagak salah dong." Roshni, tersenyum. "Gue bully lo, karena lo pantes dibully, dulu aja wajah lo kaya kuali gosong tau enggak?" Amanda, menantang. "Apa lo bilang? Dasar kagak ada otak lo!" Roshni mendorong mereka bertiga ke dalam kolam dengan sangat kencang. "Aaaaaaaa!" Dari lantai dua, Amanda, Athalla dan Amayra terjebur ke kolam ikan besar yang ada di rumah sakit. Byuurrr! Mereka bertiga langsung tenggelam ke dalam kolam ikan. Namun anehnya, mereka terus saja masuk ke dalam bagaikan ditarik sesuatu. Mereka terus saja tenggelam, tenggelam dan tenggelam sampai mereka tak melihat apapun karena sangking dalamnya mereka masuk ke dalam kolam itu yang dulunya merupakan sungai yang dalam. "Amanda, Athalla, Amayra. Lo harus dipukul!" Roshni datang dengan wujud duyung, lalu ia memukul mereka bertiga dengan menggunakan trisula. Badan Amanda, Athalla dan Amayra kesakitan luar biasa, mereka bertiga tak sanggup lagi untuk menahannya. Karena pukulan Roshni, punggung mereka bertiga penuh dengan darah sampai-sampai sungai di sana menjadi sungai darah mereka. "Ini adalah hari terakhir pembalasan dendam gue! Jadi gue bakalan habisin kalian!" Jerit Roshni di dalam air. "Ampun, Rosh! Ampun! Gue nyesel, Rosh! Gue nyesel!" Teriak Amanda di dalam air, dengan susah payah. "Maaf-maaf-maaf! Kagak ada gunanya lo bertiga minta maaf! Sini gue habisin!" Roshni membalikan trisulanya, lalu ia menusuk perut mereka bertiga dengan trisula berkali-kali, seketika mereka bertiga langsung mati di tangan Roshni. "Hahahaha! Mampus!" Dulu Amanda dan kawan-kawannya yang ingin menghabisinya, tetapi sekarang Roshni yang malah menghabisi mereka bertiga dengan cara yang sangat mengerikan. Tingkah Roshni tidak patut ditiru, apalagi dicontoh. Amanda dan kawan-kawannya memang salah, namun tak sepatutnya Roshni membalasnya dengan kejahatan yang serupa. Jika begini apa bedanya Roshni dengan mereka bertiga yang tak bermoral?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN