Leap

1567 Kata
Kebaikan akan selalu menang di saat melawan kejahatan, pepatah itu serupa dengan kemenangan kita sekarang. Meskipun kejahatan itu sebesar apapun, tetapi kekuatan agama dan kebaikan tidak akan dapat terkalahkan. Sekarang istana alam kabut dibangun kembali dengan kekuatan super yang dimiliki Roshni dan Shalaka. Istana alam kabut terlihat lebih indah dari sebelumnya, istana alam kabut diubah berwarna biru awan yang sangat enak dipandang. Setelah pemulihan dan penataan kembali istana alam kabut selesai, Roshni beserta yang lainnya membebasan para jin baik, yang merupakan rakyat alam kabut dari sel tahanan penjara bawah tanah, mereka semua lalu dikumpulkan di ruang sidang istana karena Roshni dan Shalaka akan mengumumkan sesuatu hal yang sangat penting. Di malam yang cerah itu, mereka bisa berkumpul lagi di ruang sidang istana. Di sana pula ada teman-teman Roshni yang dari bumi. "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, di sini saya Roshni Virgianisa, Ratu Kabut baru kalian memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang pernah saya buat kemarin. Karena dendam, saya malah masuk ke jalan yang salah dan terbelenggung kemusyrikan, saya benar-benar menyesal dengan perbuatan saya, karena perbuatan saya ini ... alam kabut malah dikuasai oleh jin jahat, sementara kalian disekap di penjara bawah tanah. Saya memohon maaf sebesar-besarnya. Mulai detik ini, saya tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah berbuat lagi. Saya bertaubat, semoga kalian memaklumi saya karena mungkin saya kaget dengan alam yang baru saya lihat ini ..." "Tidak apa-apa, Ratu. Kami memakluminya, lagian Ratu Roshni juga masih dalam masa remaja, biasanya remaja tidak bisa mengendalikan emosimya. Akan tetapi jangan sampai Ratu mengambil jalan syirik lagi dengan menerima bantuan jin jahat, karena itu dosa besar, Ratu. Kami tidak mau mempunyai pemimpin yang syirik dan sangat pendendam, karena pada hakikatnya kita harus saling memaafkan." Kata salah seorang rakyat alam kabut. "Iya, saya berjanji tidak akan syirik dengan meminta bantuan jin jahat lagi." "Bagus, Nak. Nak, kalau kamu ada apa-apa, baiknya ngomong ke Bibi ya atau Syera ... supaya kamun tidak pergi ke jalan yang salah seperti kemarin, Nak. Kami sebenarnya sudah memberikan pesan ini ke kamu sejak pengakatan kamu sebagai ratu kabut minggu lalu." "Iya, Bi. Roshni sekarang akan mengatakan masalah apapun yang terjadi kepada kalian." Roshni. "Baiklah, Nak." "Dokter Shourvori, Bi Yana, Aisyah dan kawan-kawan lainnya, terimakasih ya sudah membimbing aku lagi ke jalan yang benar. Kalau enggak ada kalian, pasti aku udah menghancurkan SMAN 1 Nusa hari ini." Ucap Roshni, sebari meneteskan air mata kebahagiaan karena mempunyai sahabat seperti mereka semua yang menuntunnya di jalan kebaikan. "Iya, Roshni. Santai aja, hehe. Karena sahabat yang baik itu, sahabat yang membawa sahabatanya ke jalan kebaikan dan merubahnya ke jalan kebaikan juga." Aisyah, tersenyum dan sangat bahagia. "Betul!" Bi Yana, menambahkan. "Sekarang alam kabut sudah tentram." Syera, senang. "Dengan berakhirnya riwayat jin jahat di alam kabut, maka kisah kita berakhir sampai di sini. Semoga kedepannya tak ada lagi berbagai masalah yang datang ke alam kabut, aamiin." Shalaka, berdoa. "Aamiin." "Hidup Ratu Roshni!" "Hidup!" "Hidup Ratu Roshni!" "Hidup!" "Hidup Ratu Roshni!" "Hidup!" "Hidup Ratu Roshni!" "Hidup!" "Hidup Ratu Roshni!" "Hidup!" Sejak kemenangan mereka di pertempuran melawan jin jahat, alam kabut tidak pernah diganggu ataupun terkena diserang jin-jin jahat lagi. Sejak itu alam kabut tentram, aman dan damai. Roshni menjadi pimpinan alam kabut yang baik, ia bisa mengurus alam kabut melebihi sang Ibu. Roshni pula tetap bersekolah di dunia manusia, ia tetap melanjutkan masa depannya di kedua alam. 1 tahun kemudian ... Semuanya sudah membaik, sekarang alam kabut menjadi damai dan sejahtera. Sudah 1 tahun Roshni menjabat sebagai seorang ratu di kerajaan kabut, dia sangat senang, menjadi seorang ratu bisa melatih dasar kepemimpinannya. Semenjak kejadian yang menimpanya tahun lalu, membuat Roshni semakin dewasa. Kini, Roshni sudah tak memiliki pikiran dan mental cepu lagi sebagai remaja sekolah yang selalu ditindas, sekarang Roshni berubah menjadi remaja yang penuh dengan tanggung jawab dan berpikiran dewasa, dia menjadi lebih berani dalam menghadapi masalah apapun. Di sekolahnya, Roshni menjadi ketua osis bersama dengan Abhizar, Abhizar menjadi wakil ketua osis di SMAN 1 Nusa. Sejak Tara meninggal dunia dan mengucapkan salam perpisahan kepada Roshni untuk terakhir kalinya, ayah Roshni yang bernama Dimas memutuskan untuk menekuni bisnisnya di London, Roshni ditinggal sendiri di Indonesia. Tadinya Dimas akan menitipkan Roshni ke kedua orang tuanya, tetapi atas permintaan Roshni yang sangat ingin tinggal di pondok pesantren membuat Dimas mengiyakan permintaan Roshni. Dengan Roshni tinggal di pondok pesantren, akan membuat Roshni paham akan agama. Ini kebetulan, ternyata di pondok pesantren Dimas bertemu Mak Suha pemilik kos-kossan di Majalengka yang ternyata pengasuh Dimas dulu sewaktu kecil. Selain memiliki kos-kossan, Mak Suha juga memiliki usaha di pondok pesantren. Karena Mak Suha sangat aktif di pengajian pondok pesantren milik Aisyah, membuat Mak Suha lambat-laun diangkat menjadi kepala mini market pesantren dan juga ketua masjid pondok pesantren Aisyah khusus Ibu-Ibu. Dimas semakin tenang, Dimas menitipkan Roshni pada Mak Suha. Tepat setelah kenaikan kelas, Roshni resmi tinggal di pondok pesantren, Dimas juga berangkat ke London untuk waktu yang sangat lama, Dimas akan datang ke Indonesia setiap perayaan idul fitri dan idul adha nanti. Walaupun tinggal jauh dari orang tuanya dan saudara-saudaranya, Roshni tetap bahagia, ia masih punya keluarga di alam kabut dan pondok pesantren. Hari-harinya semakin indah saja, ia sangat bersyukur. Selama di pesantren, Roshni tak pernah meninggalkan sholat-sholat wajib dan sholat-sholat sunnah, ia juga melakukan puasa senin-kamis, sebab itulah kehidupannya semakin indah di setiap harinya. Libur semester sudah usai, selama 2 minggu lebih Roshni dan kawan-kawannya beristirahat dari sekolah. Pagi ini, semuanya akan kembali masuk seperti biasanya. Berbeda dengan di rumah, setiap pagi Roshni bangun, ia langsung mandi dan berwudhu, setelah itu Roshni melakukan sholat berjamaah serta berdzikir bersama santriwati-santriwati lainnya, sesudah melaksanakan sholat dan dzikir Roshni langsung mengikuti ngaji pagi yang berupa pengajian kitab kuning yang dipimpin oleh ibu dan saudara-saudara Aisyah. Ngaji pagi ini tak lama, hanya 30 menit setelah itu selesai. Tepat di jam 5.30, Roshni dan para santriwati lainnya melakukan sarapan, sesudah sarapan mereka berangkat ke sekolah masing-masing untuk menempuh pendidikan. Di pondok pesantren ini ada sekolah, tapi untuk santri-santriwati kalong bisa bersekolah di luar pesantren. SMAN 1 Nusa ramai, semua siswa-siswi masuk ke kelas baru mereka masing-masing, tanpa ada pengacakan kelas lagi. Jam sudah menunjukkn pukul 7.40, waktunya mereka melakukan upacara bendera, di upacara bendera ini sangat spesial karena akan ada penyambutan siswa-siswi yang baru saja masuk. Ada banyak sekali siswa-siswi baru di SMAN 1 Nusa. Roshni sebagai ketua osis akan mengatur MPLS hari terakhir yang akan dilaksanakan pagi ini sampai siang. Siang menjelang, di istana alam kabut Shalaka, perdana menteri alam kabut sedang memperhatikan danau kabut yang ada di samping istana. Syera datang, menanyakan apa yang sedang diperhatikan Shalaka sampai seserius itu. "Nak, Ibu merasakan sebuah getaran yang sangat besar dari danau kabut ini, rasanya akan ada sesuatu yang datang kemari ..." "Getaran? Tapi Syera tidak merasakan getaran apapun, Ibu ..." "Apa mungkin itu hanya perasaan Ibu saja?" Syera, menebak. "Tidak, Nak. Jelas-jelas Ibu merasakan getaran itu ..." "Ibu akan menyelam ke danau kabut, Nak. Kamu tunggulah di sini ..." "Tapi itu berbahaya, Bu! Jika lama-lama di dalam danau, maka Ibu akan tidak bisa bernapas dan terbakar karena panasnya air danau kabut," "Itu jika lama, Ibu hanya sebentar," Shalaka yang penasaran, memaksakan diri masuk ke dalam danau kabut. Di dalam sana, Shalaka menemukan sebuah kerang mutiara raksasa yang sangat besar dan berkilauan. Shalaka tersenyum, ia kembali ke dasar untuk memberitahukan apa yang ia lihat kepada putrinya. "Nak, Ibu mempunyai kabar baik!" "Apa itu, Bu?" "Ratu kabut terdahulu akan kembali selama beberapa waktu ke alam kabut, Nak! Dia adalah ratu Anjani, nenek buyut kita semua!" ungkap Shalaka, sangat girang dengan pesan yang baru saja ia sampaikan. "Wahh, ini kabar yang sangat baik, Bu! Kapan beliau datang?" "1 minggu lagi, Nak! Beliau akan keluar dari kerang mutiara dengan sendirinya ..." "Sebelum beliau keluar dari kerang mutiara akan ada pertanda terlebih dahulu dari danau, danau ini akan berwarna merah muda dan akan mengeluarkan kupu-kupu dari dalam ... kalau kamu melihatnya segera beritahu Ibu ya, Nak," "Ini ajaib! Baik, Bu! Syera akan langsung memberitahukan Ibu jika Syera melihatnya." Malam tiba, Roshni datang ke alam kabut untuk mengurus kerajaan. Di altar kerajaan, Shalaka memberitahukan Roshni tentang rencana kedatangan ratu kabut terdahulu sebentar lagi. "Jadi setiap 10 tahun sekali, ada ratu kabut yang kembali datang ke alam kabut, setiap ratu kabut yang datang selalu berganti-ganti, biasanya ia datang dari kerang mutiara yang ada di danau kabut, Rosh ..." "Tujuan ratu kabut terdahulu datang adalah untuk melihat kondisi alam kabut yang sekarang. Biasanya ratu kabut akan singgah selama beberapa bulan lalu kembali lagi ke kerang mutiara ajaib ..." "Yang akan datang sekarang adalah ratu Anjani, nenek buyut kita semua, beliau sangat baik hati dan ramah kepada semua orang. Nanti saat dia datang kesini, pasti dia akan bangga kepada kamu, Nak ... kamu adalah ratu kabut termuda yang pernah ada, lihat saja nanti," Shalaka tersenyum bangga kepada Roshni. Roshni membalas senyuman Shalaka, ia sangat tak sabar dengan kedatangan ratu Anjani. Keesokan harinya, Roshni yang sangat bergembira dan senang mendengar ratu Anjani akan datang seketika langsung menceritakannya kepada semua teman-temannya di kelas, teman-teman Roshni berkumpul di meja Roshni, semuanya sangat bersemangat mendengar cerita Roshni. "Wahhh, nanti ajak kita-kita ke alam kabut lagi ya, Rosh. Kita kepengen liat wajah ratu Anjani kaya apa, pasti cantik banget deh ..." terka Sulis. "Iya, Lis. Aku bakalan ajak kalian semua ke alam kabut lagi, nanti kalau ratu Anjani udah datang bakalan ada pesta penyambutan di aula kerajaan alam kabut. Kalian harus mesti dateng ya, hehe ..." "Siap, Rosh. Gue jadi kagak sabar deh," Ashnoor, sangat bersemangat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN