"Oh ya, kalo habis pulang sekolah aja gimana ke alam kabutnya? Soalnya kan sekarang sekolah masih jamkos sampe 1 minggu lebih karena awal masuk sekolah, tugas pun belum ada." Saran Amanda, yang tidak kalah semangat dengan yang lain.
Tak salah, sejak kejadian kemarin-kemarin Amanda, Athalla dan Amayra menjadi sangat baik kepada siapapun di sekolah, tak terkecuali kepada Roshni bahkan sampai ke junior-junior sekolah. Biasanya mereka bertiga selalu membully junior yang baru saja masuk.
"Bagus juga, Da. Gue setuju sama Amanda, Rosh!" ucap Ashnoor.
"Yang lain gimana?" Roshni, memastikan.
"Setuju-setuju aja, Rosh."
"Oke, sore ini ya!"
"Sip! Sekarang mungkin bakalan pulang siang lagi sih, Rosh." Kata Helen.
"Iya, Len. Bakalan pulang siang lagi, malah lebih awal dari kemarin-kemarin, sekarang katanya sih para guru bakalan rapat." Jelas Roshni.
"Alhamdulilah, bagus deh, Rosh!" Sulis, semangatnya bertambah ketika mendengar para guru akan melaksanakan rapat yang menyebabkan mereka akan pulang lebih awal dibandingkan sebelumnya.
Benar saja, mereka pulang lebih cepat. Mereka pulang di jam 10 pagi, hal ini dikarenakan para guru rapat. Roshni langsung mengajak teman-temannya masuk ke alam kabut di kelas melalui portal yang Roshni keluarkan dari kesaktiannya. Sesampainya di alam kabut tepatnya di depan gerbang istana, semua teman-teman Roshni sangat bergembira. Amanda, Amayra, Athalla, Aisyah, Sulis, Helen dan Ashnoor terkesima melihat keadaan alam kabut yang sekarang, rasanya waktu itu alam kabut sangat menakutkan karena ada peperangan dahsyat antara Roshni dan bhaisasuri, tapi sekarang alam kabut indah bagaikan alam peri.
"Ayo masuk, Guys ..." Roshni, mempersilahkan teman-temannya masuk ke dalam istana.
Kleekk!
Pintu gerbang terbuka dengan sendirinya.
Setelah gerbang terbuka, mereka melihat banyak para warga sedang melakukan aktivitas mereka, tentunya dengan kaki yang berupa asap. Rumah-rumah para warga yang ada di istana alam kabut sangat tertata rapi dan berwarna-warni. Rumah di sini sangat bagus, ditata dengan arsitektur yang sama seperti di dunia manusia.
"Ya ampun, alam kabut udah berbeda banget ya, Rosh. Nggak nyangka alam kabut bakalan berubah jadi sebagus ini ..." ungkap Amayra.
"Iya, May. Ini usulannya Syera, anak dari perdana menteri. Tadinya rumah-rumahnya mau tetap sama kaya yang dulu, tapi kayanya kita harus punya sesuatu yang beda ..."
"Oh si Syera."
Di tengah mereka berbincang-bincang santai di perjalanan, mendadak mereka melihat banyak sekali kupu-kupu dengan ragam warna yang cantik terbang menghiasi angkasa lepas.
"Eh, kupu-kupunya banyak banget, Rosh ..." Aisyah, melihat kupu-kupu di atas.
"Nggak kaya biasanya ada kupu-kupu banyak kaya begini, ada apa ya?" Roshni, tak tahu.
Saat kupu-kupu berterbangan, terdengar suara pengumuman dari Shalaka.
"Pengumuman-pengumuman, untuk para warga alam kabut dan para staf kerajaan alam kabut diharap segera datang ke danau alam kabut karena ratu Anjani akan datang dari kerang mutiara sebentar lagi ..."
"Sekali lagi, pengumuman teruntuk para warga alam kabut dan para staf kerajaan alam kabut diharap segera datang ke danau alam kabut karena ratu Anjani akan datang dari kerang mutiara sebentar lagi ..."
"Lho, bukannya minggu depan datangnya, Rosh? Kok datang sekarang?" bingung Helen.
"Aku juga nggak tau, Len. Yaudah ayo kita cepetan datang ke danau alam kabut sekarang," ajak Roshni.
Roshni dan kawan-kawannya pergi ke danau alam kabut. Roshni langsung menemui Shalaka dan Syera, menanyakan tentang kedatangan ratu Anjani. Kata Shalaka, kedatangan dari ratu Anjani sepertinya dipercepat dibandingkan sebelumnya karena tanda-tanda kedatangan dari ratu Anjani sudah terlihat. Danau alam kabut menjadi merah muda dan mengeluarkan banyak sekali kupu-kupu. Terlihat teman-teman Roshni sangat ketakutan dan tegang ketika menunggu kedatangan ratu Anjani, mereka takut ratu Anjani akan mengusir mereka semua karena bukan seorang marga jin alam kabut.
"Kalian teman-temannya Roshni udah santai saja ya, ratu Anjani itu ramah dan baik hati, entah itu kepada jin dan juga manusia," Shalaka, tersenyum.
"I-iya, Bi ..." jawab Sulis, terbata-bata.
Beberapa menit kemudian, benar saja ada kerang mutiara yang keluar dari danau alam kabut. Kerang itu berwarna putih dan berkilauan karena terbuat dari permata. Kerang itu melayang di atas danau alam kabut, perlahan kerang mutiara itu terbuka lebar, pelan-pelan memperlihatkan ratu Anjani yang kembali lengkap memakai gaun, perhiasan dan mahkota istana alam kabut yang sangat berkilauan. Kerang mutiara itu sekarang sudah benar-benar terbuka, Ratu Anjani tersenyum kepada semua orang yang ada di sana termasuk kepada Roshni dan teman-temannya.
Taburan bunga mulai berterbangan dari awan alam kabut, sebagai sambutan untuk kedatangan Ratu Anjani. Di langit pula ada kembang api yang terus berdentum di setiap detiknya, alam kabut sekarang sangat dipenuhi kebahagiaan!
"Salam, Ratu Anjani!" semua orang tersenyum, tersenyum, sebari menyatukan kedua tangannya kepada Ratu Anjani.
"Salam semuanya ..." Ratu Anjani tersenyum juga seraya menyatukan kedua tangannya seperti semua orang.
Setelah keluar dari kerang mutiara ajaib, Ratu Anjani dipersilahkan ke kerajaan alam kabut. Ratu Anjani sangat senang melihat semua orang menyambutnya seperti ini. Di dalam kerajaan, Ratu Anjani duduk di singgasana Roshni. Ia sempat tak enak dengan ratu kabut yang baru, tapi Shalaka terus memaksa Ratu Anjani untuk duduk di singgasana alam kabut itu.
"Alam kabut sudah benar-benar berubah sekarang, sudah ribuan tahun aku tidak melihat keadaan alam kabut dan setelah datang lagi kemari ... aku benar-benar tak menyangka alam kabut akan sebagus dan seindah ini, wahh!" puji Ratu Anjani, diiringi senyuman semringah kepada semuanya yang berada di altar kerajaan.
"Iya, Ratu. Alam kabut sudah berubah total, alam kabut kini mengikuti perkembangan zaman ... rumah-rumah sudah bagus dan memiliki arsitektur yang indah nan menarik, kerajaan sudah dihias sebagus mungkin dan lingkungannya sudah diberi beberapa tumbuhan ajaib yang akan menambah suasana kesegaran di alam kabut," jelas Shalaka.
"Sekarang siapa ratu di alam kabut, Shalaka?"
"Apakah Syera? Dan ini, siapakah anak-anak remaja ini?" tanya Ratu Anjani, menunjuk ke arah Roshni dan teman-temannya.
"Bukan, Ratu. Tapi dia, dia yang menjadi ratu dari alam kabut sekarang," Shalaka menunjuk Roshni.
"Ia bernama Roshni, Ratu ... anak dari ratu Tara yang baru beberapa bulan pergi ..."
"Dan semuanya itu, yang memakai seragam sekolah dunia manusia adalah teman-teman ratu kabut ..." tambah Shalaka.
"Hah? Benarkah?"
"Astaga, aku tidak bisa mempercayainya, Shalaka ..." Ratu Anjani tersenyum lagi.
"Ini, anak Tara masih sangat remaja dan dia juga masih bersekolah, apakah dia yang menjadi ratu dari alam kabut ini?"
"Iya, Ratu. Benar ..."
"Roshni walaupun masih remaja juga sudah menyelesaikan beberapa masalah di alam kabut. Kemarin sewaktu ia naik tahta, ia berhasil mengalahkan nenek Ajeng dan cucunya Saloni, yang sempat mengambil alih alam kabut ini bersama kerajaannya ... peperangan terjadi dan akhirnya Roshni yang dibantu teman-temannya ini memenangkan peperangannya ..."
"Hebat! Ini sangat benar-benar hebat, Shalaka! Aku benar-benar bangga sekligus kagum dengan Roshni!"