"Woy! Jangan mentang-mentang lo punya kesaktian jadi lo bisa ngelakuin apa aja ya! Gue juga manusia!" Teriak Athalla, marah.
"Manusia kagak tau diri emang lu! Lu yang udah nyakitin gue kan waktu gue masih culun dulu? Lu tau kagak, lu yang nginjek telapak tangan gue sampe telapak tangan gue lebam gara-gara lu? Mikir, Thal! Mikir! Egois emang lu!"
"Bodo amat! Mau lu sakit, mau lu apa kek, gue kagak peduli."
"Oh, masih berani ya!"
"Gue hajar lagi lo!"
Gubrak!
Pintu kamar Athalla didubrak oleh Amanda dan Amayra yang baru saja datang.
"Anak culun ada di sini! Dasar! Gue habisin lagi lo, Roshni!" Amanda emosi, ia langsung mencekik Roshni dengan sekuat tenaga.
DAAAG!
Roshni tidak merasakan apapun, ia malah tersenyum licik.
"Gue bales pasti lo bakalan kalah." Ujar Roshni, tersenyum.
"Apa lo kata?"
DAAG!
Roshni mencekik Amanda balik sampai Amanda terangkat ke atas.
"Argh! Arghh! Lepasin gue! Lepasin gue!"
"Siap-siap lo gue jeburin ke kolam renang!"
Roshni melempar Amanda ke kolam renang milik Athalla dari jendela yang terbuka.
Byuuurrrr!
"Astaganaga! G-Gue takut, Thal!" Amayra, ia malah pipis di celana.
"Aduh, May! Gue juga takut, tapi ya jangan ngompol juga kali!" Athalla.
"G-Gue takut disiram l-lagi, Thal." Paparnya, bergemetar hebat.
"Rasain lo, Amanda! Makannya jangan anggep gue remeh lagi!" Tuturnya, marah.
"Gue keluar dulu, gue bakalan nunggu kalian siap-siap!" Ujar Roshni.
"Awas aja ya, kalo gue denger kalian ngerencanain sesuatu, gue bakalan bales lagi, bahkan lebih parah dari ini!"
Roshni pergi.
Amanda dan Athalla basah kuyup karena Roshni.
"Duh, Roshni ganas amat yak." Ucap Amayra.
"Iya, sekarang udah deh! Kita jangan macem-macem lagi sama dia, daripada kita bonyok." Amanda.
"Da, Da! Lo udah bilang ini berkali-kali lho, kagak nyadar ya lo?" Sindir Athalla.
"Heh, Da, si Roshni jangan kita takutin! Kita bully aja dia terus-terusan supaya dia kapok! Jangan malah kita yang kapok!" Papar Athalla
"Tapi kan, Thal ... lihat noh tingkah lakunya!! Gue kagak mau kalo kita mati konyol!" Amayra, yang lebih baik mundur.
"Kagak bakalan!"
"Malam ini, keluarga gue bakalan ngadain acara barbeque'an, Girls!"
"Terus?"
"Gue bakalan jeburin dia ke kolam renang pas kita barbeque'an nanti."
"Hah? Heh, Thal, dia sakti! Masa iya bisa dijeburin!" Amayra, takut.
"Apa salahnya mencoba?"
"Perlu yang kalian tahu, keluarga gue humble banget ... gue pancing dikit untuk puji-puji Roshni pasti mereka langsung puji-puji. Pasti nanti si Roshni bakalan malu dipuji-puji sama keluarga gue, terus pas dia lagi kagak fokus, gue senggol dia sampe dia kejebur! Hahahaha, pasti dia malu 7 turunan."
"Rencana lo bagus, Thal! Gue dukung lo!" Kata Amanda.
"Sip! Kalo rencana itu kagak berhasil, gue bakalan ngeluarin kartu as yang gue punya!"
"Apa tuh?"
"Nanti lo berdua bakalan ngerti. Ini rumah kekuasaan gue, jadi kagak ada satu orang asingpun yang bakalan berkuasa di sini!"
Siang harinya, Amanda dan kawan-kawan pergi berjalan kaki ke pasar untuk membeli daging ayam dan beberapa bahan lainnya untuk membuat sosis ayam sebagai bahan praktek. Terlihat Roshni juga ikut, tapi dia berada di belakang. Di perjalanan, Amanda dan kawan-kawan tidak berbicara satu katapun untuk menghindari kekacauan seperti di rumah.
Setelah membeli semua keperluan, mereka pun kembali ke rumah, mereka melakukan praktek membuat sosis ayam. Di sekolah mereka, tugas pengolahan makanan seperti ini harus direkam, dan diedit dijadikan video tutorial, nantinya video ini akan diserahkan kepada guru PKWU, tapi di dalam video ini harus terlihat siapa saja yang datang dan mempraktekannya, agar mendapatkan nilai masing-masing. Jika siswa/siswi pekerjaannya paling banyak maka nilainya akan banyak, dan sebaliknya.
Waktu begitu singkat, di sore hari mereka telah menyelesaikan pembuatan sosis ayam dan video prakteknya. Di dapur, Roshni akan pulang ke rumah, ia membawa sosis dan rekaman videonya yang sudah ada di dalam ponsel pintar yang ia punya.
"Gue cabut dulu."
"Eh, jangan, Rosh. Lo lupa ya? Kalo kita belum buat saos sama mayonesnya?" Athalla, menghentikan Roshni dengan sopan.
"Hm, iya."
"Lo nginep aja ya, Rosh. Buat saos sama mayones itu lama lho."
"Yaelah, sekarang aja bikinnya! Gue muak tau enggak di sini!" Ucap Roshni, kasar.
"Apalagi liat wajah lo-lo pada, rasanya gue pengen timpuk!" Tambah Roshni.
"Rosh, buat itu semua harus santai, kalau buru-buru malah gagal." Athalla, terus membujuk Roshni.
"Lo nginep ya, Rosh. Kan rencananya juga gitu."
"Huh, yaudah, gue nginep. Tapi, kalo kalian macem-macem gue bakalan buat rumah ini hancur dalamnya!" Ancam Roshni.
Athalla tersenyum, karena ia pikir itu candaan.
"Heh, gue serius! Jangan maen-maen lo ya!"
"Iya, Rosh." Athalla, yang mengiyakan ucapan Roshni meski masih menganggap itu hanya main-main dan bualan semata.
Sore itu, Roshni dan kelompoknya telah berhasil membuat saos tomat yang mereka masukan ke dalam toples kecil, pembuatan saos tomat ternyata memakan cukup banyak waktu sampai hari sudah gelap.
Habis isya' mereka baru melanjutkan membuat saos mayones. Adonan saos mayones direbus di dapur beberapa jam. Untuk menunggu adonan itu matang, Athalla mengajak mereka semua untuk menghadiri pesta barbeque keluargannya yang terdapat di kolam renang belakang. Nampak banyak sekali keluarganya yang berkumpul di sana dengan pakaian sederhana, mereka sedang menyantap barbeque.
"Ehh, Athalla! Sini, Anakku!" Ujar perempuan paruh baya dari kejauhan.
"Iya, Mah!"
Nampaknya perempuan itu adalah Ibu dari Athalla.
"Ayo, Rosh."
Athalla mulai menjalankan misinya, ia mengakrabi Roshni dengan niat busuk di dalam hatinya.
"Ini siapa, Rosh? Kayanya Mama baru liat dia sekarang." Heran Ibu dari Athalla yang bernama Atika.
"Oh, ini namanya Roshni, Ma."
"Wah, Roshni toh namanya. Duh, cantik amat sih Roshni ... pasti dia juga pinter kan?" Atika memang orangnya seperti ini, suka memuji-muji orang lain, sehingga Atika sangat disukai oleh banyak orang, akan tetapi kebaikan Atika malah dimanfaatkan anaknya sendiri, benar-benar Athalla tak tahu malu.
"Iya, Ma. Dia itu selalu dapat gelar juara satu lho, dan udah sempat mengharumkan nama sekolah juga." Ucap Athalla.
"Oalah, ya ampun. Anak siapa kamu, Nak? Kok pinter amat."
"Hehe, makasih, Tante. Saya anakny Bu Tara dan Pak Dimas, Tante." Jawab Roshni, dengan tersenyum lebar.
"Oh, Dimas? Ya ampun, itu kan temennya Tante waktu SMA! Wah, dulu Dimas jadi idaman para perempuan di sekolah. Udah ganteng, terus pinter. Tante aja sampe klepek-klepek kalo ada dia, hehe, tapi itu masa lalu ya. Eh, pantesan aja ini anaknya, ternyata bakat-bakat Dimas menurun ke kamu, Nak." Ujar Atika, yang ternyata kenal dengan Dimas juga.
"Iya, Tante? Wah, kapan-kapan bisa ketemu, Tante."
"Eh, iya boleh-boleh. Tapi dia kan super sibuk, Roshni. Tante aja liat di status sosmednya itu selalu aja uplod pekerjaan, sampe Tante pusing ngeliatnya, aduh." Katanya, sebari memegang kepalanya sendiri karena pusing.
"Oh iya, Roshni baru akrab sama Athalla ya?" Tanya Atika.
"Iya, Tante."
"Waduh, semoga kalian berdua semakin akrab ya, hehe."
"Iya, Tante. Hehe."
"Tante ini baik, beda sama anaknya." Batin Roshni, yang bahagia
Byuurrr!
Saat Roshni sedang tersenyum dengan penuh kebahagiaan, tiba-tiba saja Athalla menjeburkan Roshni ke dalam kolam renang sampai Roshni langsung tenggelam ke kolam yang paling dalam.
"Athalla! Apa-apaan kamu!" Teriak Atika, marah kepada anaknya.
"E-Enggak sengaja, Ma." Athalla, menunduk.
"Hahahahaha!" Amanda dan Amayra malah tertawa terbahak-bahak karena Roshni terjebur ke kolam renang.
"Mampus lo, Roshni! Mampus! Hahaha!" Amanda, ia malah sampai terpingkal-pingkal karena ini.
"Kalian berdua ini kenapa sih? Kagak sopan amat! Tolongin dia!" Suruh Atika, emosi.
"Roshni itu tukang bully di sekolah, Tan. Dia bully saya sama Athalla." Amanda, memfitnah Roshni.
"Kecil-kecil udah pinter ngebohong! Tante begini-begini juga pinter! Jangan berani membodohi saya ya! Dasar bocah kagak tau akhlak!" Gertak Atika.
"Ada apa ini?" Tanya Andi, Ayah dari Athalla.
"Itu, Di! Anaknya Dimas dijatuhin sama si Athalla!" Adu Atika.
"Astaganaga!"
"Roshni! Roshni!" Teriak Atika.
"Di, kamu mending nyebur aja!"
"Tapi nanti aku pusing, Tik!" Katanya.
"Ya ampun! Yaudah, Athalla aja yang nyebur! Liat itu, Roshni enggak keluar-keluar dari kolam renang!"
"Enggak, Ma!"
"Dasar kamu ya!"
Di saat keluarga Athalla sedang dilanda kepanikan, tiba-tiba kabut asap menyerbu rumah mereka. Kabut asap itu sangat amat tebal, sampai-sampai Atika tak melihat apapun dalam jarak sejengkal. Lama-kelamaan seluruh keluarga Athalla pingsan, dan terbaring lemah. Athalla kaget, kenapa semua orang pingsan, kecuali dirinya dan teman-temannya?
"Athalla!" Jerit Roshni yang sangar murka, dari dalam kolam renang.
Mereka bertiga kaget ketika mendengar itu suara Roshni, yang nampaknya Roshni akan datang membalaskan dendam lagi.
Byurrrr!!!
Benar saja! Roshni datang, ia muncul lalu melayang di atas kolam renang, diiringi dengan ombak air tornado yang berada di belakangnya. Seketika Athalla, Amanda dan Amayra terkejut melihatnya!
"Berani-beraninya lo bertiga ya! Awas, omongan gue tadi sore kagak main-main!!!"
"Terima ini!!"
Telapak tangan Roshni mengendalikan gelombang air tornado tersebut lalu mengguyur Athalla, Amanda dan Amayra sampai mereka pingsan langsung di tempat. Lalu rumah mereka diguyur dengan gelombang air tornado itu sampai seisi rumah mereka hancur berantakan.