Jati Diri Roshni

1010 Kata
Roshni dan Ashnoor bergegas pulang ke rumah, tetapi sebelum itu mereka ingin duduk santai di gazebo alun-alun kota yang di depannya ada masjid besar. Para kaum adam sedang jum'atan, tetapi baru beberapa yang datang, mungkin karena masih terlalu awal. Rata-rata kaum adam datang di saat waktu-waktu terakhir. Di alun-alun tak ada siapapun, hanya ada Roshni dan Ashnoor saja, para penjual tidak ada karena rata-rata di hari jum'at pedagang-pedagang di alun-alun kota libur. Dan buka kembali hari sabtu. "Rosh, gue mau nanya, sebenernya lo ini siapa? Kok bisa ngeluarin kekuatan gitu, jujur gue ngerasa aneh aja karena tingkah lo ini." Ucap Ashnoor, yang bertanya-tanya. "Lo tau si Sri? Remaja perempuan yang dipalak sama si Amanda kemarin?" "Ohh, yang culun itu ya?" Ashnoor, memastikan. "Iya." "Dulu gue kaya dia, culun, cepu dan sering dijadikan bahan bulan-bulanan geng kalajengking merah." "What? Seriusan? Astoge, gue kagak percaya orang secantik lo ternyata dulunya culun kaya si Sri." "Hm, iya. Tapi sekarang gue udah berubah, Rosh yang dulu udah gue buang jauh-jauh dan Rosh yang baru datang untuk membalas dendam ke mereka." "Lo tau, kenapa gue bisa berubah?" "Enggak, Rosh. Gue masih baru di SMAN 1 Nusa, jadi gue kagak tau seluk beluk kasus lo ini." "Gue ceritain aja dari awal ya." Roshni menceritakan segalanya kepada Ashnoor tentang semua yang terjadi, dari peristiwa-peristiwa yang ia alami selama sekolah dulu sampai ia ditenggelamkan oleh Amanda dan kawan-kawannya hingga ia menemukan sebuah portal yang membawanya menjadi ratu kabut di alam jin. Ia juga menceritakan bahwa Ibunya adalah ratu kabut yang menikahi manusia, meski terlarang tetapi hubungan itu disetujui oleh kedua belah pihak. "J-Jadi, lo ini ratu jin, Rosh??" Ashnoor, terkejut. "Iya, Nor. Gue manusia setengah jin, gue Ratu Kabut!" Roshni menunjukan wujud aslinya kepada Ashnoor. Terlihat Roshni memakai gaun berwarna putih, ia memegang tongkat bintang alam kabut. "Gue bisa mengendalikan apapun dengan kekuatan yang gue punya." "Gue punya kekuatan di dalam diri gue sendiri, dan gue juga punya kekuatan yang lebih sakti juga di dalam tongkat sakti ini." "Gue bakalan melakukan pembalasan dendam selama 5 kali berturut-turut ke geng kalajengking merah atas ketidakadilan yang mereka lakukan." "Dulu gue disiksa, dihina, dihajar, dipukul, dicontek, sampe gue mau dihabisin, tapi berkat gue diangkat sebagai ratu, gue bisa berubah, gue bisa sakti! Dan gue bisa membalas dendam ke mereka semua!" Roshni kembali ke wujud semulanya. "Gila, gue bener-bener kagak nyangka, Rosh. Memang dari awal gue udah ngerasa kalau lo ini bukan manusia biasa, eh ternyata bener, dan tau-taunya lo ini ratu. Pantesan gue liat kemarin kekuatan lo keras banget, sampe bisa buat tangan Gina si anggota OSIS itu ungu karena cubitan lo." "Hehe, iya, Nor. Setelah pembalasan ini selesai ... gue bakalan kembali ke alam kabut kayanya." "Jadi lo kagak lanjutin sekolah, Rosh?" "Entahlah ... gue juga masih bingung mau dilanjutin apa kagak." Katanya. "Lanjut aja, Rosh." "Hmm, kalau lanjut ... tugas sekolah gue bakalan numpuk, dan gue kagak bakalan bisa nyelesein tugas-tugas gue di alam kabut, pula sebaliknya. Ini aja gue belum kembali ke alam kabut dari kemarin." "Mendingan gimana baiknya aja, Rosh. Di sana pasti ada para tetua? Nah lo minta saran aja ke mereka, Rosh." Usul Ashnoor. "Bener juga, nanti deh gue minta usulannya, tapi bukan sekarang. Masih ada sesuatu yang gue bakalan selesein di bumi." "Oke, Rosh." "Oh iya, lo kagak takut kalo sekelompok sama mereka, Rosh? Di pelajaran PKWU kan anggotanya geng itu semua dan lo sendirian di sana." "Kagak, Nor. Gue punya kekuatan, gue bakalan ngadepin apapun. Serangan mereka sekarang kagak mempan lagi ke gue." "Gue akui, dulu kalo gue dibully, disiksa atau dihajar pasti langsung nangis, tapi itu dulu, sekarang kagak!" "Besok adalah pembalasan hari ke 3 gue ke mereka, besok giliran Athalla yang bakalan gue bales! Dulu dia udah pernah ngehina gue bahkan dulu nginjek telapak tangan gue sampe tangan gue lembam karena dia!" "Emang ya tuh orang, memang pantes mereka dibales lo kaya gini, Rosh. Mereka bener-bener b***t dan kejam!" "Iya, memang." Keesokan harinya, hari pembalasan hari ke 3 sudah dimulai, hari ini adalah hari di mana Roshni harus hadir di kerja kelompok PKWU di rumah Athalla yang sangat megah. Athalla sudah kembali ke rumahnya, kedua orang tuanya menjemput Athalla dari kosan sejak beberapa hari yang lalu dengan alasan rindu dengan Athalla dan tak ingin jauh darinya. Rumah Athalla tak berbeda jauh dengan rumah Ashnoor. Berbedaannya hanyalah rumah Athalla mempunyai banyak sekali kolam renang, dan beberapa spot kebun kekinian di dalamnya, sedangkan di rumah Ashnoor hanya rumah besar yang di dalamnya terdapat benda-benda kuno yang mahal harganya. Pagi itu, Roshni mengetuk rumah Athalla, dan pembantunya yang membantunya dengan baik, sedangkan Athalla malah masih tidur di dalam kamarnya. "Iya, Non. Maaf sekali, kalau libur memang Non Athalla bangunnya suka siang terus, kadang Non Athalla bangunnya habis dzuhur kadang juga ashar baru bangun." Jelas pembantunya. "Athalla ngebo amat, kalo dia males-malesan dia bakalan kagak bisa mempertahankan kekayaan keluarganya ini." Ujar Roshni, di dalam hati. "Non, kalau Non mau bangunin Non Athalla, silahkan masuk aja ke kamarnya. Dulu ada temen-temennya Non Athalla ke sini, dan dia malah main nyelonong aja masuk ke kamar Athalla, hehe." "Oh, yaudahdeh, Bi. Saya masuk aja, hehe ..." "Iya, Non. Silahkan, Non. Saya antarkan saja ya, takutnya Non Roshni bingung, hehe.' "Eh, iya, Bi." Roshni diantarkan ke kamar Athalla yang ada di lantai dua, sesampainya di sana Roshni melihat kamar Athalla dipenuhi dengan boneka-boneka, dan banyak sekali buku-buku yang berserakan dimana-mana. Dan di pinggir ranjangnya terdapat jendela yang di luarnya ada kolam renang tertutup. "Ini, Non." "Terimakasih ya, Bi." "Iya, Non. Sama-sama, saya tinggal dulu ya, Non, saya mau masak dulu." "Iya, Bi." Roshni masuk ke dalam kamar Athalla, Roshni menutup kamar Athalla, lalu membacakan mantra-mantra. Seketika dari mulutnya keluar kabut asap yang menyebar di seluruh penjuru kamar Athalla, hal ini dilakukan olehnya agar kamar Athalla tidak mengeluarkan suara apapun yang membuat keributan di luar. "Sekarang aman, waktunya gue balas dendam!" Ucapnya, sebari tersenyum licik. Roshni mengeluarkan air satu ember dari tangannya. "Woyy! Athalla! Bangunn!" Teriak Roshni, sebari menyiramkan air satu ember. Byurrr!! "Haaahh!" Athalla langsung kaget dan terbangun dari tidurnya "Siapa sih!" "Gue! Roshni!" "Hahhhahahahahaha!" "R-Roshni ..." Athalla, bergemetar.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN