Tak tahu apa yang terjadi, Roshni kebingungan. Di tengah kebingungannya itu, Roshni melihat ada sebuah patung kelelawar yang melayang di luar tenda, kelelawar itu merah. Karena penasaran Roshni pun menyentuhnya. Seketika Roshni mendapatkan sebuah pengelihatan kilas balik akan sebuah peristiwa di masa lampau.
- KILAS BALIK -
Di sebuah desa yang ada di Kota Yogyakarta, ada teror yang menyergap. Teror itu adalah teror chudail, chudail adalah sosok manusia siluman kelelawar dengan ciri-ciri bermata ungu, bertaring, memiliki sayap kelelawar yang melekat di tangan, tangan dan kakinya adalah tangan dan kaki kelelawar, banyak perhiasan berwarna-warni dii pergelangan tangan dan kaki, semakin banyak perhiasan semakin sakti pula kekuatannya. Biasanya chudail-chudail selalu tidur saat pagi hari, dan melakukan aktivitas di malam hari seperti layak pada umumnya seekor kelelawar. Chudail bisa memutar-mutar kepalanya sendiri dan selalu tertawa cekikikan bagaikan kuntilanak. Chudail berkeliaran karena lapar. Makanan chudail adalah darah manusia, orang biasa yang terkena gigitan chudail maka akan menjadi chudail juga dengan beberapa tahap tertentu, sistem penyebarannya sama seperti zombie.
"Ada korbannya lagi, Bu?" tanya salah seorang Ibu-Ibu di tukang gerobak sayur.
"Iya, Bu, ada lagi. Anaknya Bu Mandira! Duh, kasihan, mana masih TK lagi!"
"Inalilahiwainalilahirojiun! Serem banget desa kita ini, sudah 10 tahun lebih desa ini dihantui oleh chudail secara terus-menerus."
"Rasanya pengen pindah aja, Bu. Tapi pindah tidak mudah, nggak ada rumah yang murah di Yogyakarta, harga rumah pada fantastis, Bu!"
"Benar sekali, Bu. Jadi susah mau pindah, pindahan menguras dompet kita semua."
"Tapi tidak apa-apalah, Bu, menguras dompet sedikit, kan bisa aman dan terlindungi dari chudail-chudail yang sangat meresahkan itu."
"Iya, mungkin beberapa bulan lagilah saya dan keluarga saya akan pindah, Bu."
"Kapan nih kalian nyusul?" ucap Ibu-Ibu warga yang sedang duduk di belakang motor sebari membawa gerombolan.
"Waduhh, Bu Tati pindah hari ini toh?"
"Iya, Bu. Ayo dong, nyusul pindah juga."
"Kemana, Bu, pindahnya?"
"Ke desa sebelah, Bu. Hehe, lumayan ada rumah murah. Makannya kalian sering-sering ngeeksplor desa lain, cari rumah supaya aman, jangan tinggal di desa ini aja, atut!"
"Hehe, iya, Bu, bakalan menyusul."
Karena teror chudail, desa itu mulai ditinggalkan oleh para warganya. Sejak 1990, satu persatu warga pindah dari desa, ingin mencari desa yang aman agar terhindar dari chudail. Sekarang desa chudail dihuni beberapa warga saja yang kurang mampu dan memiliki ekonomi yang pas-passan, mereka tidak memiliki biaya untuk melakukan pindahan.
Yogyakarta, 2003
Jresss! Jress! Jresss!
Jresss! Jress! Jresss!
Di suatu malam yang gelap gulita, hujan turun dengan cukup deras, disertai hembusan angin p****g beliung yang membuat pepohonan roboh dalam satu kali hembusan. Petir menggelegar di mana-mana, bagaikan alam sedang murka dengan perbuatan para manusia yang keji. Gumpalan darah mengalir di aliran sungai yang berada di sebuah hutan. Dari hutan itu pula, seorang wanita paruh baya cantik bersanggul yang memakai pakaian pengantin disertai riasan berlari ketakutan bagaikan dikejar oleh setan, perutnya besar, nampaknya ia sedang hamil tua.
"Tolongg!"
"Tolong!"
"Tolongggg!"
Pakaian pengantin yang ia pakai basah kuyup, kepalanya penuh akan darah segar bagaikan sudah terjatuh, dari pundaknya ada sebuah gigitan yang tajam, dari bekas gigitan itu keluar darah berwarna ungu.
"Tolongg!"
"Tolong!"
"Tolongggg!"
Terlihat kakinya tertusuk-tusuk beling yang berserakan di hutan. Tetapi, ia tak memperdulikan dirinya basah kuyup, tak memperdulikan juga rasa sakit yang sampai berdarah-darah, dirinya hanya berlari, berlari dan terus berlari.
Brukkk!
Tidak sengaja, wanita paruh baya itu tersandung batu besar yang menyebabkan dia terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. Wanita paruh baya itu berteriak kesakitan ketika mengalami pendarahan, dia akan melahirkan di tengah derasnya hujan. Karena sudah tidak bisa menahannya, wanita paruh baya tersebut langsung melahirkan di sana dengan tempat yang terbuka. Namun, tiba-tiba ada burung merak yang bermunculan, mereka semua membentuk formasi lingkaran dan membentangkan sayap-sayapnya agar bisa menutupi wanita yang sedang melahirkan di hutan itu, nama wanita itu adalah Laksmi.
Laksmi melahirkan secara mandiri di tengah hutan. Dengan susah payah, akhirnya Laksmi berhasil melahirkan anaknya yang ternyata seorang perempuan. Dia langsung berdiri dan menggendong anaknya untuk mencari tempat yang aman.
"Alhamdulilahhirobbilalamin, terimakasih banyak." Ucap Laksmi kepada para burung merak yang sudah menutupi proses kelahirannya di hutan terbuka.
Laksmi menemukan sebuah gubuk tua, dia masuk ke dalam. Gubuk tua itu tidak berpenghuni, jadi ia lebih leluasa di dalam sana. Bayi Laksmi menangis dengan keras, Laksmi mencoba untuk membuat bayinya tidak menangis agar tidak ada siapapun yang mendengar.
"Jangan menangis dulu ya, Nak! Kita harus bersembunyi dari para chudail yang akan siap menerkam kita jika kita ketahuan!" Laksmi panik, dia mengintip ke pintu memastikan para chudail tidak ada di sana.
Laksmi sesekali melihat bayinya, ia terus memandanginya dengan mata yang berkaca-kaca, dia sangat bersyukur kepada Allah SWT karena sudah diberikan anugerah terindah. Di tengah ia melihat bayinya, mendadak mata bayi Laksmi berwarna ungu menyala lalu berubah lagi menjadi normal.
"Astaghfirullahaladzimmm! Kenapa kamu, Nak?" Laksmi menjadi ketakutan, dia khawatir dengan kondisi anaknya kelak.
Beberapa jam sudah Laksmi ada di dalam gubuk itu, hujan sudah reda, Laksmi segera pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari sini. Saat ia sedang berjalan mengendap-ngendap ke rumahnya, ada sesosok nenek tua yang berdiri di hadapannya.
"Bu? Kenapa Ibu ada di sini? Ibu menyusul saya?" ternyata itu adalah Ibu dari Laksmi yang bernama Julaeha.
"Kamu telah terkena gigitan chudail dan itu berpengaruh kepada bayimu juga, Nak'e."
"Hah? Tapi kan dia belum lahir, Bu."
"Darah chudail menyebar secara cepat ke dalam tubuh, kamu jangan bermain-main dengan mereka semua. Sekarang, rahasiakan ini semua, jangan sampai tetangga-tetangga, orang lain terkhususnya suamimu apalagi Ibu mertuamu tau soal ini ya, Nak'e. Sewaktu-waktu dalam kurun beberapa hari atau beberapa bulan, kamu akan berubah menjadi chudail, setelah itu jika anakmu sudah berusia 15 tahun, dia juga akan menjadi chudail dan mempunyai masa depan di candi itu! Rahasiakan ini!"
"Ibu, saya minta maaf, saya salah sudah keluar malam-malam untuk pemotretan di butik, hiks-hiks-hiks ..."
"Semuanya sudah terjadi, yang terpenting jangan lupakan perkataan Ibu tadi ya, Nak'e."
"Iya, Bu."
"Huh! Hah!" Ibu dari Laksmi mendadak kesulitan bernapas, napasnya tersenggal-senggal seperti kekurangan oksigen.
"L-Laksmi!"
"Huh! Hah! Huh! Hah!"
"L-L-Laks--mi!"
"Ya Allah, Ibu kenapa, Bu?"
"L-La-Lak-Laksmii!"
"Bu, kenapa, Buuu?"
"L-La-Lak-Laksmii!"
"L-La-Lak-Laksmii!"
"Apa, Buuu?" Laksmi, sangat panik.
"L-La-Lak-Laksmii!"
"I-I-I-Ingat pesan I-Ibu!"
"Iya, Bu, Laksmi pasti ingat pesan Ibu. Tapi Ibu kenapa, Bu? Ada apa dengan Ibu? Hiks-hiks-hiks ..."
"N-N-Na-Nak'e!"
Bruk!