Voodo Doll

1003 Kata
Malam tiba, semua kegiatan tadi siang sudah selesai sampai magrib tiba. Saat waktu sholat magrib menjelang, mereka semua sholat berjamaah dan melakukan dzikir, mengaji sampai isya'. Isya' berkumandang, mereka semua menjalankan sholat isya' berjamaah lagi. Sholat wajib berjamaah ini dipimpin oleh Pak Mamat, selaku bagian dari pembina pramuka di SMAN 1 Nusa. Sudah melakukan sholat wajib, ada pengumuman yang akan disampaikan oleh Pak Mamat. Pak Mamat menyampaikan bahwasanya akan dilaksanakan jurit malam, Pak Mamat mewajibkan semua regu mengirim anggotanya, masing-masing harus 2 orang. Saat Pak Mamat sedang menjelaskan pengumuman, Helen dan Roshni pergi ke depan tenda Pak Joko yang di sana terkumpul beberapa anggota DA. "Sekarang akan ada jurit malam ya, Anak-Anakku. Karena kalian DA, kalian diwajibkan untuk menjadi hantu bohongan di dalam acara jurit malam ini." "Tugas kalian malam ini adalah menakut-nakuti para peserta jurit malam dari posko pertama sampai posko terakhir atau bisa dibilang posko 10 ... nah, kalian singgah di 1 posko-1 posko ya, tenang di sana ada lampu penerangan dan tulisan nomor-nomor posko jadi kalian akan lebih mudah. Kalian singgah di posko sampai jam 10 malam, kalian jangan kemana-mana ya, harus langsung pulang ke tenda masing-masing!" perintah Pak Joko. "Siapp, Pak!" "Bagus!" "Ini dia propertinya, kalian pakai di sana ya ya. Pakainya dirangkap saja! Ada gamis putih, wig atau rambut bohongan, ada juga make up. Satu orang diberi satu paket, dipakai ya semuanya. Ayo-ayo!" "Tepuk pramuka!" Prok, prok, prok, prok, prok, prok, prok, prok, prok! Pak Joko memberikan properti yang disimpan di dalam kresek hitam, ia bagikan ke semua anggota DA. Roshni ditugaskan berjaga di pos 4, sementara Helen ditugaskan berjaga di pos 2. Malam ini suasananya sangat sepi sekali, di tengah angin semilir Roshni melangkahkan kakinya ke pos 4. Di pos 4, ia cepat-cepat memakai properti yang sudah diberikan pak Joko tadi. Roshni memakai gamis putih dan wig yang berupa rambut panjang, dirinya berperan sebagai kuntilanak di jurit malam ini. Roshni berdiri tegak di pos 4, menunggu para siswa-siswi yang akan melintas. Saat Roshni sudah berdiri selama beberapa menit, tiba-tiba terdengar dari HT yang dibawa Roshni, ia mendengar suara pak Joko yang mengintruksikan supaya santai saja. "Kalian santai saja, karena jurit malam diadakan beberapa puluh menit lagi. Kalian benerin saja make upnya, diseramin lagi ya, oke!" "Oke, Pak!" balas Roshni. Sesuai dengan perkataan Pak Joko, Roshni memperbaiki make upnya agar lebih seram. Di tengah-tengah itu semua ia melihat sebuah kayu panjang yang tertancap di tanah merah, kayu itu ditaburi bunga-bunga yang tercium oleh indra penciuman Roshni. Penasaran, Roshni menghampirinya. "Ini apa ya? Tanah merah, ada kayu juga dan bunga." Roshni semakin penasaran, ia menarik kayu itu dari tancapannya di tanah merah. Bruk! Ditarik, langsung ia melihat banyak sekali lalat yang keluar bagaikan ada mayat di dalam tanah tersebut. "Uhuk! uhuk!" sekarang Roshni merasakan, bau mayat yang sangat menyengat, seperti terkubur di dalam sana, tapi ini tak mungkin. Samar-samar Roshni melihat sebuah boneka berwarna merah yang terbuat dari kain serabut. Ia gali terus tanah merah itu dan ternyata ada sebuah boneka voodo yang ditancap banyak sekali jarum, boneka itu dirubungi lalat. Selain itu, boneka voodo tersebut ternyata sumber bau mayat yang Roshni cium. "Kok ada boneka voodo di sini ya? A-apa jangan-jangan di sekitar sini ada yang buat ritual santet?" pikir Roshni. "Kubur aja lagi deh, daripada kenapa-kenapa ..." Roshni memutuskan untum mengubur boneka voodo yang dipenuhi jarum itu lagi ke tempat semula dengan menancapkan kayu, ia tak mau jikalau ia harus ditimpa masalah karena masalah boneka voodo tersebut. Roshni kembali ke pos untuk menjalankan tugasnya dalam jurit malam. Saat Roshni sudah kembali ke pos, mendadak Roshni melihat keanehan. Dari kuburan itu keluarlah sebuah kabut asap merah yang sangat pekat. Roshni merasakan sesuatu yang tak beres mulai terjadi, Roshni membiarkan saja asap merah itu keluar dari tanah, ia mencoba fokus pada tugas yang diberikan pak Joko. Suasana kabut merah pekat, membuat suasana menyeramkan. Para siswa-siswi yang melewati pos 4 sangat ketakutan, beberapa ada yang memutuskan untuk putar balik karena sangking takutnya. Waktu berjalan dengan begitu cepat, sekarang sudah jam 10 malam saja, ini waktunya Roshni pulang ke tendanya. Roshni sangat bergembira menjadi hantu karena bisa menjahili banyak sekali siswa-siswi. Roshni mulai melepaskan semua propertinya menjadi hantu kuntilanak. Roshni bergegas ke tenda, tapi matanya terarah ke pemakaman boneka voodo tadi. Perhatiannya kembali terfokus ketika melihat kabut asap merah yang masih terus keluar dari dalam sana. Roshni kembali penasaran, dia menggali lagi kuburan boneka voodo itu. Setelah semuanya terlihat, ternyata kabut asap merah itu berasal dari tubuh boneka voodo tersebut. Ia pegang dan angkat dari sana dan itu memang benar. Saat Roshni terus memperhatikan boneka voodo, mata dari boneka voodo tersebut menjadi merah menyala dan dari keningnya muncul tanduk seperti tanduk kambing. "Aaaaaa!" Roshni menjerit ketakutan, sesegera mungkin ia mengubur kembali boneka voodo itu ke tanah merah. Roshni berlari masuk ke tenda, di tenda ia lihat Aisyah, Sulis dan Helen sudah tertidur pulas. Nampak Helen masih memakai properti hantu kuntilanak, ia tak melepasnya, mungkin sebabnya karena Helen sudah sangat lelah. Roshni memutuskan tidur dan kembali seperti biasa, melupakan semuanya yang ia lihat tadi di dekat pos 4. Keesokan harinya, Roshni terbangun. Ia melihat teman-temannya masih tertidur pulas di tenda, padahal hari sudah sangat terang. Roshni mencoba membangunkan Aisyah, Sulis dan Helen, tetapi mereka tak kunjung bangun. Roshni periksa keluar, keadaannya sangat sepi, tak ada orang sama sekali. Ia periksa ke tenda milik Amanda, Athalla dan Amayra, ternyata mereka bertiga juga masih tertidur pulas dan tak bisa dibangunkan. Roshni keluar dari tenda, ia lihat ada kabut asap merah yang sumbernya dari arah utara, arah dimana terdapat pos 4 dan terdapat tanah merah yang mengeluarkan kabut asap sewaktu malam tadi. "Apa sumbernya dari sana ya? Apa kabut asap merah itu masih ada sampai sekarang?" bingung Roshni. Wushh ... wushh ... wushh ... Kabut asap merah yang tadinya hanya melaju dengan perlahan, sekarang menjadi melaju dengan cepat sampai membuat langit menjadi sama merahnya sama seperti kabut asap merah tersebut. "Astaghfirullah! Ada apa ini sebenarnya?" Roshni semakin kebingungan. Roshni masuk ke dalam tenda. "Aisyahh! Sulis! Helen! Bangunnn!" Roshni terus mencoba menbangunkan ketiga temannya itu. "Bangunnn!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN