Di dalam kerajaan, Shalaka sedang berada di kamarnya. Sebuah sepatu sekolah terdengar melangkah menuju kamar Shalaka, itu adalah Roshni.
Tok! Tok! Tok!
Roshni mengetuk pintu kamar Shalaka yang sangat besar.
Shalaka menoleh, "masuk saja, Roshni ..."
Shalaka nampak murung, ia seperti banyak beban pikiran.
"Ada apa, Bi?"
"Tidak, Rosh. Tidak ada apa-apa ..."
"Hmm, Bibi jangan berbohong. Rosh tau kalau Bibi sedang ada beban pikiran ..."
"Pasti, gara-gara perubahan sikap ratu Anjani ya, Bi?"
"Kamu benar, Roshni. Andaikan kamu dulu sudah lahir dan bertemu dengan ratu Anjani, kamu pasti tidak akan menyangka sikapnya seperti ini sekarang. Meskipun saja ratu Anjani kembali, tak mungkin sikapnya berubah," ujar Shalaka, mencoba menjelaskan semuanya yang ada di pikirannya kepada Roshni.
"Ratu Anjani di sini kan baru beberapa jam, Bi. Kita nggak tau kalau dia itu gugup tadi, jangan dipikirkan, Bi. Kita harus senantiasa berpikiran positif, dengan itu kita akan melihat dunia bagaikan permata tapi jika kita terus berpikir negatif maka kita melihat dunia hanyalah ada kebencian."
"Kamu benar, Rosh ... tidak terasa, baru beberapa bulan dirimu menjadi ratu, kamu sudah banyak berubah. Sekarang kamu ajak jalan-jalan lagi teman-temanmu itu di istana dan alam kabut ini, tugas-tugas sebagai seorang ratu sekarang akan diemban oleh ratu Anjani, Rosh."
"Oh ya, satu lagi, mulai besok sampai 1 tahun ke depan, tidak akan mengemban tugas apa-apa lagi karena semuanya menjadi tanggungjawab ratu Anjani. Kamu tak perlu lagi kemari setiap hari, kamu bisa tetap berada di dunia manusia sesuka hatimu."
Roshni sangat senang, ia tak harus lagi menjadi seorang ratu selama 1 tahun ke depan, ah senangnya. Roshni menganggap ini sebagai liburan, melepas penat sebagai seorang ratu yang sangat dipenuhi oleh kesibukan dan juga tanggungjawab. Roshni berjanji akan memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin.
Besok harinya, seperti biasa Roshni menjalani hari-harinya dengan penuh warna-warni kebahagiaan akan jadwal yang begitu padat, baik di pondok pesantrennya ataupun di sekolahnya. Sekarang adalah bulan Agustus, bulan ini biasanya SMAN 1 Nusa akan mengadakan beberapa acara yang akan diikuti oleh semua warga sekolah. Pagi itu, tanggal 11 Agustus 2020, sebelum masuk ke kelas masing-masing, semua warga sekolah dikumpulkan di lapangan basket, ada pengumuman penting yang akan disampaikan oleh guru kesiswaan, beberapa siswa-siswi menebak guru kesiswaan akan memberi pengumuman akan serba-serbi acara sekaligus kegiatan di bulan Agustus ini. Benar saja, guru kesiswaan yang bernama Pak Jahrudin itu mengumumkan serba-serbi acara dan kegiatan yang akan dilaksanakan di bulan Agustus, diantaranya adalah kegiatan berkemah di tanggal 16 Agustus sampai 19 Agustus, lomba-lomba di perkemahan dan juga lomba setelah berkemah yang akan dilaksanakan di sekolah selama 1 minggu penuh. Acara dan kegiatan seperti ini sangat paling dinantikan warga sekolah, selain melepas kejenuhan, kegiatan seperti ini juga akan membuat otak menjadi lebih segar untuk kembali melakukan pembelajaran.
Roshni dan kawan-kawannya sangat kegirangan, mereka sangat tak sabar ingin mengikuti kemah. Ini adalah hal yang paling menggembirakan! Sorak-serai semua warga sekolah membuat SMAN 1 Nusa terlihat sangat ceria.
Di dalam kelas, Roshni dan kawan-kawannya memilih anggota regu. Roshni terpaksa harus terpisah dari beberapa temannya yang lain karena di dalam 1 regu hanya boleh berisikan 5 orang siswi bersama ketua regunya. Roshni memimpin regunya yang bernama regu Kabut Camp dengan anggotanya yaitu Aisyah, Sulis, Levina dan Iis, sedangkan sisanya bergabung ke regu-regu lain.
***
Sekarang adalah bulan Agustus, di bulan ini akan ada acara perkemahan yang wajib diikuti oleh semua siswa dan siswi SMAN 1 Nusa kelas 11. Setelah kelas 11 selesai di bulan Agustus ini barulah kelas 10 akan melaksanakan kemah di bulan September nanti. Roshni dan teman-temannya sangat bergembira mendengar kabar ini. Perkemahan atau yang bisa disebut dengan kata kemping ini akan dilakukan dari tanggal 4 Agustus 2016 sampai 7 Agustus 2016 di hutan di dekat jalan raya dan persawahan. Kawasan itu adalah bagian pelosok dari Desa Sakti Sanjaya, walaupun Majalengka sudah dikenal dengan sebutan kota, tetapi masih ada desa di sekitarnya termasuk Desa Sakti Sanjaya yang terletak di dekat kawasan Bandara Fathul Ligin Majalengka yang baru saja dibangun. Desa Sakti Sanjaya dikenal dengan desa mati karena desa ini akan menjadi bagian dari bandara yang baru, namun karena masalah biaya desa ini dibiarkan begitu saja dengan keadaan yang sangat disayangkan. Banyak rumah yang sudah dirobohkan tanpa kejelasan yang pasti. Sudah 10 tahun sejak bandara dibangun, desa ini mungkin sudah dihuni banyak sekali oleh 'mereka' yang mencari tempat.
Pagi itu, tanggal 7 Agustus 2016. Semua siswa-siswi berjalan dari sekolahan ke tempat perkemahan mereka. Jaraknya tidak begitu jauh, hanya saja mereka harus berjalan kaki selama 20 menit lamanya untuk sampai ke lokasi kemah. Para guru yang menjadi pembina memimpin perjalanan di depan barisan, di belakangnya ada siswa-siswi SMAN 1 Nusa yang sangat banyak, seakan-akan saat itu adalah pawai.
20 menit kemudian, mereka semua sampai di perkemahan. Sesampainya di sana, mereka semua membangun tenda untuk berkemah sesuai dengan regu masing-masing. Mereka semua membangun tenda lengkap dengan gada-gadanya. Biasanya siswa-siswi sudah dibangunkan tenda oleh para pembina dan panitia pramuka, tapi tahun ini semua siswa-siswi yang membangun tendanya sendiri tanpa bantuan pembina dan para panitia untuk melatih kemandirian dan keterampilan para siswa-siswi, apalagi mereka semua sudah akan beranjak dewasa.
Roshni, Aisyah, Sulis Helen dan Ashnoor satu regu. Mereka membangun tenda dengan cepat sehingga ada waktu istirahat sebentar di dalam tenda sebelum melakukan upacara sekaligus lomba yel-yel di lapangan.
"Capek banget ya, Rosh. Udah jalan dari sekolah, eh sampe sini disuruh buat tenda sebelum upacara, liat aja di luar tuh yang lain masih belum selesai ..." ucap Helen, sebari menengok ke arah jendela tenda yang terbuat dari plastik transparan.
"Iya, mana nanti upacara terus langsung lomba yel-yel lagi," Sulis, mengipasi dirinya sendiri dengan kipas yang terbuat dari kertas.
"Udah, jangan ngeluh aja, Len, Lis. Kita harus bersyukur bisa ada di sini, bisa ikut event ini. Siti kan dia malah nggak bisa gara-gara lagi demam sekarang," Aisyah, mengingatkan Sulis dan Helen.
"Bener kata Aisyah, Len, Lis." Roshni, mendukung perkataan Aisyah.
"Iya juga ya, sayang banget si Siti nggak ikut kemah, padahal seru banget," ungkap Helen.
"Nah, kan. Kemah itu capek tapi seru, Len. Dijamin nanti setelah lulus nggak ada lagi kemah-kemahan yang kaya begini lho," cakap Roshni.
"Iya-iya, Rosh. Eh, katanya di sini tuh desanya angker ya? Kita bakalan disuruh jadi hantu di jurit malam nggak sih? Kita kan DA ..." Helen juga anggota DA seperti Roshni, Helen menyukai sekali kegiatan pramuka walaupun dia suka mengeluh karena kelelahannya yang tak bisa dipendam.
"Kata Dayat sih iya, Len. Kita disuruh jadi hantu di jurit malam, memangnya kamu nggak hadir waktu rapat kemarin, Len?"
"Astoge, kapan sih, Rosh?"
"Kagak, Rosh, hue kagak hadir. Habis kumpul di lapangan untuk dengerin pengumuman gue langsung cabut aja sama anak-anak lain karena panas banget cuacanya," jawab Helen pada Roshni.
"Pantesan, Len. Padahal kemarin banyak banget sesuatu yang bakalan anggota DA lakuin di kemah kali ini, salah satunya jurit malam. Jurit malam ini katanya semua anggota DA harus jadi hantu pake properti yang udah disediain sama Dayat, ketua DA. Nanti kita dibagi tempat gitu untuk nakut-nakutin temen-temen kita yang ikut jurit malam," jelas Roshni.
"Jurit malamnya malam ini dan 2 hari kedepan, karena setiap regu wajib ngirimin perwakilan-perwakilannya untuk ikut jurit malam." Tambah Roshni.
"Duh, gue boleh nggak ikut, Rosh?"
"Gue takut, apalagi jadi hantu ... ihh serem!"
"Wajib, Len. Kalau nggak ikut ada sanksi dari pak Joko ..."
"Pengumuman-pengumuman, bagi setiap siswa-siswi SMAN 1 Nusa harap berkumpul di lapangan sekarang untuk melakukan upacara sekaligus acara perlombaan yel-yel."
"Sekali lagi bagi setiap siswa-siswi SMAN 1 Nusa harap berkumpul di lapangan sekarang untuk melakukan upacara sekaligus acara perlombaan yel-yel."
Terdengar suara pak Joko, ketua pembina pramuka yang sangat nyaring dan begitu keras menggunakan mikrofon suara yang sumbernya dari lapangan upacara. Seketika, Roshni dan anggota-anggota regunya langsung ke lapangan untuk melakukan upacara bendera. Helen begitu tegang, di setiap langkahnya sekarang hanya memikirkan jurit malam yang akan dilaksanakan 3 hari berturut-turut itu, ia takut jika harus menjadi sesosok hantu yang menyeramkan apalagi di tengah hutan yang tak berpenghuni dan jarang dikunjungi masyarakat lagi saat ini.
Di lapangan, upacara diadakan. Upacara itu diadakan di bawah terik sinar matahari yang membakar kulit mereka, mereka semua kepanasan. Tapi momennya tak bisa dilupakan sama sekali oleh mereka semua yang ada di sana, momen pramuka memang sangat melelahkan tapi sangat menyenangkan. Setelah upacara selesai, dimulailah lombal yel-yel yang dinyayikan dari setiap regunya. Ada 14 regu dari 7 kelas IPA dan 7 kelas IPS, semuanya nampak kompak, ada beberapa yang tidak kompak dan tidak bersuara.
Sesudah semua regu menyayikan yel-yel mereka, mereka semua kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat sejena. Nanti akan dilanjut dengan sholat dzuhur berjamaah bagi yang muslim. Setelah menunaikan sholar dzuhur dilanjutkan dengan makan siang, lalu perlombaan makan krupuk, balap karung dan tarik tambang yang akan diadakan di lapangan.