Kukuruyuk!
Di pagi buta, Sang Ayam Jago berteriak dengan kencang, disertai dengan kumandang adzan shubuh yang sudah akan masuk ke waktu utama. Di kamarnya, Roshni terbangun. Entah mengapa mata Roshni sebam, seperti sudah menangis semalaman. Roshni duduk, sebari mendengarkan adzan shubuh dengan penuh hidmat dan membalasnya dengan setulus hati. Sesudah adzan shubuh, Roshni teringat sesuatu di mimpinya tadi yang sangat menyedihkan.
Roshni berdiri, bergegas ke kamar mandi untuk bersuci, sebelum itu ia menengok ke kamar kedua orang tuanya yang nampak gelap dan sudah tak ada siapapun di sana.
"Ah, lagi-lagi Rosh terlambat," setiap hari tepat pukul. 03.30, ayahnya selalu sudah berangkat ke kantornya, dia selalu saja terlambat jika ingin bertemu dengan ayahnya di rumah untuk memulai hari dan beragam aktivitas.
Mau tak mau Roshni harus menunggu ayahnya lagi nanti malam. Roshni masuk ke kamar mandi. Roshni sudah agak sembuh, akan tetapi tubuhnya sedikit meriang. Roshni memang begitu, meski dia belum sembuh total dan hanya sembuh sedikit saja, dia langsung melakukan semua kegiatannya, memang penyakit perlu dilawan jangan dimanja.
Setelah melakukan semua itu, Roshni menunaikan sholat dan mengaji, tak lupa setelahnya menyiapkan buku pelajaran hari ini. Terlihat modul dan buku tulis LKS kimia, biologi, matematika, dan sejarah Indonesia ia masukan ke dalam ransel, ia siap untuk bergegas ke sekolah, sebelum berangkat ke sekolah Roshni memakan sarapan yang sudah Ayahnya sajikan di meja makan. Menu sarapan hari ini adalah nasi goreng dengan mata sapi, dan juga ada s**u sapi yang sudah Dimas beli pagi-pagi tadi.
Sarapan sudah, Roshni pun pergi ke sekolah tepat pukul. 5.23, memang terlalu pagi, tapi inilah kebiasaan Roshni, terkadang sangking lelahnya Roshni bisa berangkat pukul. 08.20 seperti peritiwa yang terjadi minggu lalu. Roshni berangkat pagi bukan semata-mata tidak ingin didului oleh teman-temannya tetapi Roshni berangkat pagi karena di sekolah ia akan bersih-bersih dan membaca materi, entah mengapa bagi Roshni pagi hari adalah waktu yang sangat pas untuk membaca buku pelajaran.
Seperti bisa, Roshni melihat jalanan kota yang masih sepi dan gelap, ia lihat ada para pedagang yang menjajakan sarapan di pinggir jalan, banyak sekali sarapan yang tersaji di jalanan kota Bandung. Ada warung angkringan yang menyajikan nasi kuning lengkap dengan gorengan dan s**u jahe, ada stan nasi jamblang ciri khas kota Cirebon, ada stan pecel, ketoprak, gado-gado sampai nasi uduk.
Tak sampai tiga puluh menit Roshni sudah sampai di sekolah, sekolahnya masih sepi, belum ada siswa-siswi ataupun guru yang datang. Roshni duduk di bangkunya, ia bawa modul LKS kimia dan membacanya dengan penuh ketelitian dan seksama. Namun, tiba-tiba ada suara langkah kaki yang berjalan melangkah ke kelasnya.
Tuk!
Tuk!
Tuk!
"Siapa yang udah di sekolah pagi-pagi gini?" batin Roshni, penuh kecurigaan. Selama dirinya ada di sekolah ini, dia tak pernah melihat siapapun orang yang datang ke sekolah sepagi ini kecuali dirinya dan penjaga sekolah.
Krek!
Pintu kelas Roshni dibuka dengan lebar oleh orang itu, ia lihat lengan orang itu penuh dengan perhiasan yang hitam. Orang itu nampak membuka pintu, dan masuk ke dalam kelas. Roshni berdiri ketakutan.
"Roshni, apa kau mengingatku?"
Orang itu mendekat kepada Roshni, seketika wajahnya terlihat, dia adalah Saloni! Sang siluman kuda! Rupanya sama persis dengan apa yang dilihat oleh Sulis di rumah Roshni kemarin!
"Astaghfirullahaladzim!" seketika Roshni mengingat segalanya, ia mengingat pernah menuruti perkataan Saloni untuk ke gunung Argapura, sampai ke danau Nagasari, astaganaga!
"Hahahaha, ingat?"
"K-kamu Saloni!"
"Ya! Aku Saloni!"
"Mau apa kau kemari hah? Mau apa!" nentak Roshni yang berusaha untuk tidak takut dengan sosok Bhaisasuri yang ada di hadapannya ini.
"Hahaha, meskipun aku memberitahu segalanya tentang tujuanku kemari, pasti kau tidak akan mengerti, Roshni. Karena kau tidak tahu apa-apa, kau bodoh!" cacinya.
"Jangan menghinaku! Sudah, katakan! Apa tujuanmu kemari?"
"Baiklah, aku akan mengatakan tujuanku kemari. Tapi kau jangan kaget jika sudah mengetahuinya!!"
Roshni kebingungan mendengarnya, entah apa yang si siluman kuda itu rencanakan kepadanya.
"Tujuanku kesini untuk merebut kekuatanmu, Roshni! Kekuatan kohramani! Supaya aku bisa menggapai tujuanku untuk membebaskan Nenekku dari pemakaman alam kabut!" ungkapnya, dengan sangat menyakinkan.
"Hah? Apa kamu bilang? Ini omong kosong, aku enggak punya kekuatan apapun! Dan alam kabut, apa hubunganku dengan alam itu? Apa?" Roshni, bingung.
"Itu karena dirimu belum tahu apapun! Sekarang bersiaplah Roshni!"
Saloni mulai membacakan mantra-mantra yang membuat Roshni ketakutan setengah mati.
"Astaghfirullah, mau berbuat apa kamu!" Roshni, menjauh.
Tiba-tiba Roshni terdiam, matanya berfokus pada tatapan Saloni, saat itu juga mata Roshni mengeluarkan sinar putih yang melesat ke mata Saloni, Roshni sedang memberikan kekuatannya sendiri kepada Saloni! Dalam beberapa waktu kekuatan Roshni sudah habis, dan malah merasuk ke tubuh Saloni. Roshni pun pingsan di kelasnya dengan keadaan pucat sepucat-pucatnya bagaikan mayat. Betapa malangnya Roshni hingga Saloni tega membuat remaja itu sengsara dan penuh penderitaan.
"Hahaha, Tara itu ternyata sangat bodoh seperti anaknya. Tara membuat anaknya sendiri tidak bisa merasakan kekuatannya, dan malah diambil dari dalam akalnya. Tara bagaikan tak peduli dengan keadaan anaknya, memang generasi Melinda sangat egois sampai anakpun tidak diurus sama sekali!"
"Tapi ... aku tak peduli, yang terpenting kekuatan putri mahkota alam kabut ini sudah berada di dalam jiwaku, hahahaha! Dengan ini semua, diriku tak harus lagi mempengaruhi si anak bodoh ini untuk mengambil ke 7 batu permata itu, hahahaha!"
Saloni menghilang begitu saja, meninggalkan Roshni yang pingsan di kelasnya sendiri.
Di sisi yang lain, Amanda dengan susah payah meminta maaf dan membujuk Athalla dan Amayra untuk menjadi temannya lagi, usaha Amanda berbuahkan hasil, karena malam tadi Athalla dan Amayra membuka pintu, Amanda sampai bersujud bagaikan orang kerasukan, mau tak mau karena tidak mau memancing keributan lagi Athalla dan Amayra memaafkan Amanda dan mau berteman dengannya lagi. Pagi itu, mereka bertiga bersiap untuk ke sekolah dengan rencana untuk Roshni. Mereka sudah berdandan rapih di kamar kos-kosan, mereka memakai seragam batik biru khas SMA 1 Nusa.
"Sekarang bakalan jadi hari terakhir untuk Roshni! Karena dia udah bikin kehidupan gue hancur!" kata Amanda, sebari melihat jendela kamarnya.
"Iya, Da, siapa suruh udah buat kita gini, dia harus menerima akibatnya!" Amayra, emosi.
"Tapi, Girls ... kalo dia kenapa-kenapa gimana? Gue takut lho! Rencana ini bener-bener kelewatan," Athalla.
"Haduh, tumben lu cepu! Biasanya Amayra yang paling cepu! Dahlah, lakuin aja perintah gue!" Amanda, bersihkeras.
"Hmm, iya-iya, tapi kalo ada apa-apa lo yang tanggung, Da!"
"Iya, dasar!"
Sebenarnya rencana apa yang sedang direncanakan geng kalajengking merah? Tapi bagaimana nasib Roshni nantinya?