Awal Kehancuran

1134 Kata
Roshni pergi meninggalkan alam kabut, sementara itu Nenek Ajeng dan Saloni tertawa lepas karena tujuannya selama 700 tahun ini telah tercapai! Mereka sudah bebas, dan akan menjadi penguasa besar di alam kabut. Terlihat, sekarang Nenek Ajeng memberikam tongkat kesaktian alam kabut beserta mahkotanya kepada Saloni, sang cucu yang dijadikan dayang dan pelayan oleh para leluhur alam kabut dahulu. Seketika, Saloni menjadi ratu kabut yang baru. Saloni yang tadinya memakai sari hitam, dan berkaki kuda, sekarang berubah memakai gaun agung alam kabut yang berwarna putih dengan beberapa corak yang indah. Wajahnya yang buruk rupa malah menjadi cantik jelita bagaikan bidadari. Dan lama-kelamaan mata, hidung, telinga, dan mulut Roshni mengeluarkan kabut yang sangat amat banyak. "Hahaha, berhasil! Nak, sekarang buat aku menjadi Ibu Suri alam kabut." Saloni tersenyum, "baiklah, Nenek." Saloni meniupkan suatu bubuk putih kepada Nenek Ajeng, seketika Nenek Ajeng berubah menjadi muda kembali, meskipun rambutnya berwarna abu-abu karena sudah beruban. Terlihat Nenek Ajeng memakai gaun putih. Tiba-tiba saja, keluar sebuah tongkat berkepala tengkorak dari tangannya. "Tepat hari ini, hari selasa kliwon! Aku mendapatkan tujuanku setelah 700 tahun lamanya aku menantikan ini semua! Huahahahaha!" Tawa Nenek Ajeng lepas. "Dengan susah payah, Cucuku yang tersayang ini berjuang di alam kabut untuk bertahan hidup sekaligus membawakanku 7 batu permata dari mana-mana, dan sekarang usahanya itu berbuahkan hasil yang sangat memuaskan, hahahaha! Saloni menjadi ratu alam kabut, dan dia juga mendapatkan semua kekuatan alam kabut, serta gen, darah, dan kesaktian seorang siluman Bhaisasuri sudah melekat di dalam jiwa dan raganya, hahahahaha!" "Dengan bangkitnya diriku setelah 700 tahun lamanya, ini berarti awal kehancuran alam kabut! Hahahaha! Aku akan menghancurkan istana ini, dan membuatnya menjadi istana jin jahat yang sangat menyeramkan, dan aku akan membuat para jin-jin kabut yang baik disekap di dalam lorong bawah tanah ini!" "Saloni, ayo kita keluar dari lorong bawah tanah, lalu kita membalaskan dendam kepada mereka semua!" "Ayo, Nenek!" Saloni, tersenyum licik. "Tunggu! Sebelum itu, aku akan membuka sel-sel, tahanan, dan pemakaman para roh jahat, makhluk ghaib, setan beserta siluman di sini." "Apakah kita akan bertempur, Nek?" "Iya, Cucuku, betul sekali. Kita akan bertempur dengan para jin baik!" Nenek Ajeng membacakan sebuah mantra-mantra, tiba-tiba saja dari tongkat tengkoraknya keluar sebuah cahaya api yang membentuk sebuah bola api, lalu bola api itu terhentak ke lantai, sehingga menimbulkan ledakan yang sangat luar biasa dahsyatnya. DAAARRRRR!!! Seketika semua makhluk jahat keluar dari tempat penahanannya, mereka semua tertawa karena sudah bebas. "Wahai para makhluk jahat! Akulah yang telah membebaskan kalian! Aku Ibu suri ratu kabut yang baru! Nyawa kalian ada di genggamanku!" "Tujuanku membebaskan kalian adalah untuk melakukan pertempuran mahadahsyat dengan para jin baik hari ini juga! Kalian buat istana kabut ini hancur, sehancur-hancurnya! Malam ini juga, buat istana kabut ini menjadi istana kegelapan yang penuh dengan unsur-unsur kejahatan!" "Baik, Ibu Suri." Semua para makhluk jahat melayang terbang ke atas, menembus langit-langit lorong bawah tanah. "Haha, pasti akan terjadi pertempuran yang luar biasa, Cucuku." "Iya, Nek! Aku akan jamin para tetua di kerajaan ini yang telah membuatku menjadi babu, akan menerima akibatnya! Perbuatan mereka yang semena-mena, dan menghancurkan harga diriku sebagai anak ratu, akanku balas dengan satu kali tepukan!" "Benar! Tak ku sangka ternyata secepat ini kita bisa mendapatkan semua yang kita mau." "Iya, aku saja tidak menyangkanya. Roshni masih terlalu kecil untuk menjadi seorang ratu, hingga ia hanya memikirkan pembalasan, pembalasan dan pembalasan! Hanya itu yang dia pikirkan." "Cih! Roshni memang tak pantas mendapatkan predikat sebagai ratu, Cucuku. Seorang ratu harus berpikiran dewasa, bukan kekanak-kanakan!" "Sekarang ayolah kita ke atas, kita akan menghancurkan istana alam kabut sekarang juga!" Ajak Nenek Ajeng. Meninggalkan kejahatan Nenek Ajeng dan Saloni, kita sekarang beralih ke alam manusia, malam ini di sekolah SMAN 1 Nusa para anggota OSIS dan Dewan Ambalan (DA) sedang menghias sekolah dengan berbagai pernik yang indah. Besok adalah hari yang sangat spesial, karena di SMAN 1 Nusa diadakan pentas seni besar-besaran atau yang bisa dibilang akbar di sekolah SMAN 1 Nusa, sebagai acara perpisahan kelas 6, 9, dan 12. Terlihat di aula, Aisyah juga sedang ikut menghias, Aisyah bukan OSIS, ia menggantikan sahabatnya yang bernama Vera, anggota OSIS yang harus menjadi panitia properti acara perpisahan. Akan tetapi karena Vera sakit, terpaksa Aisyah harus menggantikannya karena Vera meminta bantuan kepadanya. Sekarang, Aisyah bersama anggota-anggota OSIS yang lain merancang aula sekolah menjadi panggung yang megah. Di dinding aula terpampang gorden yang indah berwarna putih-cokelat, disertai dengan lampu kelap-kelip yang berada di seluruh gorden. Tampak di panggung terdapat sepuluh lampu sorot yang membuat acara itu semakin meriah nantinya. "Syah, tolong kamu ke ruangan kelas 12 IPS 1 yang ada di samping gudang, lalu ambilkan beberapa gamelan sama wayang-wayang, taruh di dalam plastik, setelah itu kamu antarkan kemari ya, karena konsep kita jawa and sundar." "Oh, iya, Kak." "Kuncinya ini ya, Syah." "Oke, Kak." Di saat Aisyah akan pergi, Aisyah teringat sesuatu. "Kak, bukannya kelas 12 IPS 1 itu kelas yang udah lama ditinggalkan ya?" "Iya, mulai ditinggalkan tahun 1980an, karena sering terjadi kesurupan masal. Tapi kamu kan alim, jadi InsyaAllah bisa, hehe." Ujar kakak kelas perempuan itu. "Eh, yaudah saya ambil dulu ya, Kak." "Oke, kalau ada apa-apa telepon Kakak, good luck!" "Iya, Kak, hehe." Berbekal dengan senter dari ponsel canggihnya, Aisyah berjalan melalui koridor-koridor sekolah yang sangat amat gelap. Aisyah masuk ke ruangan bekas kelas 12 IPS 1, dahulukala katanya di kelas ini kerap terjadi kesurupan masal setiap minggunya. Kadang ada yang dirasuki vampire china, sosok perempuan yang selalu tertawa, bahkan sosok dengan energi negatif yang tinggi seperti genderuwo dan lain-laon. 'Katanya' bekas kelas 12 IPS 1 ini dijadikan sebagai pelempar makhluk-makhluk astral yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab. Semenjak ditinggalkan, kelas 12 IPS 1 dijadikan tempat penyimpanan barang-barang, meski dijadikan tempat penyimpanan barang, banyak meja dan kursi kayu jadul yang masih terpajang di sana. Klek! Pintu itu terbuka. Di sana banyak sekali debu, Aisyah sampai bersin dan juga batuk-batuk karena masuk ke dalam sana. "Uhuk! Uhuk!" Di dalam kelas terdapat gamelan, ia pun memasukannya ke dalam plastik yang terdapat di sekitarnya. Di tengah-tengah memasukan gamelan, tiba-tiba saja. Gedubrakkk!! Ada sesuatu yang jatuh, bentuknya besar dan ukurannya panjang bagaikan layaknya manusia yang dibalut dengan kain berwarna putih. "Itu apa ya? Apa mungkin alat gamelan yang lain?" Pikir Aisyah. Karena rasa penasaran Aisyah yang cukup tinggi, dia pun mendekati objek tadi. Sesampainya di sana, ia raba objek itu, akan tetapi objek ini teksturnya kenyal bagaikan punggung manusia yang menghadap ke kiri(belakang Aisyah), Aisyah semakin penasaran, lalu ia membalikan objek yang ia kira punggung. "Inalilahiwainalilahirojiun! Athalla!" Astaganaga! Ternyata itu adalah Athalla yang masih mengenakan seragam sekolah, tetapi terbungkus kain kafan. Terlihat mukanya pucat, matanya hitam, dan bibirnya putih, bagaikan diberi bedak. Brakk! Setelah Aisyah mengetahui itu, tiba-tiba ada Amanda dan Amayra terjatuh dari meja yany berbeda, dengan kondisi yang sama. "Astaghfirullah!" Aisyah memegang kepalanya. Pemandangan ini sangat mengerikan untuknya, Aisyah pun pingsan karena tak kuat melihat segala yang terjadi di sana. Bruk!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN