Melawan Ketidakadilan

1201 Kata
Saat jam istirahat tiba, Roshni dan Ashnoor nampak sudah mulai akrab. Ashnoor pun duduk di kursi Aisyah, saat Aisyah sedang jajan di luar. Roshni berbincang banyak dengan Ashnoor, geng kalajengking merah yang melihat kebersamaan mereka berdua, menjadi ketakutan. Karena Roshni dan Ashnoor remaja yang pemberani, mereka tak akan tinggal diam jika ketidakadilan terjadi, apalagi jika mereka berdua mengamuk lalu bersatu, bisa-bisa geng kalajengking merah akan babak belur tak karuan. Saat bel pulang sekolah, Roshni dan Ashnoor pulang bersama dengan jalan kaki. Meski Ashnoor orang kaya, tapi dia mandiri. Sewaktu mereka akan pulang, mereka lihat Amanda dan kawan-kawannya sedang merundung seorang remaja perempuan berkacamata di pojok kelas X IPS 4. Remaja perempuan yang berkacamata itu nampaknya sangat ketakutan dengan Amanda, ia sampai menangis sebari kakinya bergemetar. Di tangannya pula, ia memegang segepok uang pecahan seratus ribuan yang sangat banyak, jika dikira-kira ia memegang uang satu juta lebih. "Mana uang lo? Sini kasih ke gue!" Teriak Amanda. "I-Ini uang bendahara kelas, Kak. Aku c-cuman diberi titipan aja, hiks-hiks-hiks." Tangisnya. "Gue kagak mau tau, pokoknya lo harus kasih uang itu ke gue! Woy, gue lagi butuh uang!" Amanda, yang terus membuat remaja tersebut terpojok. "Enggak, Kak, jangan ambil uang ini, ini amanah yang harus aku jalankan, Kak." "Nyenyenye, ngemeng lagi lo! Rasanya pengen gue tabok lo!" Athalla. "Tabok aja! Lagian dia kagak mau ngasih uangnya ke kita! Ayo, kita hajar habis-habisan!" Ajak Amayra. "Ayo!" Saat mereka kan memukulnya, tiba-tiba ... DAAAG! DAAG! DAAG! DAAG! Ashnoor dan Roshni masuk ke kelas dan memukuli Amanda, Athalla dan Amayra dengan sapu hingga mereka kesakitan. "Aduhh! Sakit! Sakit! Dasar orang gila!" Kesal Amanda, merintih kesakitan. "Sakit kan? Sakit? Ini yang bakalan dia rasain kalo lo mukul dia, dasar orang berhati batu!" Jerit Roshni. "Woyy! Ada apa ini?" Saat sedang memukul-mukuli Amanda, Athalla dan Amayra, datanglah seorang remaja perempuan dengan rambut terurai, dia adalah anggota OSIS SMAN 1 Nusa, yang bernama Gina. "Ada apa ribut-ribut, hah? Mau gue kasih hukuman hah?" Ashnoor dan Roshni menoleh. "Kak, tolong! Liat Ashnoor sama Roshni mukulin saya, hiks-hiks-hiks ..." Amanda menangis, "Ya ampun, Roshni-Ashnoor! Kalian enggak punya hati! Dasar ya, sini ikut Kakak!" Gina menarik tangan Roshni dan Ashnoor, entah apa yang akan dilakukan anggota OSIS yang main hakim sendiri itu. "Kak, saya bisa jelaskan semuanya!" Ucap Roshni. "Halah, jelas-jelas gue liat lo berdua mukulin mereka bertiga! Kurang ngajar emang!" Hardik Gina. Brakkk! Roshni dan Ashnoor dilempar ke lapangan upacara yang di sana terdapat kelas 11 IPS 4 sedang berlatih melakukan upacara untuk senin depan. "Argh!" Roshni, kesakitan. "Sekarang kalian Kakak hukum! Kalian hormat ke tiang bendera dengan kaki kiri diangkat satu sampe magrib!" Suruh Gina, marah besar. "Hiks-hiks-hiks ... makasih, Kak! Kakak penyelamat aku!" Amanda memeluk Gina dengan erat. "Iya, Dek. Udah, jangan nangis lagi, perundungan memang harus dihapuskan dari sekolah ini, Dek." Papar Gina, yang sangat kasihan kepada adik-adik kelasnya yang tertindas. "Kak, kami enggak salah! Ngapain dihukum!" Protes Ashnoor, dengan nada tinggi. "Kalian salah woy! Memangnya gue bodoh apa? Sampe kagak liat kalian berdua udah mukulin Amanda, Athalla dan Amayra, siswi berprestasi sekolah ini! Kalian harusnya dikeluarkan dari sekolah karena tingkah kalian yang b***t ini! Jangan sampe kalian buat tiga siswi ini jatuh karena perbuatan kalian! Cepetan kalian lakukan hukuman dari gue! Kalo kagak, gue bakalan laporin ini ke kepala sekolah! Supaya kalian bertiga dikeluarin secara tidak hormat dari sekolah ini!" "Kak, jangan hukum mereka, ta-takutnya saya yang jadi bulan-bulanan mereka nanti, hiks-hiks-hiks." Tangis Amanda, di pelukan Gina. "Cup! Cup! Dek, jangan takut sama orang kaya mereka! Hajar aja! Kalo kamu diapa-apain, Kakak bakalan hadepin mereka!" "Woy, Gina! Lo kan yang udah nyontek jawaban sastra Inggris Kakak gue?" Teriak Ashnoor, melotot. "Lho, maksud lo apa hah? Adek kelas kagak sopan!" "Heh, lo tau Dirgantara?? Dia Kakak gue! Kemarin sebelum gue datang kemari, Kakak gue ngeluh kalo lo selalu nyontek jawabannya secara diam-diam, padahal Kakak gue udah mati-matian nyari jawaban itu! Sekarang, siapa yang kejam? Hah!" "Emang itu urusan lo apa? Adek kelas songong! Sini gue tarik lo berdua ke ruang kepala sekolah!" Karena merasa terpojok, Gina menarik tangan mereka berdua. Namun ... "Aaaaaa!!!" Tangan Gina dicubit dengan sangat amat keras oleh Roshni, sampai-sampai tangan Gina berwarna ungu karena sangking sakitnya. "Ini balasannya untuk lo yang toxic!" "Sakit! Sakit!! Arghh, tangan gue! Tolongg! Tolongg, woyyy!" "Lepasin, adek kelas songong!" "Kagak!!" Para siswa-siswi dan beberapa anggota OSIS yang sedang berada di lapangan langsung sergap lari ke arah Roshni untuk menolong Gina. Sekarang, Roshni tak tinggal diam menghadapi semua ketidakadilan, dari telapak tangannya, Roshni mengeluarkan tongkat yang diberikan Tara di alam kabut kemarin, lalu Roshni menghantamnya ke aspal lapangan. DUGGG! Seketika semua orang yang mendekatinya malah terpental jauh sampai mengenai tembok-tembok sekolah. "Aaaa!" Mereka berteriak kesakitan. "Lo ya, jadi anggota OSIS harus tau yang bener dan yang salah! Pikir dulu sebelum bertindak! Liat ini!" Tangan Roshni menutup mata Gina, seketika Gina mengetahui segalanya, setelah itu Gina didorong ke lapangn oleh Roshni. "M-Maaf!" Ucap Gina, sebari memegang tangannya yang dicubit tadi. Meski agak kaget melihat Roshni seperti ini, Ashnoor berusaha menenangkan diri, "Rosh, kita pergi aja dari sini!" Tepat jam 17.00 sore, Roshni berada di rumah Ashnoor yang megah, dirinya tadi diajak oleh Ashnoor katanya hanya sekedar ingin dibimbing tentang pelajaran-pelajaran yang tertinggal. Di sana dirinya disambut oleh Mami Ani, selaku ibunda dari Ashnoor. "Wah, ini temennya Ashnoor yang baru ya? Namamu siapa, Nak?" Tanya Mami Ani, yang duduk di sofa berwarna cream. "Roshni, Tante." Jawab Roshni, dengan malu-malu. "Ohh, Roshni, salam kenal ya. Saya namanya Rumiani, panggil aja Mami Ani, hehe." "Oh iya, Tante." "Lho, kok Tante lagi." "Eh, maksud saya Mami Ani." Roshni, salah tingkah. "Hehe, nah gitu dong." "Oh iya, Rosh, lo mau enggak nginep di sini?" "Gimana ya, soalnya enggak enak, kan baru kenal juga." Ujar Roshni. "Oalah, jangan begitu toh, Nak. Anggap aja rumah sendiri." Ucap Mami Ani. "Ayo, di sini ya. Nanti saya masakan makaroni scotel buatan saya sendiri, hehe." "Ayo mau dong, Rosh." "Hmm, yaudah, saya mau, hehe." Satu malam penuh, mereka habiskan untuk mengerjakan tugas. Sangat jarang jika ada yang begini, rata-rata remaja jaman sekarang menghabiskan waktunya hanya untuk main game atau ada juga yang menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran yang tidak ada manfaatnya, dan hanya menimbulkan dosa yang besar. Pagi-pagi, tepat jam 04.50, Roshni sudah bersiap untuk ke sekolah. Ini adalah hari jum'at, di mana dirinya harus memakai pakaian pramuka, syukurlah karena kesaktiannya yang besar, Roshni dapat memanggil seragam pramukanya yang ada di rumahnya untuk melesat ke rumah Ashnoor. Di jam 06.00, Ashnoor baru saja bersiap. Ia sekarang menyiapkan bukunya, dan memasukannya ke tas ransel berkarakter. "Rosh, lo dapat seragam dari mana? Perasaan lo kan enggak ke rumah." "Yaelah, Nor. Gue ini sakti, gue bisa ngelakuin apa aja yang gue mau." "Nor, gue bakalan jelasin tentang diri gue sebenarnya di sekolah nanti." "Nor, hari ini pembalasan hari kedua, gue bakalan balas perbuatan Amayra di kantin waktu itu." Papar Roshni. "Memangnya dia ngapain lo, Rosh?" "Dulu dia udah guyur gue pake kuah bakso pedas dan karena itu gue harus masuk UKS, di UKS gue malah diguyur lagi sama air comberan sama mereka!" "Kurang ngajar memang!" "Tenang, Rosh, gue bakalan bantuin lo di dalam rencana balas dendam lo, gue bener-bener emosi setelah denger tentang itu semua." "Makasih, Nor. Gue seneng punya temen kaya lo, hahahaha." "Gue juga!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN