Alam kabut sangat meriah, langit alam kabut tampak dihiasi dengan ribuan lentera dan kembang api yang indah dan berwarna-warni, para rakyat alam kabut pun bersenang-senang di istana untuk merayakan kedatangan ratu kabut baru, yaitu Roshni Virgianisa. Di singgasananya, Roshni berdiri untuk menikmati pemandangan indah tersebut, ditemani oleh Dimas, Shalaka dan Syera.
"Roshni, dengan semakin tinggi jabatanmu maka tanggung jawabmu akan semakin banyak. Kamu harus bisa membagi waktu antara kedua alam ini, Rosh." Ujar Dimas yang berdiri di samping sang anak.
"Iya, Yah, aku akan berusaha membaginya. Setelah sekolah aku akan langsung datang ke alam kabut, dan esok paginya aku kembali lagi ke bumi untuk bersekolah." Jelas Roshni.
"Bagus, Rosh. Rosh, kalau kamu ada apa-apa bilang saja ke Ayah ya, kamu jangan sungkan lagi. Ayah lihat kamu dirundung di sekolah terus-terusan, mereka bagaikan menjadi bumerang supaya kamu terjatuh, Rosh, tetapi kamu malah tidak mau bilang apapun ke Ayah dan almarhum Ibumu kemarin."
Roshni terdiam.
"Rosh, alam kabut berbeda dengan alam manusia, di alam kabut ada sosok juga yang bisa membuat kehidupanmu berantakan."
"Apalagi, sosok ini mempunyai kesaktian yang besar, jadi kamu harus terbuka bersama kami, jika ada masalah langsung bicarakan bersama kami." Jelas sang Ayah.
"Iya, Yah. Rosh janji akan selalu terbuka ke kalian, kalau ada masalah nanti Rosh langsung bicarakan, hehe."
"Oh iya, Yah, apa Rosh boleh menggunakan kesaktian ini untuk memberikan pelajaran kepada Amanda dan kawan-kawannya?" Tanya Roshni, sopan.
"Hmm, jangan, Rosh. Kekuatan yang besar tidak boleh disalahgunakan ataupun dipakai balas dendam." Tolak sang Ayah.
"Tapi, Yah, apa salahnya untuk membuat mereka jera, karena takutnya jika begini mereka bertiga akan terus membabi buta, dan akan melakukan hal yang sama kepada siswi lain."
"Benar kata Ratu Roshni, Maharaja. Amanda dan kawan-kawannya sudah semena-mena terhadap orang yang lemah, mereka juga sudah tak mempunyai etika dan moral lagi." Ujar Shalaka, mendukung pernyataan Roshni.
"Hmm, baiklah jika memang begitu, Ayah izinkan kamu untuk memberikan mereka pelajaran, akan tetapi jangan berlebihan ya." Ujar sang Ayah.
"Wah, iya, Yah. Makasih, Ayah!" Roshni memeluk Dimas.
Hari sudah larut, Amanda dan kawan-kawannya sedang bersenang-senang di alun-alun kota, mereka menyantap seblak di pinggir jalan. Terlihat mereka bertiga memakai sweater berwarna ungu. Di sana tiba-tiba datang seorang remaja perempuan dengan rambut diikat, dan berwarna oranye. Pula matanya biru, dan wajahnya putih. Ia datang memakai hoodie putih yang glamour, ia keluar dari mobil putih yang di depannya terdapat supir, lalu dirinya memesan seblak di sana.
"Bang, seblak satu!"
"Iya, Neng. Tunggu sebentar, Neng."
"Ya, jangan pake lama, Bang."
Karena gaya perempuan tersebut terlihat kurang mengenakan, akhirnya Amand berbisik kepada gengnya.
"Heh, liat noh! Gayanya sok banget kan?" Bisik Amanda, yang sedang kepedasan.
"Iya, Da, tengil." Ucap Athalla.
"Bang, ini rata-rata yang nongkrong itu anak orang sok kaya kah?" Tanya remaja perempuan tersebut, sebari menyindir geng kalajengking merah.
Abang seblak itu hanya tersenyum.
"Remaja jaman sekarang remaja enggak punya attitude ya, Bang."
"Astoge, siapa sih dia, Da? Berani amat dia nyindir kita!" Amayra, kesal.
"Hust! Jangan keras-keras." Athalla.
"Haha, entahlah. Kalo dia satu kelas sama kita, udah gue habisin tuh anak!" Cakap Amanda.
Crat!
Setelah Amanda berkata seperti itu, remaja perempuan tersebut langsung mengguyur Amanda, Athalla dan Amayra dengan kuah bumbu seblak, refleks mereka langsung perih dan kepanadan.
"Aaaarggh!"
"Ashnoor! Gue Ashnoor Zubair Ahmad!"
Ternyata dia adalah Ashnoor!
"Jangan main-main lo pada ke gue, atau gue bisa bikin kisah kelam kalian."
"Ini, Neng."
"Makasih, Bang." Ujar Ashnoor, tersenyum.
"Hargai orang lain, jika ingin dihargai!" Ashnoor melotot kepada geng kalajengking merah yang sedang kepanasan.
Ashnoor pergi.
"Kurang ngajar!! Gue tandain lo ya!" Teriak Amanda, murka.
***
Pagi telah tiba, SMAN 1 Nusa sedang dalam keadaan berkabung. Tepat di hari kamis, semua siswa dan siswi sekaligus para guru dikumpulkan di lapangan upacara oleh Pak Gohan untuk memberitahukan tentang kabar mengejutkan dari Roshni yang menghilang di dalam dasar sungai sekolah dan belum ditemukan sampai sekarang. Sekarang para timsar sedang melakukan pencarian di sungai itu.
"Mari kita mengheningkan cipta sekaligus berdoa untuk saudari kita Roshni, sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Semoga saja Roshni segera ditemukan dalam keadaan selamat, aamiin."
Di saat pembacaan doa akan dimulai, tiba-tiba matahari ditutupi dengan awan hitam, lalu muncullah kabut asap yang sangat amat tebal di sana, sampai-sampai jarak 1 jengkal saja tak terlihat. Para siswa-siswi yang sedang akan berdoa seketika panik, dan bingung, sebenarnya ada apa ini?
"Mengheningkan cipta dimulai.
"Tunggu!"
"Roshni masih ada, Pak!" Suara Roshni mengkagetkan semua siswa-siswi SMAN 1 Nusa, apakah orang mati bisa hidup kembali?
"Roshni ada di sini, Pak!"
"Astaganaga!"
Terlihat Roshni muncul dari kabut asap yang sangat tebal, tetapi penampilannya sangat berbeda jauh dibandingkan sebelumnya! Roshni sekarang sudah berubah total 98 derajat! Roshni dulu yang terkenal cepu, dan culun berubah menjadi seorang remaja perempuan yang sangat cantik dan sangat gaul. Rambutnya yang dulu dikuncir dua bagaikan kuda, sekarang malah menjadi layer, dan disemir dengan cat rambut berwarna cokelat, ia memakai jam tangan berwarna pink, memakai make up yang sedikit tebal dan tak memakai kacamata bulat lagi.
"Hah! Roshni??" Amanda terkejut setengah mati, ia sampai bergemetar hebat karena perubahan Roshni yang sekarang.
"Lho, Roshni jadi begini?" Aisyah kaget juga.
"Iya, Syah, kenapa Roshni gini ya?" Sulis, keheranan.
SMAN 1 Nusa gempar dengan kedatangan Roshni!
"Ini beneran kamu, Nak?" Tanya Pak Gohan, tak percaya.
"Nak, kamu kenapa bisa ada di sini?" Tanya Bu Nani.
"Apa saya boleh berbicara di ruangan saja, Pak, Bu?" Sebelumnya Roshni sangat malu berbicara di depan umum seperti ini, tetapi sekarang Roshni biasa saja, seperti tak ada beban apapun.
"Yasudah, sekarang siswa-siswi bubar! Masuk ke kelas masing-masing!" Suruh Pak Gohan.
***
Di rumah yang sangat amat mewah, seorang remaja perempuan mengenakan pakaian seragam putih abu-abu berplat SMA 1 Garuda berdiri di depan mobil, nampaknya ia akan pergi ke sekolah, akan tetapi mengapa sesiang ini?
"Nak, ini Mami siapkan bekal, ada s**u kurma dan nastar, nanti kamu makan di sekolah ya." Ujar seorang perempuan paruh baya yang memakai gamis berwarna abu dan hijab syar'i berwarna serupa pula.
"Iya, Mami Ani, makasih ya." Kata remaja tersebut, sebari menerima bekal dari Ibunya.
"Non Ashnoor, ayo kita berangkat!" Teriak Pak Supir, dari dalam mobil.
"Eh, iya, Pak."
Ternyata dia adalah Ashnoor lagi, remaja perempuan yang berani menantang geng kalajengking merah semalam.
"Berangkat dulu ya, Mi."
"Iya, Sayangku."