Mahayudh - Pertempuran(1)

1172 Kata
"Roshni ambilah tongkat ini." Shalaka memberikan Roshni sebuah tongkat berbentuk bulan sabit. "Ini apa, Bi?" "Ini adalah tongkat leluhur para ratu kabut, tongkat ini adalah tongkat cadangan jika sewaktu-waktu tongkat utama yang berbentuk bintang dicuri, ataupun hilang. Tongkat ini lebih kuat daripada tongkat bintang, dengan tongkat kohra jadu. Ambilah, Nak." Shalaka memberikannya kepada Roshni. Roshni membawanya, seketika Roshni berpakaian gaun ratu kabut kembali. "Sekarang kita bertiga akan melawan Nenek Ajeng beserta Saloni." Cakap Shalaka. Di saat mereka akan bergegas menuju istana, tiba-tiba terdengar suara terompet yang sangat amat keras disertai gendrang peperangan. Seketika balatentara jin jahat menyerang Roshni, Shalaka, dan Syera dengan senjata meriam api dari kejauhan, sampai-sampai mereka bertiga kewalahan untuk melawannya. Ternyata sebelum itu, Nenek Ajeng telah mengetahui melalui kendi yang berisi air pengelihatan, bahwa Roshni, Syera dan Shalaka akan menyerang alam kabut. Jin jahat yang keluar ada bermacam-macam tapi semuanya berkaki asap dan membawa pedang. Terlihat di sana ada jin tanpa kepala, ada jin berkepala duyung, ada jin yang berkepala harimau, ada jin kuntilanak, pocong, sudel bolong, tuyul, nenek gayung, para roh jahat parasit dan lain sebagainya. "Kita tidak bisa menyerangnya sendirian! Kita memerlukan tentara juga agar kita dapat memenangkan pertempuran ini!" Teriak Roshni, panik. "Keluarkan tentaramu melalui tongkat yang sedang kamu pegang, Rosh! Karena dari sana akan ada ribuan tentara yang muncul!" Jerit Shalaka. Roshni langsung membacakan mantra, lalu ia arahkan tongkatnya ke medan pertempuran, seketika muncul sebuah cahaya biru dari tongkat Roshni, dan cahaya biru itu berubah menjadi ribuan pasukan jin kabut baik dengan penampilan beratribut namun berkaki asap, mereka pula membawa pedang di tangannya. Terlihat para pasukan ribuan jin baik melawan jin jahat di sana, pertumpahan darah terus terjadi di setiap detik, jeritan mengerikan dari para jin kabut pertanda bahwa ada perjuangan yang berdarah dan mematikan sedang terjadi. Roshni, Shalaka dan Syera juga ikut melawan para jin jahat sehingga membuat pasukan para jin jahat sedikit lagi yang tersisa dengan potongan tubuh yang tinggal beberapa saja. Beberapa lama kemudian, Nenek Ajeng beserta Saloni datang. Terlihat gaun Nenek Ajeng dan Saloni tampak sangat beda dari sebelumnya. Sekarang gaun mereka berdua berlambang kambing, dan mereka berdua juga mempunyai dua tanduk kambing di kepalanya. "Haha, Roshni si payah datang lagi!" Sindir Saloni di hadapan Roshni. "Si bocil kenapa ada di sini hah! Seharusnya kau main sana di alam bumi!" Teriak Saloni, melotot kepada Roshni. "Ya! Pikiran dia sangat kekanak-kanakan, tidak pantas menjadi ratu! Dia menjadi ratu, sama saja membuat istana ini hancur berantakan karena sikap dan ulahnya!" Nenek Ajeng, yang ikut menyindir Roshni. "Omong kosong!" Teriak Roshni, marah. "Nenek Ajeng! Kau telah menipuku! Berani-beraninya kau ya! Sekarang lihatlah bagaimana Roshni orang yang kalian anggap lemah dan bodoh bisa membinasakan kalian berdua!" "Kau yang omong kosong! Cuman bisa ngomong tapi tidak bisa melakukan apapun, hahahaha!" Tawa Saloni. "Kau lihat itu?" Saloni menunjuk ke atas langit yang terdapat sebuah bulan yang mengeluarkan darah. "Itu adalah bukti bahwa peperangan berlangsung, bila darah yang ada di bulan tersebut berwarna merah maka jin jahat yang lebih unggul! Sedangkan jika darah itu berwarna biru maka jin baik yang unggul. Tetapi lihatlah! Bulan itu mengeluarkan darah berwarna merah yang menunjukan bahwa jin jahat lebih unggul dibandingkan jin baik! Huahahahahaha!" Nenek Ajeng. "Prajuritmu ribuan, tetapi prajuritku hanya ratusan, walaupun begitu para prajuritku sangat amat sakti, hahahahaha." Tambahnya, disertai kekehan durjana. "Banyak ngemeng kau!" Roshni langsung menyerang Nenek Ajeng dan Saloni, tetapi mereka berdua menghilang. "Apa kau lupa, Roshni? Jika aku jin jahat? Jin jahat tidak akan bisa dilihat jin baik, apalagi jika itu payah sepertimu, hihihi." Kekeh Saloni, yang tak kasat mata. "Dasar pengecut! Dimana kalian berdua hah?" Jerit Saloni, emosi. "Roshni!!" Syera dan Shalaka berteriak memanggi Roshni, tetapi setelah Roshni menengok ke belakang, mereka tidak ada! Mereka menghilang! "Dimana mereka? Ini pasti perbuatan Nenek Ajeng dan Saloni, dasar b***t!" SREEET! "Aaaaarghh!" Punggung Roshni ditusuk oleh Saloni dari belakang sampai darah bercucuran dengan hebatnya dari punggung Roshni, ketika Roshni tertusuk terlihat bulan semakin mengeluarkan darah merah yang sangat banyak, yang sebentar lagi bulan itu akan merah sepenuhnya. Roshni lemas, tongkat yang dipegangnya malah dibawa oleh saloni. Roshni perlahan-lahan tergeletak ke tanah. Di bumi, ternyata teman-teman Roshni melihat pertempurannya dari kendi pengelihatan yang diberikan Syera, mereka semua menontonnya di rumah Roshni. "Sepertinya Roshni tidak bisa melawan Nenek Ajeng sendirian, karena Roshni sudah melemah sedikit. Kita perlu membantunya." Kata Shourvori, serius. "Iya, Dok. Tdi Roshni punya tongkat sekaligus kesaktian alam kabut, tapi sekarang dia enggak punya, yang dia punya cuman kekuatan bawaannya dari lahir." Aisyah. "Kalau begitu bahaya! Kita harus segera ke alam kabut." Ucap Shourvori yang masih mengikuti mereka. "Tapi gimana caranya, Dok? Alam kabut itu kan alam jin, masa iya kita harus jadi jin dulu sebelum ke sana." Bi Yana, yang menduga-duga. "Tidak, saya tau jalan ke alam kabut dengan kondisi kita masih menjadi manusia." "Dimana itu, Dok?" Tanya Bi Yana, sangat khawatir. "Seperti jika kita masuk ke alam pisach yang harus memasuki portal terlebih dahulu, ada sebuah portal yang menghubungkan alam manusia dan alam kabut, portal itu ada di sungai belakang sekolah. Portal alam kabut ada di dasar terdalam sungai belakang sekolah, yang dipenuhi dengan ular-ular berbisa." Jelas Shourvori. "Hah! Berarti kita bisa tiada di sana?" Bi Yana, takut "Iya, kurang lebih seperti itu." "Inalilahiwainalilahirojiun." Bi Yana, yang semakin ketakutan. Tiba-tiba Bi Yana mendapatkan sebuah pengelihatan, ia melihat portal itu dengan jelas melalui pengelihatannya. "Kita harus rela menelan air sampai tubuh kita full terisi dengan air, dan kita harus rela untuk kehilangan kesadaran selama beberapa menit." Ucap Shouvori. "Ini memang terlalu beresiko, tetapi asalkan kita percaya dengan keyakinan kita masing-masing ... InsyaAllah kita bisa selamat." Sambung Shourvori. "Bagaimana?" "Saya ikut, Dok. Ini pertempuran melawan para jin jahat, jika kita terlibat dalam peperangan ini untuk kebaikan dan agama berarti sama saja kita berjihad di jalan Allah melalui peperangan!" Kata Aisyah. "Ya, saya juga ikut, Dok. Ketakutan tak berguna, jika kita terus dalam ketakutan maka kita sendiri yang akan merugi." Bi Yana, yang mulai teguh. "Saya ikut, Dok!" "Saya juga, Dok!" "Dok, saya juga ikut!" Di alam kabut, Roshni masih terkapar di tanah, ia sangat lemas, dan tidak mempunyai tenaga sama sekali untuk melawan si b***t, Saloni. DUAARR! Petir mulai menggelegar, langit berubah menjadi merah darah, angin tonado merah berhembus sangat amat kencang membuat suasana semakin kacau-balau. "Hahaha, ternyata kau selemah ini ya, hahahaha. Tak ku sangka kau sudah bodoh, polos, culun, cupu, terus lemah lagi! Hahahaha!" Gelak tawa Saloni di tengah-tengah pertempuran. "Argh!" Punggung Roshni yang ditusuk semakin sakit dan pedih, ia tak bisa bangkit kembali. "Sekarang saatnya aku menghabisimu, Roshni! Hahahaha!" Saloni yang b***t dan berdosa itu langsung membacakan mantra-mantra, dari matanya keluar cahaya merah yang akan menghancurkan tubuh Roshni. Namun ... Krakkk! Yana menusuk kedua bola mata Saloni dengan trisula, sampai Saloni terkapar ke tanah tak berdaya. Akhirnya, teman-teman Roshni datang ke alam kabut untuk menolong Roshni yang tengah kepayahan. "K-Kalian?" Roshni lega. "Ayo, Roshni! Gue bantu!" Ashnoor mencoba membantu Roshni bangkit. "Ashnoor bantu Roshni, bawa Roshni ke tempat yang aman, lalu yang lain ayo serang para jin-jin jahat itu sekarang agar kekuatan jin baik akan menang di pertempuran ini!" Perintah Shourvori, rusuh. "Iya!" "Bismillah ..."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN