Pintu Taubat

1048 Kata
Para orang yang berada di dalam aula mendadak pingsan karena kabut, termasuk Aisyah. "Anakku ..." "Ibu kecewa denganmu, Nak." Ujar Tara, sebari meneteskan air matanya di depan Roshni. "Maafkan Roshni, Bu." "Roshni, Ibu tahu kamu selama ini tersakiti oleh para teman-temanmu. Dari SD sampai sekarang yaitu SMA. Ibu benar-benar sedih karena dirimu selalu dijadikan bahan rundungan teman-temanmu. Andaikan Ibu bisa menemanimu dulu ... pasti kamu tidak akan menjadi bahan rundungan. Nak, meski kau telah menjadi seorang ratu yang mempunyai kekuatan yang besar, janganlah kau lakukan untuk pembalasan dendam." "Bu, jika terus dibiarkan mereka tidak akan jera. Nantk mereka pasti akan terus merundungi Roshni sampai mereka puas, untuk membela diri." Ujar Roshni. "Membela diri dan balas dendam berbeda, Roshni." "Pembalasan ini hanya untuk kebaikan, Bu, agar tidak ada siswa ataupun siswi lagi yang akan merudungi siswa-siswi lain." "Tidak, Roshni ... caramu ini sangat salah, Nak. Tak sepatutnya kamu membalas dendam, apalagi sampai ingin menghancurkan sekolah. Itu dosa, Nak. Meski kamu dicaci maki, dirundungi bahkan dipukuli, balaslah dengan kebaikan dan cinta. Karena kebaikan dan cinta akan selalu membawa ke jalan ketenangan." "Dan untuk kerajaan, dan Ibu tahu, kalau kamu masih terlalu kecil untuk menjaga alam kabut, tapi kan ada Shalaka, perdana mentri dan juga anaknya, kamu bisa meminta untuk mengurus segala urusan dan keperluan istana kepada mereka, jangan malah waktumu habis karena pembalasan dendam yang banyak kebatilannya. Apa kamu tega membuang waktumu hanya dengan menambah dosa? Jangan, Nak, jangan lakukan hal itu, itu semua hanya menuju ke jalan kehancuran, Nak." "Ibu minta kesadaranmu, kamu bergabung menjadi Bhaisasuri malah hanya menciptakan kemuyrikan saja, kamu sudah durhaka. Sekarang Ibu minta kamu bertaubatlah, lakukan permintaan maaf kepada semua orang di sini, kamu baikan dengan geng itu, lalu kamu lakukan sholat taubat serta berpuasa, ini demi kebaikan kamu. Ibu tidak mau kamu sampai terjatuh di jurang kesesatan, Nak." "Ibu hanya bisa memberikanmu pesan itu, Ibu akan pergi, kembali ke alam baka. Jika kamu mau menuruti Ibu, maka Ibu akan bahagia, tetapi jika sebaliknya Ibu akan menangis di alam sana. Sampai jumpa, Roshni ..." Tara kembali pergi, seketika suasana yang tadi berkabut dan kacau, menjadi pulih kembali, lalu semua orang kembali terbangun dari pingsannya. "Pasukanku! Kembalilah ke tempat asal kalian!" Teriak Roshni, kencang. Dua Bhaisasur menghilang. Roshni membacakan sebuah mantra-mantra, lalu tiba-tiba aula menjadi tertata kembali, tak ada kebakaran karena bekas ledakan, ataupun sejenisnya. Dari tongkat Roshni keluar cahaya merah yang membuat para siswa-siswi, para wali murid dan guru lupa akan kejadian yang baru saja terjadi kecuali Aisyah, Bi Yana, Sulis, Levina, Helen, Ashnoor, Amanda, Athalla, Amayra, Pak Kyai Rahman, Shourvori, dan Syera. Tak sampai di situ, Roshni juga membacakan mantra agar para orang-orang kembali ke tempatnya masing-masing. "Roshni!" Panggil Aisyah. "Alhamdulilah, terimakasih ya, Roshni. Kamu baik banget. Aku yakin, meski kamu udah dikuasai kejahatan, tapi di dalam hati kamu yang paling dalam masih ada ribuan kebaikan." Aisyah, tersenyum haru. Roshnu menoleh ka arah Aisyah, dan tersenyum sedikit. Tiba-tiba Roshni menghilang, dan tiba ke kelasnya. "Dia ke kelas." Ujar Bu Yana, yang mengetahuinya lewat pengelihatan yang ia punya. "Sebaiknya kita susul Roshni, sebelum ia melakukan yang tidak-tidak lagi." Syera, khawatir. "Gue ikut!" Kata Amanda. "Iya, gue juga." Athalla, yang membopong Amayra. Sesampainya mereka di kelas, mereka melihat Roshni dalam wujud siswi yang cantik kembali. "Roshni ..." Panggil Ashnoor. "Roshni, kami bertiga minta maaf banget sama lo. Kami nyesel karena udah buat lo tertekan dan tersiksa di sekolah selama bertahun-tahun. Lo memang pantes bales itu semua ke kami bertiga, lo pantes buat kami menerima akibatnya. Sekarang gue bisa belajar dan paham gimana rasanya jadi orang yang kena bully dan siksa sama orang-orang di sekolah. Sekali lagi gue sekaligus mewakili mereka berdua minta maaf ke lo, Rosh, hiks-hiks-hiks." Amanda menangis di hadapan Roshni. "Iya, Rosh. Kami enggak nyangka, perbuatan kami bisa ngehancurin lo. Kami mengakui kalau perbuatan kami itu rendahan, dan hina. Sekali lagi kita minta maaf." Athalla menangis juga. "Hmm, okelah, gue maafin kalian bertiga." Ucap Roshni, ia membalikan badannya ke Amanda dan kawan-kawan. "Wahh, makasih ya, Roshni. Makasihh! Lo memang baik, hiks-hiks-hiks ... kagak nyangka banget lo bisa maafin kita bertiga." Amanda, terharu. "Sekarang kita jadi sahabat ya." Amanda, tersenyum. "Iya." "Maafin gue juga ya, karena gue udah ngelakuin tindakan pembalasan dendam besar-besaran bahkan sampe mau ngehancurin sekolah. Enggak tau kenapa karena dendam, gue bisa jadi kaya gini." "Enggak apa-apa, Rosh." Amanda. "Maaf sekali lagi ya." Amanda, Athalla dan Amayra memeluk Roshni dengan erat. Beribu-ribu air mata telah dikeluarkan Amanda, Athalla dan Amayra sebagai bentuk penyesalan atas perbuatannya terhadap Roshni di masa lalu. "Alhamdulilah, akhirnya kalian semua bisa baikan, hehe." Bi Yana, senang. "Iya, alhamdulilah." Aisyah, lega. "Sekarang kalian mau enggak gabung sama geng kalajengking merah? Supaa geng kalajengking merah bisa menjadi geng yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, rencananya kita bakalan menghapus bullying di SMAN 1 Nusa." Tanya Amanda, kepada Roshni, Aisyah, Sulis, Levina, Ashnoor dan Helen. "Hmm, boleh-boleh aja sih." Helen. "Iya, boleh. Selagi itu kegiatan positif boleh-boleh aja sih." Aisyah, senang. "Betul, gue setuju sama Aisyah." Ashnoor. "Berarti semuanya mau ya, kalo Roshni?" "Gue mau." Jawabnya, sebari tersenyum. "Alhamdulilah." Amanda, senang. "Masalah di alam manusia sudah usai, sekarang Ratu Roshni harus menyelesaikan masalah di alam kabut." Syera, mengingatkan Roshni. "Eh, memangnya ada apa, Syer?" "Karena kamu memberikan tahta ratu kabut ke Nenek Ajeng, alam kabut malah jadi alam kegelapan!" Ungkap Syera, serius. "Hah? Bagaimana bisa?" "Kamu sudah tahu Nenek Ajeng kan? Tujuannya untuk menguasai alam kabut telah terekam di dalam memori otak yang diberikan Ratu Tara waktu itu." "Iya, aku baru ingat, Syer." "Nah, ayo secepatnya kita ke alam kabut untuk membuat alam kabut kembali seperti semula! Karena banyak para jin-jin baik alam kabut yang malah dijadikan tahanan oleh Nenek Ajeng!" "Astaga, baiklah, Syer. Ayo!" "Roshni, sebaiknya sebelum kamu melawan mereka, kamu lakukan sholat taubat dulu supaya jiwa dan hatimu bersih." "Eh, iya, Syah." Penyesalan sudah di depan mata, Roshni sadar akan kesalahannya selama ini. Kewajiban yang Ibunya berikan tidak ia jalankan, kesaktian yang Ibunya berikan tidak digunakan dengan baik dan benar, malah kesaktiannya digunakan untuk pembalasan dendam. Roshni melakukan sholat taubat, dan kekuatan Bhaisasurinya hilang dengan sendirinya, Roshni pula kembali ke alam kabut untuk menyelesaikan masalah-masalahnya, bersama dengan Syera dan Shalaka. Akan tetapi, sekarang alam kabut berbeda dari sebelumnya, terlihat kabut di sana menjadi hitam, suasannya sangat gelap dan mencekam bagaikan sudah terjadi sebuah bencana besar. "Pertempuran akan segera dimulai, bersiaplah, Ajeng!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN