Butoijo Suri

1372 Kata
"Aisyah, gue ke sini, mau ngasih tau lo sesuatu." Ujar Ashnoor, yang sekarang menjadi lembut. "Sebelumnya gue mau minta maaf, karena selama ini gue udah bersikap kasar ke temen-temen di kelas, maaf banget. Gue kasar begitu, karena untuk jaga diri dari sesuatu yang enggak seharusnya terjadi kaya tindakan bullying dan lain-lain." "Ouh, itu enggak apa-apa, Nor. Aku ngerti, hehe. Tapi, memangnya ada apa ini, Nor?" "Sebenernya tujuan gue ketemu lo adalah, mau ngasih tau soal kejadian kemarin." "Nor, Syah, kayanya jangan di sini deh. Soalnya berisik, kita masuk ke kelas aja." Ajak Helen. "Yaudah, ayo." Mereka bertiga menuju ke kelas. Di rumah Roshni, Syera beragkat untuk mencari Roshni di sekolah. Terlihat Syera menenteng tas kecil berwarna cokelat, memakai gamis berwarna cokelat dan rambutnya yang terurai dicat berwarna oranye pergi, ia menyamar sebgai manusia agar identitasnya tidak diketahui oleh orang-orang di bumi. Syera melangkah pelan-pelan, sebari menengak-nengok mencari keberadaan Roshni yang sekarang entah berada dimana, tetapi Syera yakin mungkin Roshni berada di sekolah. Syera melanjutkan perjalanannya, akan tetapi tiba-tiba saja ada sebuah mobil berwarna merah akan menabrak Syera yang berada di trotoar sepi, seketika Syera menjauh dan malah jatuh ke jalan raya. Brukk! "Aduh!" Teriaknya, kesakitan. Ceklek! Tiba-tiba keluarlah perempuan paruh baya cantik yang memakai pakaian Dokter dari mobil itu. "Maaf, Kak! Tadi saya buru-buru karena saya dikejar sama--" perkataan gadis itu terputus. "Kakak, enggak apa-apa?" Tanyanya, sebari membantu Syera bangkit. "Iya, enggak apa-apa kok. Tapi kaki sedikit agak sakit, mungkin karena keseleo." "Astaga, yaudah saya antar ke rumah sakit ya, Kak!" "Eh, jangan! Saya mau ke sekolah." "Tapi--" "Tidak usah, terimakasih ya." "Aduh iya, Kak. Saya jadi enggak enak." Cakap remaja perempuan tersebut. "Kalau boleh, saya antarkan ke sekolah, Kak. Bagaimana?" "Jangan! Takutnya saya ngerepotin." "Tidak, Kak. Malah saya yang merepotkan, ayo, Kak, silahkan naik ke mobil saya." "Waduh, kalau begitu iya. Tapi terimakasih ya." "Harusnya saya yang berterimakasih, karena Kakak mau menerima permintaan maaf saya, hehe ." Syera tersenyum, ternyata ada juga manusia bumi yang sebaik hati ini. Mereka berdua berada di dalam mobil, remaja tadi menyalakan mesin mobilnya. "Kita ke SMAN 1 Nusa ya." "Oke, Kak." "Oh iya, kenalin nama saya Shorvori Zivanka Prameswari." "Wah, namanya bagus sekali. Kalau nama saya Syera. Kakak dokter?" "Iya, Kak. Baru saja dilantik januari tahun ini, hehe." "Oh, padahal masih muda tapi udah sukses ya. BTW, jangan manggil saya dengan sebutan 'Kak', karena Kakak lebih tua dari saya." Syera tak enak. "Oke, yasudah, saya panggil 'Neng' aja ya." "Siap, Kak." "Semoga saja, apa yang tadi mengejarku, sudah hilang." Shorvori, dengan nada kecil. "Memang ada apa, Kak?" "Eh, tidak, Neng, tidak ada apa-apa." Di kelas, Ashnoor memberitahukan kepada Aisyah jikalau Roshni sebenarnya adalah ratu istana kabut. Ashnoor menjelaskan kejadian demi kejadian yang telah Roshni ceritakan kepadanya sewaktu hari jum'at kemarin di alun-alun kota. Ashnor juga menambahkan sesuatu, kalau dirinya diteror oleh sesosok siluman kuda berkaki dua di rumahnya. "Hah? Diteror?" Aisyah, tak percaya. "Iya, Syah! Gue sama Mami diteror sama perempuan siluman kuda di rumah!" "Ciri-cirinya gimana, Nor?" Tanya Helen. "Ciri-cirinya, mukanya borok, pake pakaian india kayanya namanya sari gitu, tapi warnanya hitam, terus matanya hitam, punya banyak emas di tangannya dan kakinya yang napak bukan kaki orang, tapi kaki kuda!" Jelas Ashnoor. "Pasti ini yang diliat Sulis kemarin di rumah Roshni!" Tebak Helen. "Iya, enggak, Syah?" "Bener, Len. Kayanya ini orang yang sama!" "Oh ya, sama satu lagi! Siluman kuda itu malah ngancam gue sama Mami Ani waktu hari minggu malam! Katanya kalo gue kagak nurutin apa yang dia minta, otomatis gue sama Mami Ani bakalan dihajar habis-habisan sama tuh siluman! Daripada gue sana Mami kenapa-kenapa, gue turutin aja permintaannya." "Permintaannya apa, Nor??" "Permintaannya gue disuruh masukin batu permata hitam ke kepala Roshni! Gue pikir kagak ada reaksi apa-apa, ternyata setelah gue masukin tuh batu permata, eh si Roshni malah jadi siluman kuda, mana kakinya empat! Kaya kuda beneran!" "Astaghfirullahaladzimm! Memangnya kapan kejadiannya, Nor?" "Hari senin, waktu lari! Waktu itu, si Roshni nyuruh gue duluan, katanya mau balas dendam ke Amanda. Dan di pembalasannya, si Roshni baru jadi siluman kuda! Terus habis itu mereka menghilang gitu aja!" "Hah? Pasti ini dia diapa-apain si Roshni!" Helen, khawatir. "Iya, memang!!" "Selain Amanda, gue juga liat Athalla sama Amayra yang tiba-tiba pingsan di pinggir jalan sewaktu lari. Dan habis itu, mereka berdua menghilang juga." "Semalam gue mimpi, kalo mereka bertiga dijebak di labirin mimpi mereka sendiri untuk ditenggelankan Roshni di dalam mimpi mereka! Tapi untung mereka bertiga enggak apa-apa di dunia nyata, cuman lemes aja kan. 1 atau 2 hari juga kayanya mereka sembuh." Sambung Ashnoor. "Astaghfirullah! Roshni bener-bener, seharusnya Roshni enggak membalas kejahatan dengan kejahatan lagi." "Nor, berarti si Roshni sekarang ada di alam kabut?" Tanya Helen. "Kayanya gitu, tapi gue kagak tau juga sih, Len." DAAARR! Di tengah perbincangan mereka, ada sesuatu yang meledak dari aula, yang membuat kepanikan terjadi. Banyak wali siswa-siswi yang berteriak ketakutan. "Aisyahh! Aisyahh!" Teriak Bi Yana, yang tiba-tiba saja datang dari aula. "Ada apa, Bi?" "Ada siluman kuda nyerang sekolah ini!!" "Inalilahiwainalilahirojiun!" "Jangan-jangan siluman kuda itu Roshni??" Tebak Ashnoor. "Ayo kita langsung ke aula!" Ajak Aisyah. "Jangan, Rosh! Nyawa kamu bisa terancam karena kamu mendekati mereka!" "Hah? Mereka? Jadi silumannya ada banyak, Bi?" Tanya Aisyah, penuh ketegangan. "I-Iya!" Cepat-cepat mereka semua memeriksa keadaan di aula, benar saja, Roshni menjadi siluman kuda berkaki empat, dengan wujud yang lebih menyeramkan! Terlihat muka dan tangannya dipenuhi dengan borok, dan muka serta seluruh badannya berwarna hijau! Roshni telat menjadi butoijo suri! Ia membawa tongkat berkepala kuda, dan juga memakai mahkota yang berlambang kepala kuda. Lalu terlihat ada dua ekor Bhaisasur yang merupakan siluman kaki kuda laki-laki, mereka berdua membantu Roshni dalam membalas dendam kepada semua orang-orang SMAN 1 Nusa. Semua guru, siswa-siswi, dan orang tua siswa-siswi berteriak-teriak karena ketakutan. Amanda, Athalla dan Amayra ada di depan Roshni, mereka bertiga menangis sebari ketakutan melihat Roshni yang sepertinya akan melakukan pembalasan dendam kepada geng kalajengking merah lagi. "Ampun, Kak! Ampun! Hiks-hiks-hiks, kami janji enggak bakalan bully siapapun lagi! Kami janji! hiks-hiks-hiks." Tangis Amanda di kaki Roshni. "Para bhaisasur! Seruduk semua orang yang ada di sinii!!!" Para bhaisasur menyeruduk semua orang, sampai-sampai lutut-lutut mereka berdarah. "Itu tiga orang kenapa nangis sambil mohon-mohon, Syahh?" Tanya Bibi Yana. "Nanti Aisyah jelasin, sekarang Aisyah mau ke masjid agung untuk membawa Ayah ke sini, Bi!" "Hah? Untuk apa?" "Nanti juga Bibi tau." "Lho, Bibi ikut, Syah!" Mereka berdua berlari dengan sangat cepat ke masjid agung. Sementara itu, Amanda dan kawan-kawannya terus saja bersujud meminta maaf. "Kagak ada gunanya minta maaf! Kalian semua yang ada di sini harus hancur! Sehancur hati gue waktu gue dibully dulu!" "Dulu gue dibully, dipukul, disiksa tapi kagak ada yang nolongin sama sekali! Maka dari itu atas perbuatan kalian yang bodo amat, gue bakalan hancur aja sekalian sekolah ini untuk selamanya! Huahahaha!" Teriak Roshni. "Roshni, kagak baik kejahatan dibalas kejahatan! Apalagi lo malah jadi siluman kaya gini! Ini semua musyrik dan syirik Roshni! Tobat! Tobat!" Sulis, mencoba membuat Roshni sadar. "Gue kagak peduli! Gue pengen bales dendam! Gue sakit hati, woyy! Selain sakit hati, gue juga sakit fisik karena mereka terus nyiksa gue! Kadang gue dipukul, diterkam, kadang juga disiramm!" Ungkap Roshni, yang membuat semua orang terkaget-kaget, tak percaya. "Bahkan ya, kekayaan intelektual gue pernah dicuri sama si Amandot ini!! Dan para guru percaya sama dia! Aneh! Padahal gue udah mikir semaleman, tapi si Amandot yang dapat nilai, arghh!" Roshni memukul Amanda dengan tongkatnya, sampai Amanda tersungkur. Brakk! "Roshni, akhir-akhir ini gue perhatiin lo penuh sama kebencian, tapi itu kagak ada gunanya, Rosh! Biarkan maha kuasa aja yang menghukum mereka bertiga, lo seharusnya berdoa yang terbaik aja untuk mereka, percaya deh cepat atau lambat mereka bertiga bakalan mendapatkan ganjarannya!" Ujar Ashnoor. "Halah, jangan banyak ngemeng lu!" Roshni mengarahkan tongkatnya ke arah Ashnoor, seketika dari tongkatnya itu keluar cahaya merah yang membuat Ashnoor terlempar hingga ke dinding. Dugg! "Arghh!" Ashnoor, kesakitan. Aisyah dan Yana menemui kyai Rahman di masjid agung, kebetulan acaranya sudah selesa, jadi Aisyah bisa mengajak ayahnya tanpa rasa canggung. Di depan masjid, ia menceritakan semuanya kepada sang Ayah. "Apa? Roshni berubah jadi buto ijo berkaki kuda?" "Iya, Pah! Dia mau menghancurkan sekolahnya, Pah!" Ujar Aisyah, panik. "Sekarang, banyak banget siluman kuda yang menyerbu sekolah, Pah! Banyak juga para siswa-siswi yang kena seruduk." "Astaghfirullah! Ini tidak bisa dibiarkan." "Yasudah, ayo, Syah! Papah akan menghadapi makhluk itu."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN