Roshni tak bisa berenang, dirinya terjebak, tetapi dirinya bisa keluar dari air, ia meminta tolong kepada Amanda, Athalla dan Amayra yang di sana tertawa puas melihat Roshni gelagapan.
"Tolong, Kak! To--" belum sempat menyelesaikan ucapannya, Roshni masuk ke dalam sungai dengan gelagapan.
"Kagak sudi gue nolongin lo! Tengil! Lo udah bikin martabat gue hancur, gue buat lo mati sekalian!" Amanda, puas.
"Kak! Kak!" Roshni terus meminta tolong, tapi tak ada seorangpun yang menolongnya.
"Kak, a-aku mohon! Kak! Aku mohon tolong aku, aku janji aku bakalan jadi pembantu Kakak, Kak! Kak! Tolong!" Jerit Roshni.
"Cih! Nolongin lo? Kaya kurang kerjaan banget gue, ogah! Jijik!" Amayra, yang sangat meledek Roshni.
"Kak!"
"Girls, siram!!" Suruh Amanda.
Athalla dan Amayra membawa dua ember besar yang terisi air comberan yang sudah mereka siapkan sebelumnya, lalu mereka berdua menyiram Roshni yang gelagapan itu dengan air comberan sampai Roshni tenggelam seutuhnya.
Byurrr!
Roshni benar-benar tenggelam, dirinya menghirup terlalu banyak air hingga ia setengah sadar. Roshni terbaring lemah di ambang-ambang oleh air sungai, ia sekarang sudah pasrah, dirinya tak bisa berbuat apapun lagi. Terlihat hari sudah mulai gelap, sang senja menjadi saksi bagaimana kekejaman geng kalajengking merah kepada Roshni.
"Bagus! Sekarang si Roshni udah menerima akibatnya, sekarang kita cabut, Girls!" Amanda, sangat puas.
"Ayo, Da!" Amayra, tersenyum licik.
"Ayo, biarin aja si Roshni mati di sini, hahahaha, mampus-mampus." Kata Amanda, asal.
Saat mereka bertiga akan pergi, tiba-tiba ...
"Amanda!!!"
Aisyah, Sulis dan Abhizar datang kesana, mereka sangat marah besar atas perbuatan tak bemoral yang dilakukan oleh Amanda dan kawan-kawannya.
Plakkk!!
Satu tamparan keras dari Aisyah mendarat di pipi Amanda, sampai pipi Amanda memerah karena sangking sakitnya. Aisyah juga menampar pipi Amayra dan Athalla sampai mereka berdua tersungkur.
"Keterlaluan lo!!" Aisyah yang sangat lantang.
"Kurang ajar emang kalian ya! Manusia tapi hatinya kaya setan!" Sulis, murka.
"Tega-teganya ya lo sampe ada niatan untuk lenyapin Roshni! Gue kagak habis pikir kalian serendah ini!" Abhizar, tak menyangka.
"Gue kagak mau tau, lo harus nyelametin si Roshni! Kalo kagak lo bakalan gue laporin ke Pak Gohan!" Ancam Abhizar.
"Halah, lebay amat, si Roshni kan beban sekolah ya panteslah diginiin." Amanda, yang tak ada rasa bersalah sedikitpun.
"Apalagi si Roshni cepu, sama culun kaya gitu, hahaha." Tambah Amanda, tak berperasaan.
"Beraninya lo ya!" Sulis, melotot.
"Mau apa lo hah, Sulis? Sok-sok nantangin tapi kagak punya kemampuan lo ya? Hahaha, bodoh lo, kalo lo nantang, gue habisin juga lo kaya si Roshni!" Amanda, yang membuat Sulis naik darah mendengarnya.
"Sekarang lo udah kelewat batas Amanda! Roshni juga manusia, emang lo mau digituin hah?" Teriak Abhizar, geram dengan Amanda.
"Ogah, amit-amit! Biar aja si Roshni yang ngalamin, gue jangan! Dia memang pantes kok digituin." Celetuk Amanda, seenaknya.
Amanda melihat Aisyah, Abhizar dan Sulis memelototinya dengan sangat tajam, "hmm, ini kenapa pada melotot? Marah? Hahaha, kalian kagak bisa ngapa-ngapain sekarang, awas kalo kalian macem-macem, gue jamin nasib kalian bakalan sama kaya si anak culun itu!"
"Dan ya, Abhizar, lo jangan sok ikut campur deh. Ini urusan gue sama si culun, jangan berani-beraninya lo jadi orang sok ikut campur, dasar cowok banci! Suka ikut-ikutan masalah orang, hahaha." Cerca Amanda, tertawa terbahak-bahak.
"Aisyah, lo itu boleh jadi temen gue, tapi sayang ... lo lebih milih si culun yang kagak ada gunanya itu. Well, apa istimewanya si culun? Dia kan cuman jadi beban lo aja, Syah, secara dia juga cuman pengemis sekolah yang minta-minta hubungan pertemanan dan persahabatan. Gue lakuin ini juga, demi kebaikan lo, supaya beban lo enggak berat lagi, harusnya lo berterimakasih lho sama gue, bukannya malah pada melotot kaya orang kerasukan, hahaha."
"Keterlaluan! Lo bakalan menerima akibatnya, Amanda!" Lirih Aisyah, menghardik Amanda.
"Apa? Apa hah? Lo bakalan laporin gue ke Pak Gohan, awas lo ya!" Amanda akan mendorong Aisyah ke sungai, tetapi ...
"Allahuakbar!!"
Dari telapak tangan Aisyah muncul sebuah kekuatan yang bercahaya, seketika Amanda, Athalla dan Amayra terpental ke sungai hingga basah kuyup dan gelagapan seperti Roshni tadi.
"Tolong! Tolong!" Jerit mereka bertiga.
"Syah, gue bakalan turun ke bawah untuk nyelametin Roshni!" Ujar Abhizar.
"Iya, Zhar!"
Aisyah dan Sulis melihat mereka bertiga yang terus meminta tolong, "setiap manusia pasti ada batas kesabarannya ya, Da! Meskipun gue selama ini diem, dan keliatan cepu tapi gue masih punya rasa kemanusiaan dan batas kesabaran! Bisa aja gue ngelakuin lebih dari ini, bisa aja gue buat kalian terpental jauh sampai tulang kalian patah, tapi gue kagak mau ngelakuin itu karena gue masih punya rasa kemanusiaan!" Aisyah, murka.
"Iya! Memangnya setiap anak rajin selalu dibilang cepu, bilang aja lo sirik! Dasar anak tukang bakso miskin! Udah miskin! Terus anaknya kaya boneka santet!" Ledek Sulis, yang batas kesabarannya sudah meledak-ledak.
"Woy! Awas lo!" Teriak Amanda, gelagapan di sungai.
"Astaghfirullah, istigfar, Lis." Aisyah yang tak sadar karena perkataannya dan Sulis begitu pedas kepada Amanda, Athalla dan Amayra.
"Aduh, iya, Syah. Aku bener-bener emosi!" Ungkap Sulis, sebari menangis.
"Tenang, Lis, tenang! Sebaiknya kita laporkan ini semua ke Pak Gohan! Semoga beliau masih ada di ruangannya sekarang, ayo!" Ajak Aisyah.
Mereka berdua pergi, melaporkan kejadian ini ke Pak Gohan. Mereka berdua sangat tidak menyangka jika geng kalajengking merah begitu tega membuat Roshni sampai seperti ini.
Di dalam sungai, Abhizar mencari-cari Roshni hingga seragam batiknya basah kuyup. Abhizar melihat beberapa ular kecil di sana, ia juga melihat ular besar yang berenang kesana-kemari. Di dalam sana, Abhizar tak melihat batasan sungai, ia melihat dasar sungai saja yang gelap dan begitu dalam.
"Astaga! Mungkin Roshni masuk ke dalam sana!" Pikir Abhizar, di dalam batinnya.
Abhizar sudah tak tahan lagi untuk bernapas, karena dirinya sudah berada di sungai terlalu lama. Ia mungkin akan meminta bantuan Pak Gohan juga untuk masalah ini.
Benar saja, Roshni terombang-ambing di dasar sungai yang gelap dan dipenuhi ratusan ular. Ia setengah sadar, Roshni merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya karena terlalu banyak menghirup air, hampir 100% tubuhnya sudah diisi air sungai yang sanga banyak. Ia udah pasrah, pasrah, dan pasrah.
"Ya Allah, jika memang ini takdir Rosh ... Rosh pasrah dan ikhlas ... akan tetapi Rosh mempunyai permintaan ... lindungilah kedua orang tua Rosh, dan pertemukanlah Rosh dengan kedua orang tua Rosh di surga kelak, aamiin." Batin Roshni, yang menangis dan merintih.
Saat Roshni sudah akan mati, tiba-tiba saja tubuhnya yang terombang-ambing jatuh ke sebuah portal dengan cahaya putih terang disertai dengan kabut asap yang sangat tebal, nampaknya cahaya itu adalah batas dasar dari sungai tersebut.
Srup!
Roshni masuk ke dalam portal itu dengan sendirinya.