Nadin kembali ke tempat acara. Beberapa tamu telah pulang dan kini dia hanya menemui beberapa keluarga dekatnya saja. "Nadin, kenapa kesini? Katanya kamu kecapekan?" Tanya Dewi. Nadin tersenyum seolah tak terjadi apa-apa. "Udah baikan, Bu. " Jawab Nadin seadanya. "Nadin lupa makan. Makanya dia pingsan." Ucap Sisi. "Sayang, kamu tahu kan? Setelah hari itu, kamu sering lemah. Kamu jangan lupa makan." Ucap Hendri. "Iya, Pa." Jawab Nadin. Nadin melihat Arya dengan raut wajah khawatirnya berjalan menemui Nadin. "Nadin, kamu gak kenapa-kenapa? Kamu baik-baik saja, kan?" Tanya Arya. Nadin merasa berdosa saat ini. Bagaimanapun juga, setelah ingatannya kembali, perasaan Nadin pada Arya tidak sama lagi. Walau Arya masih lelaki yang baik untuknya, tapi cinta Nadin tetap saja untuk Revan. "E

