Dalam beberapa hari ini, Nadin terlihat murung dan banyak diam. Banyak pikiran berkecamuk di dalam hatinya. Bahkan dia sampai tidak nafsu makan sama sekali. Seperti sekarang ini, Nadin hanya mengaduk-aduk makanannya. Melihat itu, Sisi akhirnya menegurnya. "Nadin, kenapa gak makan? Gak boleh aduk-aduk makanan." Tegur Sisi. "Maaf, Ma. Gak nafsu makan aku." Ucap Nadin. "Ada masalah apa?" Tanya Sisi. "Gak ada, Ma. Cuma emang sibuk aja. Sebentar lagi Skripsi." Jawab Nadin berbohong. "Baiklah Sayang, jangan lupa minum Vitamin walaupun kamu gak makan. Setidaknya makan roti atau minum susunya." Ucap Sisi. Nadin merasa tersentuh. Padahal Mamanya sudah sebaik ini, tapi nyatanya Papanya masih berselingkuh. Nadin berjanji, akan menyelesaikan semuanya. Dia akan meminta pada perempuan yang menjadi

