Resmi Pacaran

1434 Kata

Misshel tercenung di meja kerjanya. Sementara Leon kembali ke ruang Ceo setelah memastikan Misshel baik-baik saja. Sekalipun tamparan Denisa masih terasa. Itu bukan apa-apa bagi Misshel dibanding kebahagiaannya hari ini. Justru Misshel harusnya berterima kasih pada Denisa. Sebab tamparan darinya membuat Misshel sadar bahwa ini semua benar nyata. Kata 'i love you' juga ciuman pertamanya. Bukan hayalan ataupun sebatas mimpi indahnya saja. Jemari Misshel meraba bibirnya terasa lembab. Ciuman pertamanya. Misshel tak kan pernah lupakan itu. Terlebih Leon menyentuh bibirnya dengan lembut. Hingga tanpa sadar Misshel mengulas senyum penuh arti. "Shel," panggil Timonty. Namun, Misshel masih terbawa imajinasinya sendiri. "Elah nia anak. Kesambet kali, ya?" Heran lalu ia perhatikan lagi Misshel te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN