Bab 7
Hendra keluar dari kamar mandi dengan suasana hati bahagia karena telah menyiksa orang yang sudah membuat Hendra menghianati cintanya kepada kekasihnya yaitu Fiona.
Karena sebulum pergi Fiona memberi hadiah kepada Hendra sebuah kemeja yang sudah dia rancang sendiri dan jahit sendiri serta ada bordiran antara Namanya dengan nama Hendra. Berpesan untuk menjaga dan merawat kemeja yang dia berikan kepada Hendra, jika kemeja itu rusak maka Fiona akan marah dan memutuskan hubungan dengan Hendra.
Sedangkan didalam kamar mandi Rara menangis terisak. Ia merasakan tubuhnya yang perih akibat dari cambukan tadi. Apakah suaminya tidak memiliki rasa kasian sedikitpun untuk Rara, padahal Rara adalah istrinya walaupun istri pengganti, tapi setidaknya Hendra harus memperlakukan Rara dengan baik karena disini Rara juga korban karena ia menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Sudah 5 menit Rara menangis dibawah guyuran air sower, Rara memutuskan untuk kembali kekamarnya untuk ganti baju dan mengobali luka ditubuhnya, untungnya pintu kamar mandi tidak dikunci dan Rara merasa bersyukur .
☆☆☆
Sedangkan dinegara lain seorang wanita dan laki-laki melakukan olah raga panas diatas ranjang
"Eeiitt sayang kamu mau ngapain ?" Seru wanita itu karena tiba-tiba pacarnya mengankat dia menuju kekamarnya
"Aku ingin kamu sayang, aku butuh pelepasan" ucap pria tersebut sambil menurunkan wanita tersebut ditempat tidur
"Tadi malam kan sudah yang" ucap wanita itu dengan mengalungkan tangannya keleher sipria
"Pengen lagi" ucap sipria dengan nada sensual
Dengan lembut pria itu membuka satu persatu pakaian yang dikenakan wanita itu dan sekarang tinggal celana dalam dengan warna merah, dan itu sungguh menggoda. Karena sudah tidak tahan pria itu mulai menurunkan c*****************a tersebut, dan sekarang dia sudah telanjang begitupun dengan sipria.
Dimasukkannya jari milik sipria kedalam lubang v****a, sambil mengulum kritoris milik siwanita
"Sayang punyamu sangat harum ssrruupp eeemmmhhh" gumam sipria dengan menyeruput lendir tersebut dengan rakus, membuat siwanita mengelinjang tak karuan
"Masukkan milikmu sayang aku sudah tidak tahan " ucap siwanita dengan tersengal - sengal karena sudah berejakulasi
"Bleess" dengan mudah kepala p***s milik sipria langsung masuk kedalam v****a milik wanita tersebut
"Aaawwwhhhss" suara erangan dari mereka berdua, karena menikmati kegiatan tersebut
"Nnnaahhh owwwhh ah..... ah....., lebih cepat sayang kayaknya aku mau keluar" ucap wanita itu dengan tubuh yang mengelinjang seperti cacing kepanasan serta wajah yang meringis menahan rasa nikmat
"Owshh saaayyaang ohhwwss" rintihan panjang dari dua sejoli tersebut karena sudah mencapai puncak kenikmatan dari hubungan badan tersebut.
"Kamu sangat nikmat sayang, makasih"
"Sama -sama sayang" ucap wanita tersebut
Mereka kelelahan dang mengantuk yang teramat sangat, tanpa sadar mereka tertidur dalam keadaan masih telanjang dan masih menyatukan alat kelamin mereka serta berpelukan seperti teletabubis.
Ya wanita dan pria yang tertidur sehabis melakukan kegiatan ranjang adalah Fiona dengan kekasihnya yaitu Jems, dia adalah seorang fotografer disalah satu majalah dewasa. Mereka kenal karena, Fiona menjadi model dewasa yang difotograferi oleh Jems, sehingga mereka mulai dekat dan sudah berpacaran 3 tahun.
--__---___---___----___----____
Kembali lagi di Indonesia lebih tepatnya Provinsi DKI Jakarta. Diruang kerja Hendra sedang mengamati foto Fiona dengan dirinya saat masa kuliah dengan sorot mata begitu rindu dan rasa bersalah yang amat dalam. Dimana foto tersebut diambil saat mereka merayakan wisuda berdua.
"Maafkan aku Fiona, aku sudah menghianati cinta kamu yang begitu tulus" ucap Hendra sambil mengusap foto tersebut " Tapi kamu tenang saja aku sudah menyiksa wanita itu agar dia cepat-cepat pergi dari dunia ini, aku sudah muak dengan sikapnya yang sok baik, sok polos dan sok lembut, pasti dia mau mengambil harta milik keluargaku. Tapi kamu tenang saja aku akan menggagalkan rencananya" ucap Hendra dengan tatapan membunuhnya.
Padahal kenyataanya Rara benar-benar tulus mencintai Hendra ,entah sejak kapan cinta itu tumbuh dihati Rara begitu dalam. Dan sikap yang lemah lembut itu memang sikap Rara yang sebenarnya karena dulu dia diajari ibunya jika wanita harus lemah lembut agar bisa menjadi contoh dan teladan untuk anaknya kelak, entah cinta itu tumbuh dihati Rara begitu dalam.
Padahal dinegara lain Fiona juga sudah menghianati cinta Hendra, bahkan dia tidak menganggap bahwa dia memiliki kekasih diIndonesia. Karena saat diwawancarai para wartawan dan panggilan talk show, saat ditanyai sudah memiliki pasangan hidup apa belum ?, pasti jawabannya dia sudah memiliki pacar namanya Jems bukan Hendra, coba saja Hendra tau bahwa Fiona sudah tidak menganggap dia dalah kekasihnya pasti Hendra kecewa
☆☆☆
Sedangkan dikamar mandi Rara berjalan dengan berpegangan dengan dinding-dinding rumah tersebut hingga sampai didalam kamarnya. Tak butuh waktu lama Rara sudah mengganti bajunya, karena badanya terasa sakit semua Rara memutuskan untuk tidur agar sakit ditubuhnya reda
"Sstt aduh sakit" rintih Rara saat tubuhnya menyentuh kardus yang keras itu.
Tak butuh waktu lama ahirnya Rara tidur karena fisik yang lelah. Matahari mulai terbenam kearah barat azan magrib sudah berkumandang
"Jam berapa ini" ucap Rara sambil duduk, tapi saat mau duduk Rara merasakan kepalanya yang amat berat dan pusing "Kenapa kepala ku terasa pusing sekali, aku harus kuat, aku harus melaksanakan solat magrib, ayo semangat Rara" ucap Rara menyemangati dirinya sendiri
Dengan berjalan tertatih-tatih akhirnya Rara sudah sampai dikamar mandi, dia memutuskan untuk mandi dan berwudu 20 menit Rara dikamar mandi ahirnya Rara keluar dengan penampilan yang lumayan rapi tidak kucel seperti tadi. Setelah Rara melaksanakan solat magrib Rara merasakan kepalanya berputar-putar hingga dia tidak dapat menahanya, ahirnya Rara pingsan dikamarnya dengan keadaan yang masih memakai mukenanya.
Saat bi Ina membuka kamar milik Rara, bi Ina dikejutkan dengan keadaan Rara yang tidak sadarkan diri. Saat bi Ina memegang badan Rara bi Ina merasakan bahwa Rara mengalami demam yang cukup tinggi. Karen panik bi Ina pergi mencari Hendra agar membawa Rara kerumah sakit.
Tok, Tok, Tok
"Iya masuk " jawab Hendra dari dalam kamar
Karena sudah mendapat balasan dari dalam bi Ini langsung masuk kedalam kamar sang majikan yang sedang memegang laptop mungkin Hendra sedang mengerjakan pekerjaan kantor.
"Iya ada apa bi Ina" ucap Hendra sambil menatap laptop nya
"Ini tuan non Rara pingsan didalam kamarnya dan badannya panas cukup tinggi tuan, mending nona Rara dibawa kerumah sakit tuan, saya takut jika terjadi yang saya tidak inginkan tuan" ucap bi Ina dengan menunduk
"Tidak perlu dibawa kerumah sakit bi, kasih aja obat penurun panas pasti besok pagi panasnya turun, saya lebih suka jika dia cepat pergi dari dunia ini" ucap Hendra datar dan tanpa sadar mengucapkan kaka – kata laknat tersebut .
"Tapi tuan apa tidak sebaiknya dibawa kerumah sakit tuan, jika nyonya besar tau pasti tuan muda dimarahi nyonya besar" ucap bi Ina
"Udah deh bi turutin aja perintah saya, atau saya pecat bibi, apa bibi mau ?" Tanya Hendra sambil menatap bi Ina dengan tajam dan itu mampu membuar bi Ina ketakutan.
"Baik tuan" ucap bi Ina langsung keluar dari kamar majikannya tanpa membantah kata – kata majikannya karena bi Ina takut dengan tatap yang diberikan Hendra kepadanya.
"Yaampun tuan kok tega banget sih dengan non Rara padahal kan dia istrinya, ya tuhan bukalah hati tuan Hendra agar bisa mencintai istrinya dengan tulus" gumam bi Ina dalam hati
Ohya kenapa bi Ina tau kalo Rara itu istrinya Hendra, karena bi Ina adalah orang yang dipercayai oleh bu Risma mengarahkan para pelayan dimansion milik Hendra karena bi Ina sudah bekerja dikeluarga bu Risma sudah puluhan tahun sejak Hendra masih bayi.