PART 17 - HANYA BERDUA

1119 Kata

Tiara fokus menatap layar televisi tiga puluh dua inchi yang ada di hadapannya. Sesekali ia tertawa saat melihat adegan di layar datar itu, seakan lupa di situ hanya berdua dengan Davin. Lima menit yang lalu Bunda Alia berpamitan masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk beristirahat. Pasti perempuan paruh baya itu cukup lelah, sepulang dari kantor ia langsung menyiapkan hidangan ulang tahun Tiara. Walaupun ada Bi Minah yang membantu, ia tak akan berpangku tangan bila melihat asisten rumah tangganya mengerjakan pekerjaan dapur sendiri. Tiara sempat menawarkan memijat Bunda Alia, tetapi ditolak dengan halus. "Bang," panggil Rafqi yang tiba-tiba sudah berada diantara mereka. "Ada apa?" "Motornya ngehalangin jalan gue, mana kuncinya? Gue masukin sekalian ke garasi," ujar Rafqi, pandan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN