Pulih

1612 Kata

Sonya beruntung memiliki kakak yang peduli padanya. Meski datang bersama kursi roda, Amam dengan perasaan berkecamuk melintasi lorong rumah sakit yang rasanya panjang sekali. Pikirannya kosong, dan oleh karena itu ia juga merasakan lorong rumah sakit sebagai lorong panjang yang kosong melompong, gelap, dan mencekam. Meski kondisinya sendiri tidak lebih baik dari Sonya, tapi dia seolah tak memedulikannya. Seira mendorong kursi roda Amam menuju suatu track khusus untuk pengguna kursi roda. Kamar Sonya ada di lantai dua. Aroma obat, desinfektan, hingga aroma makanan rumah sakit tercium dari lorong. Di bagian tengah rumah sakit ada taman dan kolam yang ditimbuhi teratai. Seira dapat melihat itu dari lantai dua, yang sebelumnya selalu lupur dari perhatiannya. Namun, tidak bagi Amam. Lelaki it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN