Dua hari kemudian, hari persidangan. Sidang dilakukan tertutup, barisan kursi audience hanya diisi oleh beberapa orang, termasuk Sonya, Seira, Amam, beberapa anggota keluarga, hingga karyawan tempat mama dan papanya bekerja. Septi dan Acel tidak hadir karena mereka tidak punya alasan yang cukup untuk datang, di samping ada urusan-urusan lain yang lebih darurat untuk dikerjakan. Begitu majelis hakim memasuki ruangan, semua pengunjung berdiri sebagai bentuk hormat. Amam tidak begitu bagaimana mekanisme persidangan ini. Di area depan sudah ada satu kursi kosong yang sepertinya akan ditempati oleh Artar, Sila, dan saksi. Di kanan meja hakim, ada jaksa penuntut umum yang sudah menyiapkan daftar tuntutan yang akan dilayangkan. Di sisi kiri ada advokad atau pengacara yang sekaligus mendampingi t

