Urung

1508 Kata

Azam tidak nafsu makan. Dia bergelut dengan pikirannya. Kalau ditanya apakah dia menyukai Nayla, jawabannya iya. Tidak ada alasan untuk tidak suka. Kalau ditanya apakah Nayla ada tipe istri yang dia inginkan? Jawabannya juga selalu iya. Yang jadi masalah, apakah sekarang waktunya? Apakah ia siap? Azam masih ragu. Menjadi seorang suami bukan perkara gampang, apalagi jika nanti mereka punya anak di usia yang masih belia. Bayan menyenggol kaki Azam, membuat Azam meliriknya. "Dimakan," bisik Bayan. Menjamu tamu adalah sebuah perbuatan mulia, maka sebagai tamu, sudah seharusnya menjaga perasaan orang yang mengundang. Jam dinding sekarang menunjukkan pukul setengah tiga sore. Sekolah pulang lebih cepat karena ada sebagian guru yang mengikuti pelatihan kurikulum. Bayan akhirnya mengh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN