Sonya sudah siap 5 menit setelahnya. Dia buru-buru lari dan setelah memastikan pintu rumahnya dikunci. "Ih gimana naiknya?" "Kamu letakkin kaki kiri kamu ke pijakannya terus dorong buat loncat." "Eh ngangkang dong?" "Lah terus mau gimana? Tengkurep? Udah buruan!" "Is." Sonya tidak pernah naik motor seperti ini karena Amam pun selalu mengendarai motor skuter atau motor bebek. Setelah berhasil naik, Adrian menyerahkan helm ke Sonya lalu ia segera melajukan motornya agar tiba di sekolah tepat waktu. "Pegangan yang kenceng!" teriak Adrian. "Gue ngebut!" Sonya mencengkeram pegangan motor dengan kencang. Jantungnya seperti diajak balap lari. Dia bertekad dalam hati kalau sampai ia mengalami masalah ia akan menghantui Adrian. Motor Adrian tidak kebagian tempat parkir, terpaksa ia memarki

