Aku kecewa dengan diriku sendiri karena tidak bisa memberikan jawaban yang pantas kepada Seira. Istriku itu pasti sekarang sedang uring-uringan, bingung dengan sikapku, dan pastinya rasanya kecewanya lebih besar dari pada rasa kecewa yang aku rasain. Pagi itu aku benar-benar bingung bagaimana menjelaskannya. Apakah aku harus bilang tidak sengaja bertemu dengan Brayen dan akhirnya ikut dia ke bar? Mengapa aku mau? Tidak ada alasan yang baik untuk pertanyaan terakhir. Aku yakin seseorang menghubungi Seira hingga dia tahu apa yang terjadi semalam. Awalnya aku curiga orang itu adalah Indah, perempuan yang sempat menggodaku. Tetapi kalau dipikir-pikir tidak mungkin dia tahu dompetku ketinggalan. Pasti tidak jauh dari Brayen, Ilham, dan dua perempuan sewaannya. Rian di sebelahku menyenggol le

