Seira dan Amam sama-sama polos, tidak tahu menahu tentang uang yang dipinjamkan oleh Artar. Keesokan paginya mereka segera menyampaikan bahwa rumah itu sudah laku terjual kepada Artar. Kabar itu disambut kegembiraan juga oleh Acel dan Sila. Hari-hari selanjutnya berjalan sebagai biasanya. Namun, ada perlahan, ada perubahan sikap yang terjadi pada Amam. Dia mulai enggan untuk bekerja. Awalnya dia mengaku kepada Seira bahwa dia kurang enak badan, akhirnya Seira menyuruh Amam untuk beristirahat sementara Seira yang sudah mendapat panggilan bekerja di sweatery cake meninggalkan rumah dengan diantar oleh Amam, baru setelahnya Amam beristirahat di rumah. Sebenarnya Amam tidak sakit apa-apa, dia hanya capek dan jenuh dengan rutinitasnya. Akhirnya, dia kembali dengan rutinitas lamanya memainkan

