Ada kesedihan yang tidak bisa Seira sampaikan kepada orang lain saat ia sendirian di rumah. Dia iseng membuka galeri ponsel, melihat foto ia dan teman-temannya mengenakan seragam sekolah. Terkadang ia tersenyum melihat fotonya bersama Amam di parkiran sekolahnya. Namun, sekarang itu semua hanya kenangan. Kenyataan tidak selalu baik kepada semua orang, dan Seira adalah satu di antara mereka yang sedikit kurang beruntung. Di umurnya yang masih muda, Seira harus menanggung beban menjadi seorang istri dan calon ibu. Itu tidak mudah. Betapa banyak di luaran sana ibu yang menganiaya anaknya, membuang, bahkan membunuhnya. Belum lagi ketidakstabilan mental seorang remaja membuat KDRT rentan terjadi. Seira beruntung didampingi Amam yang berpikiran dewasa meski usianya baru 16 tahun. Lelaki tersebu

