Tiga hari berikutnya Amam sudah kembali pulang ke rumah. Lebih tepatnya di rumah orang Seira yang tempo hari dibeli oleh orang tua Amam. Papa Artar membolehkan mereka untuk tinggal di sana sementara waktu sebelum Septi dan Acel memindahkan barang mereka. Sebenarnya keputusan ini cukup gawat, tetangga mereka akan berspekulasi yang tidak-tidak saat tahu mereka memasukkan seorang laki-laki asing ke dalam rumah. Namun, Acel membereskan semua urusan. Dia juga berpesan kepada Seira jangan keluar sendiri, termasuk ketika harus pergi bekerja. Acel siap mengantarnya. Amam istirahat di kamar milik Acel dan Septi, ini pengalaman baru baginya. Kamar Seira ada di lantai dua dan agak merepotkan jika Amam beristirahat di atas sana, makanya diputuskan untuk mereka bertukar kamar. "Brayen mau keluar

