Night with you

1043 Kata
"Morning sayang.. cup.. cup". Ucap Alvaro yang melihat kekasihnya masih tertidur nyenyak dan mulai meciumi wajah Quenny. "Eeeggghhh.. Morning my king". Quenny masih memejamkan matanya dan menambah pelukannya lebih erat kepada Alvaro sambil mendusel - dusel kepala mencari kehangatan dan kenyamanan. "Pleaseee stop sayang.. jangan banyak bergerak, adik nya kakak nanti berontak lagi". Ucap Alvaro karena Quenny berbisik di ceruk lehernya dan mengeratkan pelukan mereka sehingga sang junior menjadi keras kembali yang tadinya sudah mulai off. "Jam berapa ini kak?" Tanya Quenn setelah memberikan morning kiss pada kekasihnya karena dirinya harus bersiap - siap untuk menemani para peserta tournya untuk shopping di hari terakhir mereka yang berada di Paris dan sekaligus perjalanan hari terakhir mereka di Eropa. Besok mereka akan kembali dan lusanya mereka baru tiba di tanah air. "Jam 7 lewat 15 menit.. ayo bangun dan mandi.. Atauuuu kamu mau kakak mandiin?" Goda Alvaro. "Blushhhh... Aku mandi sendiri!!!". Muka Quenny menjadi merah akibat ucapan Alvaro dan dirinya pun menjawab dengan ketus guna menghilangkan rasa malunya karena mengingat apa yang sudah mereka lakukan semalam. Quenny langsung bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk bersiap - siap sarapan bersama para pesertanya. "Hahahahaha". Alvaro tertawa karena tingkah Quenny yang malu karena telah digoda dirinya. Dia suka sekali melihat muka Quenny yang merah jika sudah menahan malu dan menjawabnya dengan ketus jadi bikin gemes. "Kakak, hari ini mau kemana? Ce ke Marne la Valle dan setelah makan siang langsung ke Galeries Lafayatte". Terang Quenny mengenai acara perjalanan mereka. "Kakak mau lihat cabang disini, setelah makan siang, kakak susul kamu di Galeries Lafayette ya". Jawab Alvaro sambil melihat Quenny yang sedang menyisir rambutnya. "Baiklah.. Kakak masih mau santai dikamarku? Sebentar lagi aku mau turun sarapan". Tanya Quenny setelah selesai merapikan rambutnya dan memakaikan lip tint ke bibirnya. "Kakak mau balik ke kamar kakak dan bersiap - siap juga untuk ke kantor cabang. Dan ini buat kamu shopping, jangan hanya menemani peserta belanja saja, kamu juga harus shopping, beli apa saja yang kamu mau, pin nya ulang tahun kamu". Ucap Alvaro sambil memberikan kartu kredit berwarna hitam yang isinya tak terbatas. "Ini apa kak? Kok kakak kasih Ce kartu kredit.. Ce ga mau". Tolak Quenny halus karena Alvaro memberikannya kartu kredit tersebut. "Buat kamu belanja sayang". Jawab Alvaro masih tetap bergeming tidak menerima kartunya dikembalikan. "Kakak Al yang ganteng dan baik hati, bukannya Ce tidak mau terima pemberian kakak. Daddy sudah memberikan kartu kreditnya juga buat Ce belanja apa yang Ce mau. Pesan Daddy, selama Ce belum nikah, Ce masih jadi tanggung jawab daddy dan mommy. Kecuali kalau kak Al sudah menjadi suami Ce, baru deh Ce mau terima kartu ini. Lagian nih ya kak, Ce itu ga butuh kartu kakak. Ce hanya butuh kakak disamping Ce saja, itu sudah cukup, bukan kartunya yang ada didekat Ce". Jelas Quenny sambil mengambil tangan Alvaro dan meletak kartu tersebut di tangan Alvaro. "Tapi kakak ingin memberimu sesuatu yang kamu suka". Jawab Alvaro masih sikap menolak kartunya yang dikembalikan oleh Quenny. "Cukup berikan hati dan cinta kakak aja, Ce tidak butuh yang lain dari kakak. Cukup ini saja yang Ce butuhkan". Jawab Ce sambil menunjukkan d**a Alvaro yang menyiratkan hati yang ada di dalam dadanya. "Ahhh.. I'm so speechless with you my lil queen. I'm so grateful have you beside me". Ucap Alvaro memeluk Quenny dan mencium puncak kepala kekasihnya dengan rasa sayangnya. "Kakak akan selalu berada di sampingmu setiap saat, setiap waktu". Janji Alvaro kepada Quenny "Jangan mengucapkan janji dengan mudah jika tidak bisa ditepati, cukup dibuktikan saja". Ujar Quenny tersenyum. "Ya uda kita menikah aja sekarang, biar kakak selalu disamping kamu dan juga kamu bilang kalau kamu mau kakak bertanggung jawab dengan hidup kamu sayang". Alvaro menggoda kekasihnya. "Uda ahh.. Ce mau sarapan, Kak Al mandi sana, bauuu". Quenny melerai pelukannya dan mendorong tubuh Alvaro menuju pintu, Quenny malu dengan ucapan Alvaro yang baru saja diucapkan. "Nikah sekarang yok sayangg". Goda Al kembali. "Uda sana jalannnn". Ucap Quenny membukakan pintu kamarnya. "Cup.. love you hunnn.. lucu deh muka kamu kalau lagi malu". Alvaro mengecup bibir Quenny sekilas dan langsung pergi meninggalkan Quenny sesegera mungkin, mengindari cubitan Quenny jika kekasihnya sudah marah dan kesal terhadap dirinya. Alvaro pernah merasakan cubitan yang dahsyat dari Quenny akibat kejahilannya yang mengoda Quenny sampai kekasihnya itu marah dan kesal, bahkan sampai mendiami Alvaro selama beberapa jam. "Alvaroooo resekkkkkkk". Teriak Quenny kesal. Dan Alvaro terkekeh karena teriakan dari kekasihnya. **** "Ayo sayang, kita sudah dijemput sama supir". Alvaro mengajak Quenny untuk menikmati malam terakhir di Paris. Kekasih sudah menyelesaikan pekerjaannya hari ini jadi Alvaro bisa mengajak Quenny untuk menemaninya malam di Paris sebelum mereka besok kembali ke tanah air.  "Memang kita mau kemana kak?" Tanya Quenny pada Alvaro. "Dating". Jawab Alvaro tersenyum dan menarik tangan Quenny untuk mengajaknya menuju lobby hotel. "Kita akan mengikuti Paris Night Tours, kakak sudah memesan tiketnya jam 9.30 pm. Kita kan naik bis yang open roof". Alvaro memberitahukan kemana mereka akan pergi. "Wow.. akhirnya kesampean juga ikut Paris Night Tour, thank you so much sayangnya Quenny Acelin" Ucap Quenny sambil memeluk kekasihnya dan menggoyang - goyangkan tubuh mereka. "Cupp". Alvaro mengecup pundak kepala Quenny, hatinya terasa hangat karena melihat kekasihnya sangat bersemangat dan bahagia. **** "Kak, kita duduk di belakang aja ya. Ce mau menikmati Paris dari bagian belakang bis, biasanya kan dari depan terus. Ce kan tour leader, jadi duduk depan terus, belum pernah merasakan duduk bagian belakang". Terang Quenny dan menarik tangan Alvaro untuk duduk di bis dua tingkat yang tidak ada atapnya. "As your command my lil queen". Ucap Alvaro menjawil hidungnya Quenny dengan gemas. Mereka sangat menikmati malam dengan Alvaro merangkul pundak kekasihnya dan Quenny memeluk pinggang Alvaro supaya tubuh mereka tetap hangat karena terpaan angin malam dan juga biar romantis di kota yang teromantis, kota Paris. Mereka melewati Notre Dame, Louvre, Opera, Madeline sambil tersenyum dan kadang mereka saling berpandangan. Mulai memasuki Concorde menuju Arc de Triomphe yang berjarak 2.7km, mereka berciuman tanpa henti di sepanjang jalan Champs Elysees.  "Love you my lil queen". Alvaro membersihkan sisa saliva ciuman mereka setibanya mereka di Arc de Triomphe. "Hmmmm". Quenny hanya berdehem dan tersenyum sambil membersihkan saliva bekas dirinya di bibir Alvaro. Perjalanan merekapun dilanjutkan ke Eiffel Tower untuk berhenti sebentar. Mereka diberikan kesempatan untuk menikmati Eiffel di malam hari. Dan mereka pun berciuman kembali di taman yang berada di menara Eiffel. Malam itu mereka mengisinya saling memandang satu dengan yang lain dengan tatapan cinta dan juga berciuman guna menyalurkan perasaan cinta kepada pasangannya masing - masing. Mereka benar - benar merasakan Eiffel I'm in Love. ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN