Pov Zivana (Mama Zarina)
Pak Yudi segera mengelap cairan kenikmatannya yang menyembur kemana-mana.
Tapi ia tidak mengetahui setetes yang di celanaku. Setelah dirasa bersih, ia merapikan lagi celananya. Lalu membangunkanku yang masih berpura-pura tertidur.
"Zi, bangun.. Zivana.. Kita sebentar lagi sampai." Katanya sambil mengguncang-guncangkan bahuku dengan lembut. Aku berpura-pura baru bangun.
"Hoaaeemm,, lho aku ketiduran, maaf ya pak." Ku melihat dari kaca mobil, terlihat mobil terparkir di tanah kosong dekat taman. Aku hafal tempat ini yang hanya berjarak 2 gang dari rumahku.
"Iya aku tahu kamu tadi ketiduran, makanya sengaja aku parkirkan disini dulu. Kan aku belum pernah kerumahmu."
Segera mobil melaju menuju rumahku. Aku pun turun dan berbasa-basi sebentar dengannya lalu masuk ke dalam rumah.
Sampai rumah, aku mendapati Zarina sedang tertidur dengan pulasnya. Mungkin dia kecapaian karena belajar untuk ujian nasional di sekolahnya yang akan dilaksanakan 2 bulan lagi.
Aku merasa ada yang berbeda dari putri semata wayangku itu. Sejak terakhir kejadian aku mencarinya di perpustakaan itu, aku merasa ia semakin pendiam. Sering melamun dan jarang bercerita lagi denganku.
Aku hanya menganggapnya stress karena ujian nasional. Aku pun hanya bisa mendukungnya dengan mencarikannya guru les privat. Dengan itu kuharap ia tidak terlalu sedih lagi dan kembali semangat untuk try-out selanjutnya.
Oh iya, aku baru ingat kalau kemarin aku janji mau mencarikan Zarina guru les privat.
Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat akan melepas celanaku, aku melihat ada noda putih di bagian paha. Aku ingat kalau memang tadi s****a pak yudi muncrat sampai ke pahaku dan ia tidak mengetahuinya. Aku mengendusnya, aromanya seperti aroma pemutih pakaian yang biasa kugunakan untuk membersihkan seragam.
Sudah lama sekali aku tidak mencium aroma kejantanan seperti itu. Aku jadi ingin mencobanya,lalu kujilat untuk mencicipi rasanya. Ahhh, rasa yang sudah lama sekali tidak kurasakan setelah suamiku meninggal. Lama-lama aku menjadi terangsang mengingat kejadian tadi, kewanitaanku mulai basah lagi. Aku menyesapi rasa cairan kejantanan Pak Yudi sampai tak bersisa. Tanganku menggerayangi tubuhku sendiri, ahhhh,, nafsuku mulai merasukiku.
Aku mengambil vibrator yang kusembunyikan di belakang lemari kamar mandi. Ku kulum benda yang mirip rudal laki-laki itu untuk melicinkannya. Kuhidupkan getarannya yang paling maksimal karena nafsuku sudah tidak bisa ditahan lagi.
Aku duduk di dudukan toilet, kakiku mengangkang lebar. Mulai kumasukkan vibrator yang telah berdengung itu. Kran air kuhidupkan untuk menyamarkan suara desahanku.
"Aaahhhh,, ahh f*ck" Teriakku tertahan. m********i adalah satu-satunya cara yang kubisa untuk memenuhi hasratku. Sering aku menginginkan kejantanan laki-laki yang asli, tapi aku tidak semurah itu untuk dijamah oleh sembarang laki-laki.
Ku keluar masukkan vibratornya, tanganku satunya meremasi payudaraku yang lumayan besar dan masih kencang. Kupilin ujungnya untuk semakin menambah kenikmatanku.
"Aahh ahhh ahhh mmhhh" Getaran vibrator semakin memijit bagian dalam vaginaku. Kepalaku kusandarkan pada tabung air toilet, mataku terpejam menikmati tusukan vibrator yang semakin kupercepat. Slep, slep, slep..
"Aahh ooouuhhhh f*ck yeeahh" Nikmat sekali
Semakin lama kocokanku semakin cepat dan itu membuat bagian dalam vaginaku semakin kebas karena nikmatnya kocokan. Dan akhirnya "AAARRRGGHHHHH" Tubuhku melengkung keatas menandakan gelombang kenikmatan yang telah sampai puncaknya.
Setelahnya tubuhku lemas dengan masih terduduk di dudukan toilet. Masih kubiarkan benda itu di kewanitaanku selama 10 menit lalu aku segera membersihkan diriku.
Setelah selesai mandi sambil rebahan aku pun membuka faceb**k. Setelah aku kirim pertanyaan di grup kota ini kalau aku sedang membutuhkan guru les privat buat anakku yang akan ujian nasional.
Langsung ada puluhan DM yang masuk, rata-rata dari mahasiswa-mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Kucermati satu-satu dari chat-chat tersebut, aku tidak mau gurunya sedang mengerjakan skripsi karena nanti perhatiannya pada anakku akan terbagi dua dengan skripsinya.
Lalu aku pun tertarik dengan sebuah akun faceb**k yang mengirimkan curiculum vitae dengan deain yang unik dan menarik lengkap dengan foto berwarna di pojok kanan atas.
Ku klik untuk stalking akunnya, Ia inggi, kurus dan berkacamata. Dari postingan-postingannya terlihat ia sangat berilmu. Banyak kata-kata mutiara dan pemikiran-pemikiran yang cerdas dan lugas.
Kulihat di riwayat pendidikannya ia adalah lulusan S1 kampus ternama dan sedang melanjutkan studi S2 di kampus ternama juga. Dilihat dari penampilannya, sangat meyakinkan dan menunjukkan ia pasti pintar. Namun foto yang menunjukkan dirinya hanya satu, yaitu foto profilnya saja.
Mungkin bisa lebih jelas kalau bisa langsung ketemu dengan orangnya. Kulihat dari fotonya kira-kira usianya 24 sampai 27 tahunan. Pas untuk seorang guru les privat.
Aku memang tidak tertarik dengan guru privat yang sudah tua, karena pasti gaya mengajarnya akan membosankan.
Ingin aku memberi guru privat yang masih fresh dan bersemangat, jadi anakku lebih mudah untuk menerima ilmu darinya.
Setelah mencatat nomor HP yang tertera di CV nya, aku segera membuka aplikasi chat warna hijau. Ternyata nomornya juga tercatat di aplikasi tersebut, segera kulihat profilnya di aplikasi tersebut.
Lagi-lagi foto yang dipakai tetap sama dengan foto profil di akun faceb**knya. Tanpa keterangan apapun di profilnya hanya nama Kevin yang ada. Agak misterius juga rupanya.
Kuhubungi untuk janjian di tempat yang kita sepakati besok. Ia menyetujui untuk bertemu di kafe yang berjarak hanya 500 meter dari rumahku.
***
Di kafe
Seorang yang kemarin akunnya ku stalking ada di depanku. Penampilannya tidak jauh berbeda dengan foto profilnya.
"Perkenalkan saya Kevin, Mohon maaf ibu, saya telat 5 menit karena tadi agak macet di jalan." Katanya sesaat setelah sampai sambil bersalaman denganku dan melihat jam tangannya. Suara dan gaya bicaranya sangat cocok untuk menjadi guru. Tegas dan sopan.
"Tidak apa-apa, saya juga baru saja duduk disini."
Aku segera menjelaskan bagaimana karakter Zarina dan bercerita tentang hasil try outnya yang kurang memuaskan.
Dari jawaban dia, mencerminkan bahwa dia mempunyai pengetahuan luas di bidang pendidikan. Begitupun dengan tata cara dan trik-trik mengajari anak seperti Zarina.
Secara teori Ia sangat memuaskan dan lulus. Aku optimis jika Ia dapat mengajari Zarina supaya dapat nilai terbaik di sekolahnya.
"Saya sangat tertarik untuk menjadikan kamu guru les privat anak saya. Tapi saya juga harus memastikan dulu ke putri saya. Jika Ia juga setuju, maka saya akan hubungi kamu lagi untuk segera mengajar anak saya." Jelasku.
"Lalu untuk gaji, sesuai dengan kesepakatan awal kita. Saya setuju dengan gaji yang tertera di berkas pengajuan kamu di faceb**k. Tapi dengan syarat 2 minggu percobaan. Jika memang anak saya cocok dengan cara mengajar kamu. Akan diteruskan sampai dengan ujian nasional." Lanjutku.
Ia mengangguk dan menyalami tanganku dengan tersenyum, tanda menyetujui semua ucapanku.