Siapa Yang Hendak Menghabisi Ginggi?

1340 Kata

Beres makan malam, mereka bercakap-cakap ringan. Sensei Miyagi mengeluarkan kue beras dan cemilan tradisional lain yang ia miliki, lengkap dengan teh panas yang disuguhkan memakai teko dan gelas dari poci tanah liat buatannya sewaktu muda dulu. Si Renal meraih ransel besar miliknya yang ia taruh di sudut dojo, ia kemudian mengeluarkan replika patung Garuda Wisnu Kencana yang telah dibungkus dengan kertas kado juga bubble wrap untuk menghindari lecet dan benturan yang bisa mengakibatkan replika patung itu rusak. “Sensei, ini adalah hadiah untuk Sensei dari Bos Besar dan juga kami semua.” Ujar si Renal sambil menyerahkan bungkusan besar tersebut kepada Sensei Miyagi. Sensei Miyagi tersenyum senang, ia segera membuka bungkusan hadiah yang diberikan tersebut. “Ini adalah sebuah maha karya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN