Melawan Tiga Pembantai

1893 Kata

Ginggi, Silvi, si Rontek dan si Bram berjalan masuk ke sebuah lobi hotel yang sangat mewah di tengah-tengah ibu kota. Hotel ini diyakini sebagai tempat menginap Tiga Pembantai yang disewa oleh si Jamal untuk menghabisi mereka semua. Ginggi dan yang lainnya bagaikan sedang mendatangi sarang macan. Silvi menyuruh ketiga rekannya untuk duduk terlebih dahulu di lobi hotel tersebut. Ia sendiri terus melangkah menuju ke meja resepsionis yang berada di ujung lain lobi hotel tersebut. “Bos, apa ini tidak berbahaya? Bukannya ini sama saja dengan bunuh diri? Kita tidak tahu bukan apa yang sebenarnya bisa terjadi. Mungkin saja ada jebakan yang sudah disiapkan?” tanya si Rontek sedikit khawatir dengan sebuah kemungkinan buruk yang bisa mereka hadapi. Ginggi tersenyum “Apa kau takut?” “Kalau kau ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN