Ginggi kembali menatap mata Sofie yang duduk di sebelahnya. “Aku mohon kepadamu, aku minta bertemu dengan Lidya dan mengizinkan untuk diambil fotonya. Ini demi janjiku kepada ayahnya, aku tidak ingin mengecewakan si Gorila.” Ujar Ginggi sedikit mengiba. Sofie menatap wajah Ginggi, dari pertama mereka bertemu Sofie memang merasa Ginggi adalah seorang pria yang berbeda. Ia tidak begitu yakin ketika mengajukan tuduhan kepadanya kalau Ginggi adalah seorang narapidana dan kabur dari lapas pulau terpencil itu saat berada di perkampungan nelayan. Meski pada akhirnya Ginggi memang mengakui kalau dua adalah pelarian dari lapas berkeamanan maksimum yang berada di pulau terpencil dan kini pun Ginggi mengaku datang untuk bertemu dengan sepupunya atas janji Ginggi kepada sang paman. Sofie masih mera

