"Kenapa kita ga pindah ke apartemen atau rumah baru buat berdua?" Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulutnya setelah beberapa kali Sonja kelupaan untuk bertanya. Ibram keluar dari kamar mandi masih dengan wajah setengah kantuk. Hujan deras di weekend membuat keduanya malas untuk mandi. Sonja bahkan hanya membalut tubuhnya dengan bathrobe tebal. Duduk di kasur apartemen Ibram dengan majalah di pangkuannya. Mendekat, Ibram ikut duduk bersandar setelah menyesap kopi hitamnya. Sebelah tangannya memainkan ponsel. Sementara membiarkan Sonja yang bergeser untuk duduk di pangkuannya. Melihat gelagat Ibram yang tidak akan menjawab Sonja kembali melanjutkan. "Bukankah tidak baik dua kepala keluarga tinggal dalam satu rumah? Bahkan Brian dan Arimbi juga sudah punya anak. Aku tidak keberatan kit

