Bab 16 Pertolongan itu datang lagi

1469 Kata
Ketika pertolongan itu datang lagi, hatiku mulai goyah POV Dea Sejak ungkapan cinta itu, aku dan Dana sering berhubungan walaupun hanya melalui pesan singkat. Kedekatan itupun sampai di telinga Antara, seseorang yang memang mengharapkan Anti yang saat ini masih sebagai pacar Dana. "Bawa dia ke dalam gudang" perintah seorang pria yang tidak aku kenal dan suaranya menakutkan. Aku memberontak sebisaku namun aku tak berdaya. Seseorang menutup mataku dan menyumpal mulutku dengan kain, aku menyeringai kesakitan dengan perlakukannya. 'Apa yang akan dilakukannya sekarang' pikirku. Hingga sampai di dalam gudang, mereka membuka penutup mataku dan kain yang menyumpal dimulutku. Hal ini refleks membuat aku langsung berteriak "Kenapa kalian melakukan ini padaku? apa mau kalian?" Aku memberontak semampuku, namun nihil. Mereka terlalu kuat bagiku. "Tolong... tolong...., ah.... " seseorang menutup mulutku dengan tangannya dari belakang dan kemudian mendekatiku. "Jauhi Dana, dia pacar orang" laki-laki itu berbicara di samping telingaku, sangat sakit bagiku. Aku ketakutan, apa yang akan dilakukan mereka padaku, kemudian tanpa sengaja aku melihat kak Antara dari balik kain yang ditutup di mataku. Kak Antara hanya ingin aku menjauhi Dana, pacar kekasihnya. Mengapa kak Antara tidak berjuang untuk mendapatkan cinta itu dengan cara yang baik?' pikirku. Kemudian dalam rasa putus asa ini, aku melihat mereka berkelahi dengan seseorang, dan aku mengenali suaranya, suara yang sangat aku kenal. Dia adalah Dana dan Dana sekali lagi menyelamatkanku. Aku memang sangat frustasi dan pasti sangat terlihat frustasi dihadapan Dana, apalagi jika aku terus mengingat kejadian itu lagi. Dana menarikku lembut ke pelukannya, damai dan sangat teduh. "Malam itu, saat Alex ingin menyentuhmu aku begitu marah, namun saat aku sadar Alex mengetahui keberadaanku saat menggendongmu keluar, namun dia justru membiarkanku keluar" Dana memulai pembicaraan ini dengan masih memelukku. "Kenapa" tanyaku lirih. Aku menjadi bingung dengan kata-kata Dana tentang Alex. "Karena dia menyadari sesuatu, kau harus dijaga. Akupun sadar bahwa dia saingan terberatku masalah perasaan ini. Dia justru berterima kasih padaku De, karena menyelamatkanmu dari kesalahan itu" Nafasku tiba-tiba sesak, mengingat bagaimana aku menghindari Alex namun sekuat itu pula Alex meminta maafnya padaku. "Kak Alex? Benarkah" lirihku perlahan dan ku lihat Dana menutup matanya dan kemudian menganggukkan kepalanya. "Tapi aku tidak mau kau mencintainya De. Please, jangan tumbuhkan rasa itu. Aku disini, tunggu sampai semuanya baik-baik" Dana memandangku dengan lembut, memegang bibirku yang lembut dan mendekatkan bibirnya padaku, namun segera aku mendorongnya perlahan. "Jangan Dan, aku pacar kak Alex saat ini dan kau punya Anti. Jangan melanjutkan hal yang tidak bisa kita perjuangkan Dan, jangan" lirihku. Walau hatiku menginginkanku tapi aku takut. 'Bus shhh' Dana terlihat seperti orang yang tidak mau kehilangan aku , kemudian berlutut di depanku, berkata dengan sangat lembut. "Dengarkan aku De, kamu memang ada di hatiku, tetapi.." "Anti membutuhkanmu Dan, aku harus menikmati perlakuan ini dari kak Antara hanya karena kau bersamaku beberapa waktu lalu, kini aku menjadi takut menjalani semua ini?" Aku memotong saja pembicaraan Dana padaku. Dana menyadari semua yang terjadi karena perjuangan kami saat ini, sulit untuk dijelaskan tapi semua ini akan sangat menyakiti aku, andai saja Dana tidak bisa menyelamatkanku tadi, apa yang akan terjadi padaku? semua itu sekarang menjadi pikiran yang berkeliaran padaku. "Tenanglah De, semua akan baik- baik saja, kita pasti akan bisa melewati semuanya De" Dana masih berusaha untuk menenangkanku. "Tapi jangan seperti ini Dan, ini akan membuat kita semua tersakiti termasuk kau dan Aku" Aku memilih untuk mundur dari perjuangan ini daripada masalah akan semakin besar. "Hati ini tak pernah dimiliki orang lain, hanya Dea disini" sambil menunjuk kedalam da-danya. Dana merasakan sakit itu, sesakit inikah rasanya jika cinta itu terbagi? apakah aku sudah mulai mencintai Alex? lalu bagaimana dengan cinta ini? "Oh..." Dana meremas rambutnya kasar, tak peduli akan rasa sakit itu. Yang ia tau adalah memperjuangkan cintanya saat ini walau hanya dalam hatinya. "Aku berjanji pada diriku, kak Alex dan juga kedua orang tua ku untuk menjaga kepercayaan ini Dan. Maafkan aku" lirihnya. Aku memilih bangkit dari tempatku duduk dan melangkah pergi, namun Dana menarikku untuk kembali ke pelukannya. "Kau menangis De?" Dana menyadari itu dan merekatkan pelukannya padaku dan lagi-lagi semuanya dilakukannya dengan sangat lembut. "Menangislah, aku tau hatimu, hanya aku yang tau semua itu" Dana melanjutkan kata- katanya. Walaupun iapun merasa sakit namun sepertinya Dana sadar semua ini harus kami lewati. "Kau tau De, kau cinta pertamaku. Pertama mengenal wanita terindah, mata sempurna dan senyum merekah adalah kau. Bagaimana bisa kau pergi berlalu begitu saja dari hadapanku?" Dana masih dengan segala perasaan yang disampaikannya. Dia masih saja memberikan aku harapan cinta walaupun kami tidak memiliki ikatan hubungan yang nyata. Hubungan itu justru dengan orang lain. "Huuuu huuuuu" Aku masih menangis dipelukan Dana, terasa sangat menyayat hatiku. 'Bagaimana bisa kami saling mencintai namun saling menyakiti? harus rela menjauh demi saling menjaga?' Aku berkesimpulan sendiri dalam hatiku. "Peganglah janjiku ini De, aku akan datang padamu ketika aku sukses dikemudian hari dan akan aku selesaikan semua masalah ini dengan Anti. Akan aku jadikan kau wanita pertama dan terakhir yang aku cintai dan tidak akan ada yang lain, atau aku akan memilih pergi dari dunia ini" Aku melepaskan pelukannya dan kemudian menatap Dana dengan lembut, air mata yang masih membasahi pipinya itupun membasahi baju Dana. "Jangan mengucap janji Dan, kita bahkan tidak tau rencana Tuhan untuk kita?" "Separuh Doaku adalah bersamamu, selain kesehatan org tua dan keluargaku, percayalah semua yang aku lakukan adalah karena kekuatan cintaku padamu" Dana meyakinkan perasaannya padaku. "Tapi jangan memilih pergi Dan" Aku kali ini memilih menghambur duluan untuk memeluk Dana dan lupa bahwa mereka memiliki pasangan yang justru sudah menjadi pacar kami, Anti dan Alex? "Lalu bagaimana dengan Anti dan kak Alex Dan?" Aku juga bingung harus seperti apa menyikapinya sekarang, perasaannya adalah Dana dan cintanya adalah Dana. Namun pacarnya adalah Alex lalu bagaimana dengan perasaanku? 'Semua membingungkan' gumamku dalam hati. "Apa kau percaya kekuatan cinta De?" tanya Dana sambil tetap memeluk aku perlahan. Aku sekali lagi sangat menikmati sentuhan itu dengan lembut. Aku menggeleng karena nyamannya dipelukan Dana. "Harusnya kau percaya, bahwa cinta tulus itu membahagiakan" kali ini aku yang tersenyum kembali. "Akan kita hadapi semuanya bersama- sama" Dana menguatkanku. Aku mengangguk dan masih menenggelamkan kepalaku di bidang da-da Dana yang sangat menyejukkan itu. Aku sadar inilah cintaku, cinta yang hampir 3 tahun membuatku jatuh bangun dalam bertahan atau pergi. Telfon berbunyi dan membuat mereka tersentak "Ya Ayah.." "..." "Apa? Anti... Kenapa dengan dia ayah?" "......" "Iya ayah, aku akan segera kesana" * "Kenapa Dan? kenapa dengan Anti?" aku sangat penasaran dengan telfon yang diterima oleh Dana. "Anti masuk rumah sakit lagi, De. Kita kesana" Dana menarik tangan ku dengan lembut untuk pergi ke Rumah Sakit dengan nya. Tapi aku ragu dan menarik tangan ku kembali. "Tidak Dan, aku tidak akan ikut" "Kenapa" Dana memperlihatkan wajah yang sangat serius saat ini. "Aku takut dia justru tambah sakit melihat kita berdua datang" bukankah kita harus saling menjaga dan bahkan jika terjadi kesalahpahaman maka semuanya akan semakin sulit untuk kita Dan. "Lalu menurutmu, bagaimana seharusnya?" tanya Dana padaku "Kau pergilah, aku akan pulang sendiri" aku meyakinkan Dana bahwa aku akan baik-baik saja, namun kejadian yang bertubi-tubi aku alami membuat Dana saat ini terlihat khawatir dan sepertinya dia memperlihatkan sisi protectivenya padaku. "Tidak, aku akan mengantarmu De" tempat ini tidak baik untukmu, kemudian Dana mulai membantuku bangun dan mengiring langkahku untuk berjalan bersama. "Tapi Dan, Anti membutuhkanmu" aku mulai ragu untuk beriringan dengannya, aku tidak mau merusak hal baik yang sudah kami bicarakan hanya karena ada orang lain yang melihat kami bersama di rumah sakit. "Tidak akan lama De, hanya mengantarmu pulang setelah itu aku akan ke rumah sakit. Aku janji" sambil mengangkat kedua jarinya. "Baiklah" Aku setuju untuk diantar pulang oleh Dana, di atas motornya yang besar ku kalungkan tanganku di pingangnya, dan aku tau dia tersenyum. Memegang tangan ku dengan erat dalam perut nya yang sempurna itu. Dana memang memiliki fisik yang sangat sempurna, rasanya aku memang minder kalau bersama dengannya, tinggi sempurna membuatku menjadi kecil. Walaupun awalnya justru ia yang merasa tidak pantas bagiku. Ternyata alasan dibalik kepergiannya beberapa waktu lalu, adalah demi kesempurnaan cinta kita yang saling melindungi dan menjaga. Perjalanan yang agak lama itu membuatku terasa mengantuk, sehingga bersandar di punggung Dana adalah pilihan yang tepat. Aku merasakan tangannya sesekali menarik tanganku untuk tetap erat dan tersadar di perutnya yang rata. Hingga akhirnya kami sampai di rumah besarku itu. Ayah melihatku dan memilih keluar rumah, namun karena Dana akan ke rumah sakit, Dana segera memutar motor dan memilih pergi. Hal ini membuat ayahku sedikit meradang. "Siapa dia?" tanya ayahku. "Dia Dana yah" jawabku cepat. "Laki-laki seperti apa itu, mengantarmu dan langsung pergi tanpa pamit sama ayah? padahal ayah ada di sini" "Dia akan ke Rumah sakit yah, mendadak sekali" Aku tak enak hati karena kesan pertama ayahku pada Dana sangatlah buruk dan ini akan menyulitkan hubungan kami dikemudian hari. Aku menghela nafas kasar dan langsung mencium punggung ayahku, memilih masuk ke kamar untuk membersihkan diriku. Bersambung..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN