Ammar begitu bersemangat sekali hari ini. Meninggalkan rumah dengan senyum bahagia. Orderan di hari pertama yang dia dapatkan, adalah berkah yang sangat dia syukuri. Pemuda itu mulai melajukan motornya keluar dari gang depan kontrakannya. Sejujurnya bukan perkara mudah bagi dirinya untuk melakukan pekerjaan ini. Tentu saja, Ammar bukanlah orang asli dari daerah ini. Semua wilayah terasa asing baginya. Hanya mengandalkan GPS dari ponselnya yang sudah sedikit ketinggalan jaman. Setidaknya benda itu masih bisa berfungsi dengan baik, itu sudah cukup. “Bismillah,” gumamnya sambil melaju dengan kecepatan sedang. Tanpa lelaki itu sadari, ada sesuatu yang sejak tadi mengintai dirinya. Sebuah mobil hitam membuntutinya dari belakang. Dan seorang pria di balik kemudi dengan tangan yang mencengkera

