“Lo berdua kok tumben datengnya barengan? Lo biasanya siangan baru ngampus, Dav?” Maura menyapa kedua sahabatnya yang baru tiba. Wajah Davika terlihat lelah, sebenarnya bukam hanya lelah fisik, tapi batinnya juga merasa lelah. Dia tak berminat menanggapi pertanyaan Maura. Gadis berambut blonde yang di keriting bergelombang itu memajukan dagunya, mengisyaratkan tanya itu pada Milly. Seolah bertanya apa yang terjadi dengan Davika yang tak secerah biasanya. “Dav, berita lo nikah kayaknya udah mulai nyebar deh di lingkungan anak-anak yang lain,” ucap Maura dengan suara rendah hampir berbisik dan hanya di dengar oleh mereka bertiga. Gadis itu celingukan menatap ke sekeliling. “Reputasi lo bener-bener bisa hancur, Dav,” tambahnya lagi. Davika mendesah, pembahasan seperti ini malah membuat ke

