Davika memapah kembali Ammar dari kamar mandi menuju ranjang mereka. Kemudian perlahan-lahan membaringkan kembali tubuh suaminya itu di sana. Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka kecuali napas yang memburu. Mendadak kamar itu terasa pengap dipenuhi hawa canggung yang tak tertolong. Davika menyelimuti Ammar dan ingin segera berbali badan dengan cepat untuk keluar mencari udara. "Dav," panggil Ammar menghentikan langkah kaki Davika. Davika terkesiap dan menahan napas, tanpa menoleh hanya berhenti dari langkahnya. "Terima kasih," ucap Ammar dengan perlahan. "Sama-sama," jawabnya singkat kemudian berlari menuju luar kamarnya. Gadis itu memegang pipinya sendiri yang terasa panas terbakar sambil menuruni tangga. Tenggorokannya mendadak sangat haus luar biasa. Bayangan tentang kejad

