Ammar duduk bersama beberapa pengojek lain, sambil menunggu orderan. Lelaki itu memilih duduk agak menjauh dari yang lainnya. Ammar mengeluarkan dompetnya yang gak lagi bagus. Dari sana dia mengeluarkan beberapa lembaran uang yang dia sisihkan beberapa waktu ini. Dengan hati-hati dia menghitung semuanya. "Ada enam ratus ribu, semoga cukup untuk membelikan tas yang Davika mau," gumamnya sambil tersenyum. Ada rasa senang, akhirnya dia bisa mengumpulkan sejumlah uang sebanyak ini dari keringatnya. Ammar memilih tak makan siang beberapa hari ini, agar uangnya cukup. Ammar bangkit setelah itu, ingin segera pergi ke tempat dimana tas itu dijual. "Ada orderan, Mar?" Tanya salah seorang kawannya. "Enggak, bang. Saya ada urusan sebentar. Pergi dulu ya bang, assalamualaikum," pamit Ammar kemudi

