Part.69

1400 Kata

Ammar merogoh saku jaketnya dan menemukan sesuatu di sana. Sebuah kartu nama yang diberikan oleh lelaki yang dia jumpai tanpa sengaja di masjid beberapa waktu lalu. Lelaki bernama Yudis yang entah datang dari mana menawarkannya sebuah pekerjaan di sebuah perusahaan. Ammar sempat melupakan tentang kartu nama tersebut. Tak begitu mengingatnya karena memang terasa mustahil baginya untuk bisa diterima bekerja di sana, dengan latar belakang yang dia miliki. Tapi kali ini dia berpikir, apa mungkin tidak ada salahnya untuk mencoba. Tentang diterima atau tidaknya, itu tergantung nasib dan takdir dari yang maha kuasa. Tapi bukankah menjadi kewajiban kita untuk selalu berusaha. "Dav, kamu tahu caranya bikin surat lamaran pekerjaan?" Tanya Ammar pada Davika yang masih duduk dengan pakaian santai da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN